Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Perubahan Penawaran Produk dan Strategi Pasar HP

Share

HP melakukan penyesuaian strategi dengan merombak lini produk dan mengadopsi model bisnis baru untuk menghadapi persaingan global, menunjukkan dinamika pasar dan upaya untuk mempertahankan posisi mereka.

13 Feb 2026, 20.00 WIB

Bahaya Berlangganan Laptop HP: Biaya Tinggi dan Risiko Finansial

Bahaya Berlangganan Laptop HP: Biaya Tinggi dan Risiko Finansial
HP meluncurkan layanan berlangganan laptop untuk konsumen dan gamers dengan harga mulai dari 34,99 sampai 129,99 dolar per bulan. Layanan ini memungkinkan pengguna mendapatkan laptop terbaru dan dukungan 24/7, namun tanpa kepemilikan perangkat, karena laptop harus dikembalikan setelah masa berlangganan selesai. Meski menawarkan upgrade tahunan, layanan berlangganan ini menyimpan risiko besar jika pelanggan membatalkan sebelum 12 bulan penuh, termasuk denda yang sangat tinggi yang bisa mencapai harga penuh laptop. Jika pelanggan gagal mengembalikan perangkat, mereka juga dikenakan biaya yang hampir sama dengan harga laptop baru. Perbandingan harga memperlihatkan bahwa berlangganan lebih mahal dari membeli laptop secara langsung, terutama setelah jangka waktu 14 sampai 24 bulan. Bahkan jika hanya berlangganan satu tahun, biaya yang dikeluarkan sudah menghabiskan sekitar sepertiga hingga setengah harga laptop saat ini di pasaran. Layanan ini cenderung menargetkan konsumen dengan pendapatan lebih rendah yang tidak mampu membeli laptop secara langsung. Namun, model ini justru dapat membebani mereka dengan biaya mahal dan fasilitas yang kurang menguntungkan, sehingga lebih disarankan untuk membeli laptop bekas atau refurbished yang bisa dimiliki secara permanen. HP belum memberikan tanggapan atas kritik dan pertanyaan terkait layanan ini. Ke depannya, layanan berlangganan ini kemungkinan akan lebih diawasi dan dikecam oleh publik, karena konsumen mulai menyadari bahwa membayar berlangganan tidak selalu lebih baik daripada memiliki produk secara langsung.
12 Feb 2026, 21.00 WIB

Pasar Ponsel Lipat Book-Style Diprediksi Tumbuh Meski Krisis Chip Melanda 2026

Pasar Ponsel Lipat Book-Style Diprediksi Tumbuh Meski Krisis Chip Melanda 2026
Industri ponsel dunia diprediksi menghadapi tantangan besar pada tahun 2026 karena krisis chip memori yang menyebabkan harga produksi dan jual meningkat. Hal ini mengakibatkan penjualan ponsel secara keseluruhan menurun sekitar 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ada segmen ponsel yang justru menunjukkan pertumbuhan signifikan, yaitu ponsel lipat. Ponsel lipat jenis book-style, yang bentuknya seperti buku, bakal mendominasi sekitar 65% pasar ponsel lipat di 2026. Saat ini, ponsel lipat book-style seperti Samsung Galaxy Z Fold dan Google Pixel Fold sudah ada di pasaran. Hal ini menunjukkan minat konsumen yang meningkat terhadap ponsel jenis ini, walaupun harganya cenderung lebih mahal dibanding ponsel lipat clamshell. Perubahan ini menandakan bahwa konsumen kini lebih mengutamakan kebutuhan produktivitas saat memilih ponsel. Ponsel lipat book-style menawarkan spesifikasi yang lebih mentereng dan mendukung produktivitas yang lebih baik. Bahkan pada semester kedua 2025, penjualan Galaxy Z Fold 7 sudah melampaui Galaxy Z Flip 7 yang berlainan jenis ponsel lipat. Masuknya Apple ke dalam pasar ponsel lipat juga akan menjadi momen penting pada paruh kedua tahun 2026. Apple diperkirakan akan meluncurkan ponsel lipat pertamanya, yang bisa mempercepat pertumbuhan pasar dan meningkatkan persaingan di segmen ini. Sementara itu, segmen ponsel flagship termasuk ponsel lipat akan relatif aman dari dampak krisis chip. Dengan latar belakang ini, produsen ponsel lebih memprioritaskan perangkat bernilai tinggi ketimbang volume produksi. Fokus ini membuat ponsel lipat book-style menjadi pilihan utama yang strategis di tengah kondisi pasar yang menantang. Hal ini membuka peluang besar bagi ponsel lipat untuk terus berkembang dan mengubah pola konsumsi ponsel ke depan.
12 Feb 2026, 19.00 WIB

HP ZBook Ultra G1a: Laptop Bisnis Kuat dengan Performa Gaming dan Layar OLED

HP ZBook Ultra G1a: Laptop Bisnis Kuat dengan Performa Gaming dan Layar OLED
Laptop bisnis biasanya dianggap membosankan dan hanya dipilih untuk efisiensi massal. Namun, HP ZBook Ultra G1a hadir sebagai laptop kelas atas dengan spesifikasi tinggi, seperti prosesor AMD Strix Halo APU, RAM besar, dan layar OLED yang tajam. Ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang butuh laptop bisnis dengan performa lebih baik, termasuk untuk gaming ringan. HP ZBook Ultra G1a menawarkan layar OLED 14 inci dengan resolusi tinggi dan refresh rate 120Hz yang membuat tampilannya sangat tajam dan kontras. Laptop ini juga memiliki keyboard dan trackpad berkualitas tinggi serta kamera 5MP yang bagus untuk video conference. Port yang tersedia cukup lengkap, dengan yang paling menonjol adalah dukungan Thunderbolt 4 – fitur yang jarang ditemukan pada laptop AMD. Performa prosesor AMD Ryzen AI Max Plus Pro 395 dengan 16 core CPU dan 40 core grafis membuat laptop ini kuat untuk berbagai pekerjaan profesional, termasuk pengolahan gambar dan pekerjaan AI. Saat diuji dengan aplikasi berat dan gaming, ZBook Ultra mampu memberikan performa baik dengan daya tahan baterai yang cukup sampai 8 jam untuk penggunaan kerja normal. Namun, laptop ini bukan tanpa kekurangan. Harganya sangat mahal, di atas 4.600 dolar untuk konfigurasi tertinggi, dan ada beberapa gangguan dari software keamanan perusahaan HP yang agak mengganggu pengguna pribadi. Selain itu, beberapa fitur seperti kecerahan layar yang bisa lebih terang dan kualitas speaker masih bisa ditingkatkan. Secara keseluruhan, HP ZBook Ultra G1a adalah pilihan tepat bagi mereka yang membutuhkan laptop portabel berperforma tinggi untuk pekerjaan profesional sekaligus bisa digunakan untuk gaming ringan. Dengan harga premium, ini bukan untuk semua orang, tapi menandakan arah positif penggunaan prosesor AMD Strix Halo di laptop bisnis kelas atas.
12 Feb 2026, 11.35 WIB

Warna Cosmic Orange Bikin Penjualan iPhone 17 Melejit di China

Warna Cosmic Orange Bikin Penjualan iPhone 17 Melejit di China
iPhone 17 varian baru dengan warna Cosmic Orange sedang menjadi perbincangan hangat di China dan berhasil meningkatkan penjualan Apple secara signifikan setelah bertahun-tahun mengalami penurunan. Warna yang mencolok ini membuat iPhone terbaru lebih mudah dikenali sebagai gadget premium dan baru dibandingkan model sebelumnya. Desain baru ini membuat banyak konsumen di China tertarik untuk segera mengganti iPhone lama mereka dengan iPhone 17 Cosmic Orange yang disebut sebagai warna 'oranye Hermès,' mirip dengan merek mewah asal Prancis. Banyak pengguna membagikan pengalaman mereka memakai warna baru ini di media sosial sehingga meningkatkan popularitas model ini. Apple berhasil meningkatkan penjualan di China sebesar 38% pada kuartal keempat 2025, dengan pendapatan mencapai 26 miliar dolar AS. Keberhasilan ini muncul setelah hampir tiga tahun penjualan Apple menurun karena tekanan dari pesaing lokal dan kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan iPhone di sektor publik. Tidak hanya warna, iPhone 17 juga membawa peningkatan pada kamera, chip, layar, dan baterai yang semakin memicu pengguna melakukan upgrade. Pemerintah China juga memberikan subsidi hingga 500 yuan bagi pembeli smartphone dengan harga di bawah 6.000 yuan, termasuk model iPhone 17, yang makin mendorong penjualan. Meskipun tantangan tetap ada, termasuk persaingan ketat dan keluhan pengguna terhadap sistem operasi pesaing seperti Harmony milik Huawei, Apple berhasil membalikkan tren negatifnya di China dengan strategi desain produk dan pemasaran yang tepat sasaran.

Baca Juga

  • Platform Konsumen Mengadopsi Integrasi AI

  • Sorotan Diskon Hari Presiden

  • Perubahan Penawaran Produk dan Strategi Pasar HP

  • Inovasi Ekosistem dan Produk Apple

  • Munculnya Kompetitor AI dan Teknologi China