Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Munculnya Kompetitor AI dan Teknologi China

Share

Startup dan raksasa teknologi di China semakin bersaing di kancah global dengan inovasi AI dan produk digital, menantang dominasi perusahaan internasional dan memicu pergolakan dalam lanskap teknologi.

12 Feb 2026, 20.10 WIB

Zhipu AI Luncurkan GLM-5, Model AI Canggih dengan Chip Dalam Negeri

Zhipu AI Luncurkan GLM-5, Model AI Canggih dengan Chip Dalam Negeri
Perusahaan kecerdasan buatan asal China, Zhipu AI, meluncurkan model AI terbaru bernama GLM-5 yang diklaim memiliki kemampuan lebih canggih dibandingkan model sebelumnya. Peluncuran ini terjadi di tengah persaingan ketat perusahaan teknologi domestik menjelang Tahun Baru Imlek. GLM-5 dikembangkan menggunakan chip buatan dalam negeri seperti chip Ascend dari Huawei serta produk dari Moore Threads, Cambricon, dan Kunlunxin. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah China mendorong swasembada semikonduktor untuk mengatasi pembatasan ekspor chip dari Amerika Serikat. Model GLM-5 memiliki kemampuan pemrograman yang lebih baik dan sanggup menjalankan tugas agen AI dalam waktu lama. Dalam uji tolok ukur, performa GLM-5 mendekati model Claude Opus 4.5 milik Anthropic dan melampaui Gemini 3 Pro milik Google pada beberapa pengujian. Selain Zhipu, perusahaan AI lain seperti MiniMax, ByteDance, dan Kuaishou juga meluncurkan model baru yang semakin ketat bersaing di pasar domestik. Zhipu dan MiniMax, bagian dari kelompok 'macan AI' China, bahkan baru saja melantai di Bursa Efek Hong Kong dengan kenaikan harga saham yang signifikan. Meski pendapatan utama Zhipu masih dari pasar domestik, perusahaan ini berambisi memperluas ekspansi global. CEO Zhang Peng menyatakan pendapatan dari luar negeri mulai tumbuh, walaupun belum secara langsung bersaing di pasar langganan konsumen AS.
12 Feb 2026, 16.07 WIB

Kampanye Alibaba Dorong Belanja AI Sebagai Gaya Hidup Baru di Tiongkok

Kampanye Alibaba Dorong Belanja AI Sebagai Gaya Hidup Baru di Tiongkok
Alibaba meluncurkan kampanye besar yang menggunakan aplikasi AI bernama Qwen untuk mengubah cara masyarakat Tiongkok berbelanja online selama Festival Musim Semi. Lebih dari 120 juta pesanan berhasil dilakukan dalam waktu hanya enam hari, yang menandakan tumbuhnya penerimaan masyarakat terhadap teknologi belanja baru ini. Kampanye ini berhasil menjangkau berbagai daerah, termasuk wilayah pedalaman dan kabupaten. Menariknya, sebanyak 1,56 juta orang dengan usia di atas 60 tahun mencoba pertama kali berbelanja online menggunakan aplikasi AI tersebut, menunjukkan teknologi ini mulai diterima oleh kelompok yang lebih tua. Alibaba menyediakan insentif senilai 3 miliar yuan atau sekitar Rp 7.20 triliun (US$431 juta) dalam bentuk hadiah yang dibagikan melalui aplikasi Qwen. Hal ini memicu persaingan yang ketat dengan perusahaan teknologi besar lain seperti Tencent dan Baidu yang juga mengadakan kampanye serupa di saat yang sama. Menurut layanan data internet QuestMobile, kombinasi antara AI, uang sosial, dan fitur pembayaran dalam kampanye berbasis paket merah ini mengakibatkan pertumbuhan pengguna yang sangat pesat dalam sejarah internet mobile di Tiongkok, menjadikan Festival Musim Semi sebagai ajang kompetisi strategi teknologi AI. Alibaba optimis bahwa kampanye tersebut telah memicu perubahan perilaku besar ke arah penggunaan belanja AI yang tidak hanya untuk sementara, tapi akan menjadi pilihan gaya hidup baru bagi banyak konsumen di masa depan, sekaligus memperkuat posisi korporasi dalam era dominasi teknologi AI.
12 Feb 2026, 09.51 WIB

Baidu Luncurkan BaiduWiki Multibahasa Berbasis AI untuk Saingi Wikipedia

Baidu Luncurkan BaiduWiki Multibahasa Berbasis AI untuk Saingi Wikipedia
Baidu, perusahaan teknologi besar asal Tiongkok, baru saja meluncurkan BaiduWiki sebagai saingan Wikipedia. Layanan ini menawarkan ensiklopedia online dalam bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Rusia, dan Jepang. Dengan ini, Baidu berharap dapat memperluas jangkauan informasi yang dapat diakses secara global. BaiduWiki memuat sekitar 1 juta entri yang diterjemahkan dengan bantuan agen kecerdasan buatan. Ini adalah langkah penting dalam menghadirkan informasi yang beraneka ragam dengan keakuratan bahasa yang tinggi, agar pengguna di berbagai negara bisa mendapatkan manfaat dari ensiklopedia ini. Sebelumnya, Baidu sudah lebih dulu meluncurkan Baidu Baike sejak tahun 2008 yang kini telah memiliki lebih dari 30 juta entri dalam bahasa Tionghoa. Peluncuran BaiduWiki adalah upaya menuju platform yang lebih mendunia, melampaui batasan bahasa dan wilayah. Selain BaiduWiki, perusahaan juga mengumumkan fitur 'global search' pada Ernie Assistant, chatbot yang memiliki lebih dari 200 juta pengguna aktif bulanan. Fitur ini membantu pengguna mengakses informasi tentang destinasi global dan tempat-tempat menarik di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Menurut analis internet Zhang Yi, strategi Baidu menggunakan AI dan Ernie Assistant untuk mengisi celah informasi antara pengguna lokal dan global sangat cerdas. Ini menunjukkan bahwa Baidu tidak hanya ingin fokus di pasar domestik, tapi juga melebarkan pengaruhnya di panggung internasional.

Baca Juga

  • Platform Konsumen Mengadopsi Integrasi AI

  • Sorotan Diskon Hari Presiden

  • Perubahan Penawaran Produk dan Strategi Pasar HP

  • Inovasi Ekosistem dan Produk Apple

  • Munculnya Kompetitor AI dan Teknologi China