Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Kemajuan Sistem Otonom dan Robotik

Share

Cerita tentang inovasi sistem otonom dan robotik yang mencakup AI yang menciptakan hewan buatan dengan kemampuan penglihatan, robot yang belajar melakukan tugas rumah tangga, sistem keamanan mobil tanpa pengemudi yang memanfaatkan gelombang radio, serta kendaraan militer otonom yang meningkatkan fleksibilitas operasional.

16 Feb 2026, 21.31 WIB

Robot Humanoid Agibot Expedition A3 Tampil Keren dengan Gerakan Kung Fu Dinamis

Robot Humanoid Agibot Expedition A3 Tampil Keren dengan Gerakan Kung Fu Dinamis
Agibot baru saja memperkenalkan robot humanoid terbaru mereka, Expedition A3, yang mampu melakukan beragam gerakan berbahaya dan kompleks mirip seni bela diri Kung Fu. Robot ini menunjukkan kemampuannya dalam tendangan melayang dan gerakan memutar di udara, memperlihatkan keseimbangan dan koordinasi yang luar biasa. Video yang beredar memperlihatkan robot menjalankan gerakan secara langsung di studio tanpa bantuan efek komputer atau AI, yang membuktikan bahwa kemampuannya sudah nyata dan siap untuk diterapkan dalam dunia nyata. Robot ini dirancang khusus untuk interaksi langsung dengan manusia di bidang hiburan dan acara promosi. Agibot juga menggelar acara Agibot Night di Shanghai, yaitu pertunjukan selama satu jam yang menampilkan 16 robot humanoid melakukan musik, tari, dan komedi secara sinkron. Pertunjukan ini menjadi bukti bahwa robot pintar dapat berfungsi dalam lingkungan sosial dan budaya dengan stabil dan seimbang. Expedition A3 memiliki rangkaian fitur canggih seperti exoskeleton ringan yang meningkatkan kelincahan, baterai ganda untuk daya tahan hingga delapan jam, dan teknologi interaksi tanpa kata kunci yang membuat komunikasi lebih natural. Perusahaan berencana memproduksi massal robot ini mulai 2026 dan memperluas pasar ke luar China, termasuk Amerika Serikat. Dengan kemajuan ini, robot humanoid semakin dekat dengan penggunaan sehari-hari di berbagai bidang mulai dari panduan di toko, hiburan, hingga acara promosi. Kesuksesan Agibot menjadi tanda bahwa embodied intelligence kini sudah siap untuk masuk ke masa depan yang lebih interaktif dan dinamis.
16 Feb 2026, 20.41 WIB

RoboParty Hadirkan Robot Humanoid Open-Source Pertama, Percepat Inovasi Robotika

RoboParty Hadirkan Robot Humanoid Open-Source Pertama, Percepat Inovasi Robotika
RoboParty, sebuah startup yang berbasis di Beijing dan didirikan oleh Huang Yi pada tahun 2025, sukses mengembangkan Roboto Origin, robot humanoid bipedal open-source pertama di dunia dalam waktu hanya 120 hari. Roboto Origin dirancang sebagai prototipe untuk menguji dan menyelaraskan perangkat keras dan perangkat lunak secara end-to-end, bukan untuk tujuan komersialisasi langsung. Robot setinggi 1,25 meter dan seberat 34 kilogram ini diberdayakan oleh algoritma gait antropomorfik AMP yang dikembangkan sendiri oleh RoboParty, memungkinkan robot berjalan dengan kecepatan 3 meter per detik secara stabil dan alami. Semua desain mulai dari gambar struktural, kode perangkat lunak, hingga prosedur manufaktur dibuka secara transparan untuk komunitas pengembang global. Startup ini didukung oleh pendanaan sebesar 10 juta dolar dari MPCi, Xiaomi, dan Galbot, dan berhasil menarik sebanyak lebih dari 100 pesanan kit seru dengan lebih dari 1.000 bintang di GitHub. Misi utama RoboParty adalah mengatasi masalah biaya tinggi, desain yang terfragmentasi, dan kurangnya standar melalui model open-source Embodied Infrastructure. Komunitas global yang terbentuk dari para peneliti universitas hingga insinyur dari perusahaan besar memanfaatkan platform ini untuk kolaborasi dan berbagi pengetahuan. RoboParty juga mengelola daftar permasalahan robot humanoid yang terus diperbarui secara terbuka agar percobaan dan kesalahan individu dapat menjadi pelajaran bersama. Ke depan, RoboParty berencana mengembangkan model berikutnya dengan Behavior Foundation Model dan memberikan dukungan untuk ratusan aplikasi robotik. Startup ini juga menargetkan penggunaan robot ini untuk pendidikan dan penelitian skala kecil pada tahun 2026 serta membangun platform humanoid universal untuk AI embodied dalam jangka panjang.
16 Feb 2026, 20.10 WIB

Performa Robot Humanoid Bersinar di Gala Festival Musim Semi Beijing 2024

Performa Robot Humanoid Bersinar di Gala Festival Musim Semi Beijing 2024
Gala Festival Musim Semi tahun ini di Beijing menampilkan penampilan mengesankan dari robot humanoid, menandai kemajuan teknologi yang penting di bidang ini. Sebanyak empat perusahaan robot ikonik dari Tiongkok ikut serta dalam acara ini, membawa teknologi canggih mereka ke panggung nasional yang sangat luas. Perusahaan seperti Unitree, Magiclab, Galbot, dan Noetix menandatangani kemitraan dengan acara Gala dengan nilai kesepakatan mencapai 100 juta yuan, menunjukkan investasi besar dalam pengembangan dan pemasaran teknologi robotik di negeri ini. Robot Noetix menampilkan aksi komedi bersama dua aktor manusia, sedangkan Unitree memperlihatkan keahlian robotnya dalam seni bela diri dengan gerakan seperti backflip dan lompatan trampolin, menggabungkan teknologi dan seni yang memukau penonton. Walaupun saat ini robot humanoid lebih banyak digunakan untuk hiburan, target jangka panjangnya adalah menjadikan mereka sebagai pekerja industri yang efisien dan dapat diandalkan, mendukung pertumbuhan ekonomi dan teknologi dalam berbagai sektor. Penonton seperti Meng Siyuan sangat terkesan dengan koreografi robot tersebut, sekaligus berharap adanya peningkatan kehadiran unsur robotik dalam acara-acara hiburan tahunan tersebut, menandakan rasa ingin tahu dan dukungan masyarakat terhadap kemajuan teknis ini.
16 Feb 2026, 20.00 WIB

Robot Otonom Ruby AI: Ubah Perawatan Tank 48 Jam Jadi 2 Jam di Israel

Robot Otonom Ruby AI: Ubah Perawatan Tank 48 Jam Jadi 2 Jam di Israel
Ruby AI, sebuah perusahaan Israel, telah menciptakan robot otonom yang secara dramatis mempercepat perawatan tank milik IDF dari 48 jam menjadi hanya dua jam saja. Robot ini mengerjakan seluruh proses secara otomatis tanpa perlu campur tangan manusia. Robot tersebut dilengkapi dengan beberapa lengan mekanik spesialis, menyerupai gurita mekanik, yang mampu membersihkan, memindai, serta melakukan perawatan rumit pada mesin tank. Teknologi yang dipakai disebut Physical AI, yang memungkinkan robot menyesuaikan diri dengan kondisi fisik yang tidak ideal seperti debu, kotoran, dan suhu ekstrem. Salah satu tujuan utama penggunaan robot ini adalah untuk melindungi tentara dari paparan zat beracun, minyak korosif, dan cuaca ekstrem yang sebelumnya menjadi risiko besar dalam pekerjaan perawatan tank secara manual. Sistem ini sudah digunakan secara operasional dan terbukti efektif. Sebelum proyek ini, Ruby AI juga mengembangkan robot otonom untuk operasi pengisian bahan bakar yang telah diterapkan di Uni Emirat Arab, menunjukkan keahliannya dalam menghadapi bahan berbahaya dengan aman. Perusahaan juga mengembangkan robot lain yang dapat menangani tugas berat seperti mengganti roda tank atau menembus lingkungan sulit di medan perang. Ruby AI menolak membuat robot lucu untuk konsumen dan memilih fokus pada robot yang tahan banting dan efisien untuk tugas berat militer, termasuk juga pembuatan tangan bionik untuk keperluan medis militer presisi, yang semuanya bertujuan untuk mengurangi beban dan risiko bagi prajurit.
16 Feb 2026, 19.56 WIB

Perjalanan Cepat Humanoid Kembangkan Robot Bipedal untuk Industri Berat

Perjalanan Cepat Humanoid Kembangkan Robot Bipedal untuk Industri Berat
Humanoid adalah perusahaan robotika di Inggris yang merilis dokumenter berdurasi 19 menit tentang proses pembuatan robot humanoid. Mereka mengklaim memiliki siklus pengembangan tercepat di dunia, mulai dari pertemuan strategi awal hingga penerapan robot di berbagai industri yang membutuhkan tenaga kerja berat. Dalam 10 bulan pertama, Humanoid berhasil mengembangkan robot beroda. Kemudian dalam waktu 3 bulan saja, mereka berhasil menciptakan robot bipedal yang mampu berjalan secara dinamis. Salah satu tantangan besar adalah membuat robot bisa menjaga keseimbangan saat bergerak. Proyek Humanoid dijalankan di tiga lokasi utama secara global: Vancouver fokus pada desain mekanik dan sistem gerak robot, Boston mengurusi teknologi baterai dan elektronik daya, dan London bertugas mengembangkan AI serta sistem kognisi robot. Humanoid juga mengembangkan KinetIQ, sistem manajemen armada robot yang memungkinkan robot yang berbeda saling bekerja sama. Mereka memiliki pipeline simulasi yang membuat pelatihan perilaku robot baru bisa diterapkan ke robot fisik dalam hitungan 24 jam. Perusahaan sedang mengalami lonjakan pesanan dengan jumlah pre-order mencapai 30.000 unit. Mereka telah berhasil menunjukkan kemampuan robot di fasilitas perusahaan besar seperti Siemens dan Ford, dan siap memasuki fase Beta pada kuartal ketiga 2026 dengan rencana produksi massal.
16 Feb 2026, 16.40 WIB

Issac 0, Robot Lipat Pakaian Pertama yang Membantu Bebaskan Waktu Anda

Startup Weave Robotics dari San Francisco telah memperkenalkan Issac 0, sebuah robot stasioner yang mampu melipat pakaian secara otomatis dalam waktu antara 30 hingga 90 menit. Robot ini hadir sebagai pendahulu dari robot Issac yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini, dengan tujuan mengatasi kesibukan manusia dalam mengerjakan pekerjaan rumah yang memakan waktu. Issac 0 adalah robot yang dirancang khusus untuk melipat pakaian seperti kaos, hoodie, celana, handuk, dan pakaian dalam. Robot ini tidak mampu menangani barang besar seperti selimut atau memutar sisi pakaian yang terbalik, tetapi sudah cukup membantu dalam mengurangi waktu yang dibutuhkan manusia untuk mengerjakan tugas tersebut. Robot ini beroperasi menggunakan daya listrik 600W dan dapat dihubungkan melalui Ethernet maupun Wi-Fi dual-band agar bisa terus diperbarui dari jarak jauh. Dengan ukuran yang kompak dan dapat disesuaikan tingginya, Issac 0 cocok ditempatkan di rumah dengan meja berukuran sekitar 48 x 30 inci agar robot dapat bekerja dengan nyaman. Meskipun otomatis, Issac 0 masih mengandalkan bantuan operator manusia jarak jauh yang dapat mengendalikan robot selama 5 sampai 10 detik saat robot menemui kesulitan dalam melipat pakaian. Interaksi ini membantu robot belajar dan memperbaiki kerjanya melalui pembaruan perangkat lunak yang kontinu. Weave Robotics menawarkan Issac 0 dengan harga Rp 133.58 ribu ($7.999) atau model langganan bulanan seharga Rp 7.51 juta ($450) , lengkap dengan garansi dua tahun dan prioritas pengiriman bagi para pelanggan awal. Robot ini menjadi alternatif menarik dibandingkan robot serbaguna yang masih dalam pengembangan untuk berbagai tugas rumah tangga.
16 Feb 2026, 11.37 WIB

AI Ciptakan Hewan Digital yang Kembangkan Penglihatan Fungsional Seperti di Alam

Para peneliti dari Swedia berhasil menciptakan hewan buatan di dunia digital yang secara bertahap berkembang dari makhluk sensitif cahaya sederhana menjadi makhluk dengan kemampuan penglihatan yang lengkap. Proses ini berlangsung tanpa diberikan instruksi khusus tentang bagaimana mata harus terbentuk, namun simulasi ini meniru proses evolusi alami. Dalam dunia buatan tersebut, hewan-hewan digital diberikan tugas untuk navigasi, menghindari rintangan, dan mencari makanan. Generasi demi generasi mengalami variasi dan yang paling mampu bertahan akan meneruskan sifatnya, serupa dengan proses seleksi alam di kehidupan nyata. Menariknya, jenis mata yang muncul di simulasi sangat mirip dengan yang ditemukan di alam, seperti mata kamera, mata majemuk, dan fotoreseptor tersebar. Hal ini menunjukkan bahwa evolusi digital mengikuti pola-pola yang sama dengan dunia nyata meskipun lingkungan yang dibuat sangat sederhana. Penelitian ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang bagaimana sistem penglihatan bisa terbentuk, tetapi juga memberi alat bagi para ilmuwan untuk menjelajahi pertanyaan besar tentang evolusi dan mengapa beberapa solusi evolusioner lebih umum daripada yang lain. Lebih jauh lagi, prinsip-prinsip evolusi yang digunakan dalam simulasi ini dapat diadaptasi dalam pengembangan teknologi yang lebih robust, efisien, dan adaptif, memberi harapan bagi kemajuan teknologi dengan inspirasi dari mekanisme alam.
16 Feb 2026, 10.25 WIB

Robot ADAM: Revolusi Belajar Imitasi untuk Membantu Tugas Rumah Lansia

Peneliti dari Universidad Carlos III de Madrid (UC3M) sedang mengembangkan sebuah robot bernama ADAM yang dapat mengoordinasikan dua lengan secara autonom untuk membantu tugas sehari-hari di rumah. Robot ini menjadi solusi teknologi bagi populasi yang menua dengan semakin sedikitnya orang yang dapat merawat mereka secara langsung. ADAM mampu melakukan berbagai tugas seperti menyiapkan dan membereskan meja, merapikan dapur, sampai memberikan minuman dan obat pada waktu yang telah ditentukan. Robot ini dirancang agar dapat berinteraksi dan membantu penggunanya dengan lebih natural dan adaptif, jauh berbeda dengan robot yang hanya menjalankan instruksi secara mekanis. Salah satu inovasi utama dari robot ini adalah metode pembelajaran imitasi yang memungkinkan robot belajar dari mengamati tindakan manusia dan menyesuaikan gerakan secara fleksibel. Jadi, jika objek berpindah posisi, robot akan mengubah trajektorinya agar tetap mencapai sasaran dengan benar tanpa kehilangan inti dari aksinya. ADAM saat ini masih berupa platform eksperimental dengan biaya pembuatan sekitar 80.000 hingga 100.000 euro.Walau begitu, para peneliti yakin dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, robot seperti ini akan menjadi lebih terjangkau dan umum digunakan di rumah-rumah sebagai alat bantu praktis bagi orang tua dan orang dengan kebutuhan khusus. Pengembangan teknologi ini menjadi sangat penting di tengah tantangan penuaan penduduk global. Robot seperti ADAM dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian lansia, serta mengurangi beban perawatan manual. Hal ini menunjukkan bahwa robot bukan hanya alat mekanis, melainkan bagian integral dari solusi sosial masa depan.
16 Feb 2026, 07.58 WIB

HoloRadar: Teknologi Baru yang Membantu Robot dan Mobil Otonom Melihat di Balik Sudut

Para peneliti dari Penn Engineers telah mengembangkan sebuah sistem baru bernama HoloRadar yang membantu robot dan kendaraan otonom untuk 'melihat' di balik sudut menggunakan gelombang radio yang diproses oleh kecerdasan buatan. Hal ini sangat berguna terutama di lingkungan dalam ruangan seperti gudang dan pabrik yang penuh hambatan. HoloRadar bekerja dengan memanfaatkan gelombang radio yang memiliki panjang gelombang lebih besar dibandingkan cahaya tampak, sehingga dinding dan permukaan halus lainnya bisa memantulkan sinyal radio seperti cermin. Hal ini memungkinkan robot untuk memetakan objek dan orang yang tidak terlihat secara langsung. Berbeda dengan teknologi sebelumnya yang mengandalkan cahaya sehingga terbatas oleh kondisi pencahayaan, HoloRadar dapat berfungsi dengan baik dalam gelap dan pencahayaan yang berubah-ubah. Ini memberi keuntungan besar untuk keamanan dan keandalan penginderaan. Sistem ini tidak menggantikan sensor yang sudah ada seperti LiDAR, melainkan melengkapinya dengan menambahkan lapisan persepsi ekstra. Dengan demikian, robot dan kendaraan otonom bisa mendapat informasi lebih awal tentang potensi bahaya di area yang tersembunyi, sehingga bisa mengambil keputusan lebih aman. Saat ini, HoloRadar sudah diuji pada robot bergerak di koridor dan sudut bangunan, yang berhasil memetakan dinding, lorong, dan orang di luar pandangan langsung. Rencana ke depan adalah memperluas penggunaannya di luar ruangan, seperti di persimpangan jalan dan situasi urban yang lebih dinamis.
16 Feb 2026, 07.43 WIB

ByteDance Dominasi AI Cloud di Gala Festival Musim Semi, Saingi Alibaba dan Tencent

Perusahaan teknologi besar Tiongkok seperti ByteDance, Alibaba, dan Tencent bersaing keras untuk menarik perhatian publik di Gala Festival Musim Semi yang disiarkan oleh CCTV, acara televisi yang sangat populer dan penting secara nasional seperti Super Bowl di AS. Acara ini tidak hanya ajang hiburan tapi juga menjadi barometer dukungan politik dan fokus industri pemerintah. ByteDance berhasil menjadi mitra eksklusif layanan AI cloud dalam gelaran gala tahun ini, menggantikan posisi Alibaba Cloud dari tahun sebelumnya. Perusahaan ini menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan teknologi AI terbaru seperti Seedance 2.0, sebuah model generasi video yang mendapat perhatian global. Dalam rangka memperkuat daya tarik dan interaksi dengan konsumen, ByteDance akan membagikan lebih dari 100.000 produk teknologi termasuk drone, kendaraan listrik, robot, dan printer 3D, serta amplop digital berisi uang hingga 8.888 yuan melalui undian berhadiah saat acara berlangsung. Sementara itu, Alibaba yang tidak mendapatkan kesempatan eksklusif di CCTV, mengalihkan strategi dengan mensponsori acara serupa yang diselenggarakan oleh beberapa broadcaster lokal di kota-kota besar seperti Shanghai dan Zhejiang. Tencent dan Alibaba juga menggelar program giveaway besar menjelang festival sebagai bagian dari persaingan mereka di pasar AI. Robot humanoid yang sebelumnya tampil dengan sukses seperti tarian rakyat menggunakan robot Unitree, kembali menjadi hiburan yang dinanti-nanti dalam acara ini sebagai contoh nyata kemajuan teknologi robotik yang menarik perhatian masyarakat luas.
Setelahnya

Baca Juga

  • Platform Konsumen Mengadopsi Integrasi AI

  • Sorotan Diskon Hari Presiden

  • Perubahan Penawaran Produk dan Strategi Pasar HP

  • Inovasi Ekosistem dan Produk Apple

  • Munculnya Kompetitor AI dan Teknologi China