Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Inisiatif Energi Terbarukan dan Ketahanan Iklim

Share

Berbagai proyek dan kebijakan mengintegrasikan energi terbarukan serta inovasi teknologi untuk meningkatkan ketahanan iklim dan mengurangi dampak perubahan cuaca ekstrem.

16 Feb 2026, 02.04 WIB

TotalEnergies dan Google Kolaborasi Bangun Proyek Surya 1 Gigawatt di Texas

TotalEnergies dan Google Kolaborasi Bangun Proyek Surya 1 Gigawatt di Texas
TotalEnergies bekerja sama dengan Google untuk menyediakan tenaga listrik tenaga surya berskala besar guna mendukung pusat data Google di Texas. Melalui dua proyek baru yaitu Wichita solar farm dan Mustang Creek, TotalEnergies akan memasok 1 gigawatt energi bersih yang akan mulai dibangun pada kuartal kedua tahun 2026. Kesepakatan ini merupakan perjanjian pembelian listrik terbesar yang pernah dilakukan TotalEnergies di Amerika Serikat. TotalEnergies berfokus pada energi baru yang akan memperkuat jaringan listrik regional dan mendukung kebutuhan konsumsi energi bersih Google yang terus meningkat seiring dengan ekspansi infrastruktur digitalnya. Proyek ini juga menjawab dua kendala utama di sektor pusat data, yaitu keterbatasan lahan untuk pembangkit listrik baru dan kebutuhan akan pasokan listrik yang stabil. Dengan menggabungkan pusat data dengan pembangkit listrik setempat, proyek ini dapat menciptakan model yang lebih efisien dan berkelanjutan. TotalEnergies telah memiliki portofolio energi terbarukan yang besar di Amerika Serikat dengan lebih dari 10 gigawatt kapasitas, dan melalui kesepakatan baru ini, mereka menunjukkan posisi kuat sebagai penyedia energi bersih untuk perusahaan global besar, termasuk Google dan Airbus. Kesepakatan ini juga menunjukkan komitmen Google dalam mendukung ketersediaan listrik yang stabil, terjangkau, dan bersih di Texas yang sangat penting untuk perkembangan layanan cloud dan kecerdasan buatan mereka. Dengan tambahan kapasitas energi surya ini, masa depan pusat data yang lebih hijau semakin nyata.
29 Jan 2026, 22.24 WIB

Fenomena Salju Langka Mungkin Terjadi di Tampa Bay Karena Gelombang Dingin

Fenomena Salju Langka Mungkin Terjadi di Tampa Bay Karena Gelombang Dingin
Gelombang udara sangat dingin dari Kutub Utara sedang memengaruhi banyak bagian Amerika Serikat, termasuk kemungkinan badai Nor’easter yang dapat membawa salju dari Georgia hingga ke wilayah Timur Laut atas. Fenomena ini sangat jarang terjadi di daerah Florida yang biasanya hangat, seperti Tampa Bay. Salah satu penjelasan utama mengenai salju yang mungkin turun di Tampa Bay mirip dengan fenomena Lake Effect Snow di sekitar Great Lakes, di mana udara dingin bergerak di atas air yang lebih hangat sehingga menguapkan air dan menghasilkan salju yang deras di daratan. Pada kasus Tampa Bay, kondisi 'Gulf Effect Snow' bisa terjadi saat angin kuat membawa udara sangat dingin di atas perairan Teluk Meksiko yang suhunya relatif hangat. Kondisi ini dapat menciptakan awan strato-kumulus yang tidak stabil dan menghasilkan presipitasi dingin di daratan pesisir Florida. National Weather Service mengingatkan bahwa hujan ringan bisa berubah menjadi hujan salju atau salju ringan jika suhu turun ke sekitar 36-39 derajat Fahrenheit di malam hari. Namun, kemunculan salju tersebut masih termasuk peristiwa berprobabilitas rendah. Seandainya Tampa Bay mengalami salju, itu akan menjadi kejadian langka, hanya ketiga kalinya dalam catatan sejarah modern. Para ahli mencatat faktor kelembapan yang tersedia sangat berperan dalam menentukan apakah fenomena ini bisa benar-benar terjadi.
29 Jan 2026, 10.59 WIB

Indiana Gigih Manfaatkan Limbah Batu Bara untuk Rare Earth demi Kemandirian Nasional

Indiana Gigih Manfaatkan Limbah Batu Bara untuk Rare Earth demi Kemandirian Nasional
Indiana sedang mencoba cara baru untuk mengambil rare earth elements dari limbah batu bara yang sudah ada di negara bagian tersebut. Rare earth elements adalah bahan penting untuk teknologi tinggi seperti elektronik dan energi terbarukan. Namun, selama ini Amerika Serikat sangat bergantung pada impor bahan ini dari China. Gubernur Mike Braun membentuk Dewan Rare Earth Recovery Council untuk menyelidiki apakah limbah batu bara bisa digunakan sebagai sumber rare earth. Laporan panjang sebanyak 83 halaman yang didukung oleh pemerintah dan lembaga energi menunjukkan bahwa peluang ini cukup besar namun teknologinya masih mahal. Negara bagian Indiana memiliki banyak limbah akibat aktivitas pertambangan batu bara selama bertahun-tahun. Limbah ini seperti abu batu bara dan sisa pengolahan batu bara, yang mengandung mineral tanah jarang. Proyek akan dimulai dengan beberapa uji coba untuk melihat bagaimana cara ekstraksi dan pemantauan lingkungan. Dewan ini juga berencana membentuk sebuah konsorsium yang melibatkan pemerintah, universitas, dan industri swasta. Tujuannya agar ada kerjasama yang baik dan pemanfaatan teknologi bersama agar proyek berjalan lancar dan mendukung pembangunan ekonomi lokal. Meskipun kandungan mineralnya relatif rendah, teknologi sudah bisa digunakan untuk mengekstraknya dengan biaya yang saat ini masih tinggi. Jika biaya tersebut bisa ditekan lewat inovasi dan dukungan kebijakan, Indiana bisa jadi pelopor baru untuk memproduksi rare earth di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada China.
29 Jan 2026, 00.57 WIB

Captain Arctic: Yacht Ekspedisi Ramah Lingkungan yang Mengubah Industri Kapal Pesiar

Captain Arctic: Yacht Ekspedisi Ramah Lingkungan yang Mengubah Industri Kapal Pesiar
Captain Arctic adalah kapal pesiar baru karya perusahaan Selar dari Prancis yang digadang-gadang sebagai kapal ekspedisi paling ramah lingkungan di dunia. Panjang kapalnya mencapai 229,7 kaki dengan teknologi layar tenaga surya yang unik untuk mengurangi emisi karbon hingga 90 persen. Kapal ini juga dilengkapi dengan hull yang diperkuat sehingga bisa berlayar di perairan es dengan aman. Proyek ini dipimpin oleh Sophie Galvagnon, seorang kapten Arktik termuda yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di bidang pelayaran di wilayah kutub. Bersama dua rekan pengusaha, mereka ingin mengubah cara dunia melihat pariwisata di daerah dingin yang kini semakin ramai dikunjungi, demi menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalisir dampak negatif kapal konvensional. Captain Arctic akan menyediakan layanan mewah bagi hingga 36 tamu dengan fasilitas seperti spa, bar bergaya tahun 1920-an, serta laboratorium ilmiah untuk mendukung penelitian lingkungan. Selain itu, kapal ini akan mengajak para tamu untuk menikmati aktivitas yang otentik dan edukatif seperti mendaki dan mengamati fenomena alam seperti cahaya utara dan kehidupan laut orca. Selain teknologi layar tenaga surya, kapal ini menggunakan dua baling-baling yang dapat bekerja seperti turbin air, serta memanfaatkan reverse osmosis dan boiler pelet kayu daur ulang untuk menghasilkan air bersih dan pemanas tanpa kerak bahan bakar fosil. Semua ini menjadikan Captain Arctic sebagai kapal yang sangat hening dan minim getaran dengan jejak karbon rendah. Captain Arctic akan mulai beroperasi pada November 2026 di perairan Norwegia, Svalbard, dan Greenland. Kapten Galvagnon berharap proyek ini dapat menjadi inspirasi bagi industri pelayaran dunia untuk beralih ke teknologi hijau dan mendukung perlindungan lingkungan wilayah kutub yang semakin terancam oleh pariwisata dan pengoperasian kapal konvensional.
28 Jan 2026, 10.45 WIB

Michigan Siap Eksplorasi Hidrogen Geologis, Energi Bersih Masa Depan

Michigan Siap Eksplorasi Hidrogen Geologis, Energi Bersih Masa Depan
Michigan sedang mempersiapkan eksplorasi untuk hidrogen geologis, sebuah sumber energi alami yang berada di bawah permukaan tanah. Gubernur Gretchen Whitmer menerbitkan Arahan Eksekutif No. 2026-1 sebagai langkah awal untuk memulai investigasi lebih jauh tentang potensi sumber energi baru yang bisa menggantikan bahan bakar fosil dan mendukung lingkungan lebih bersih. Hidrogen geologis juga disebut dengan istilah 'white' atau 'gold hydrogen' karena keberadaannya yang alami dan tidak memunculkan karbon dioksida ketika digunakan sebagai bahan bakar. US Geological Survey telah mengembangkan peta pertama yang menunjukkan titik-titik potensial dimana hidrogen ini bisa ditemukan di Amerika Serikat, termasuk daerah Michigan yang terletak dalam Midcontinent Rift. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah menyiapkan regulasi, mengidentifikasi kendala hukum, dan mengatur perizinan agar eksplorasi dan produksi hidrogen geologis bisa dilakukan secara efisien dan aman. Departemen Lingkungan, Departemen Sumber Daya Alam, dan kantor infrastruktur Michigan mendapat tugas khusus untuk membuat laporan dan rencana tindakan terhadap pengembangan hidrogen ini. Dampak ekonomi dari pengembangan hidrogen geologis diharapkan sangat besar, yang dapat menciptakan ribuan pekerjaan dengan upah yang baik dan menghasilkan pendapatan negara hingga jutaan dolar. Selain itu, ini juga akan menggerakkan sektor swasta untuk berinvestasi lebih banyak sehingga Michigan bisa menjadi pemimpin dalam ekonomi hidrogen Amerika Serikat. Para ahli seperti Judd Herzer dari Michigan State University yakin dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, universitas, dan bisnis, hidrogen geologis bisa cepat diadopsi sebagai sumber energi bersih yang mempunyai potensi besar untuk mendukung mobilitas energi terbarukan, keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan manufaktur mutakhir di Michigan.

Baca Juga

  • Mengeksplorasi Keajaiban Alam Unik di Indonesia

  • Inovasi AI Revolusioner dalam Kesehatan

  • Kemajuan dalam Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa

  • Penemuan Kuno dan Terobosan Matematika

  • Inisiatif Energi Terbarukan dan Ketahanan Iklim