Robot Otonom Ruby AI: Ubah Perawatan Tank 48 Jam Jadi 2 Jam di Israel
Courtesy of InterestingEngineering

Robot Otonom Ruby AI: Ubah Perawatan Tank 48 Jam Jadi 2 Jam di Israel

Memperkenalkan sistem robotik otonom yang secara signifikan mengurangi waktu dan risiko dalam perawatan tank, serta menghilangkan kebutuhan keterlibatan manusia dalam kondisi berbahaya yang dapat merugikan keselamatan dan kesehatan mereka.

16 Feb 2026, 20.00 WIB
5 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Robotika dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pemeliharaan militer.
  • AI Fisik memungkinkan robot untuk beroperasi dalam kondisi yang sulit dan berbahaya.
  • Inovasi dalam teknologi robotik dapat mengurangi beban kerja berbahaya bagi tentara.
Yerusalem, Israel - Ruby AI, sebuah perusahaan Israel, telah menciptakan robot otonom yang secara dramatis mempercepat perawatan tank milik IDF dari 48 jam menjadi hanya dua jam saja. Robot ini mengerjakan seluruh proses secara otomatis tanpa perlu campur tangan manusia.
Robot tersebut dilengkapi dengan beberapa lengan mekanik spesialis, menyerupai gurita mekanik, yang mampu membersihkan, memindai, serta melakukan perawatan rumit pada mesin tank. Teknologi yang dipakai disebut Physical AI, yang memungkinkan robot menyesuaikan diri dengan kondisi fisik yang tidak ideal seperti debu, kotoran, dan suhu ekstrem.
Salah satu tujuan utama penggunaan robot ini adalah untuk melindungi tentara dari paparan zat beracun, minyak korosif, dan cuaca ekstrem yang sebelumnya menjadi risiko besar dalam pekerjaan perawatan tank secara manual. Sistem ini sudah digunakan secara operasional dan terbukti efektif.
Sebelum proyek ini, Ruby AI juga mengembangkan robot otonom untuk operasi pengisian bahan bakar yang telah diterapkan di Uni Emirat Arab, menunjukkan keahliannya dalam menghadapi bahan berbahaya dengan aman. Perusahaan juga mengembangkan robot lain yang dapat menangani tugas berat seperti mengganti roda tank atau menembus lingkungan sulit di medan perang.
Ruby AI menolak membuat robot lucu untuk konsumen dan memilih fokus pada robot yang tahan banting dan efisien untuk tugas berat militer, termasuk juga pembuatan tangan bionik untuk keperluan medis militer presisi, yang semuanya bertujuan untuk mengurangi beban dan risiko bagi prajurit.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/ai-robotics/new-robot-to-cut-tank-maintenance-time

Analisis Ahli

Prof. Efraim Ben David (ahli robotika militer)
"Pendekatan Physical AI adalah langkah maju yang revolusioner karena menciptakan robot yang dapat beradaptasi secara fleksibel terhadap variabel lingkungan ekstrem, sesuatu yang belum banyak dicapai oleh robot militer sebelumnya."

Analisis Kami

"Pengembangan Physical AI oleh Ruby AI menandai terobosan penting dalam integrasi robotika dengan lingkungan militer tak terduga yang keras dan dinamis. Fokus mereka pada tugas berat dan berbahaya menunjukkan bahwa masa depan robot militer bukan hanya soal kekuatan tempur, tapi juga perawatan dan dukungan logistik yang efisien dan aman."

Prediksi Kami

Dalam waktu dekat, penggunaan robot otonom dalam operasi militer akan semakin meluas, menggantikan peran manusia dalam tugas-tugas berbahaya dan repetitif serta meningkatkan keselamatan dan efisiensi pemeliharaan alat berat militer.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan oleh Ruby AI?
A
Ruby AI adalah perusahaan yang mengembangkan sistem robotik untuk pemeliharaan tank dan tugas berbahaya lainnya.
Q
Bagaimana sistem robotik ini dapat mengurangi waktu pemeliharaan tank?
A
Sistem robotik ini mengubah proses pemeliharaan tank dari 48 jam menjadi 2 jam dengan otonomi penuh.
Q
Apa yang dimaksud dengan AI Fisik?
A
AI Fisik merujuk pada kemampuan robot untuk memahami dan berinteraksi dengan dunia fisik secara efektif.
Q
Apa tujuan utama dari pengembangan robot ini?
A
Tujuan utama pengembangan robot ini adalah untuk melindungi tentara dari risiko dan pekerjaan berat yang berbahaya.
Q
Siapa CEO dari Ruby AI dan apa latar belakangnya?
A
CEO dari Ruby AI adalah Daniel Ben Dov, yang memiliki pengalaman di industri pertahanan dan luar angkasa.