
Campak adalah penyakit virus yang sangat menular, yang dalam beberapa tahun terakhir mulai muncul kembali di Amerika Serikat dan dunia. Penurunan vaksinasi dan peningkatan penolakan vaksin membuat wabah semakin sering terjadi, bahkan sampai menyebabkan ribuan kasus di AS dan ratusan ribu global.
Gejala campak biasanya muncul 7-14 hari setelah terpapar, diawali dengan demam tinggi, batuk, hidung berair, dan mata merah. Tanda khas adalah bintik Koplik di dalam mulut, kemudian muncul ruam merah yang dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Virus dapat menular sebelum ruam muncul dan bertahan di udara hingga dua jam.
Vaksinasi MMR sangat efektif dalam mencegah penyakit ini, dengan dua dosis memberikan perlindungan lebih dari 99%. Namun cakupan vaksin di AS turun dari 95,2% ke 92,5% di antara anak-anak taman kanak-kanak, menyebabkan ratusan ribu anak menjadi rentan virus campak.
Komplikasi campak bisa serius mulai dari diare, infeksi telinga, hingga pneumonia atau radang otak (ensefalitis). Kelompok berisiko tinggi termasuk bayi, orang dewasa di atas 20 tahun, wanita hamil, dan mereka dengan sistem imun lemah mengalami risiko kematian atau komplikasi berat lebih tinggi.
Untuk mencegah penyebaran, penting bagi orang yang diduga terkena campak untuk tidak langsung datang ke fasilitas kesehatan tanpa telepon terlebih dahulu. Pengobatan cepat, isolasi, dan koordinasi dengan dinas kesehatan sangat penting, serta pemberian vaksinasi atau imunoglobulin pasca-paparan bagi yang berisiko.