
Sebuah macan tutul terluka di kaki depannya ditemukan di Gunung Sanggabuana dan diduga menjadi korban penembakan oleh pemburu liar. Satwa langka dan dilindungi ini kini dalam pencarian intensif oleh tim gabungan untuk memastikan keselamatan dan kesehatannya.
Tim evakuasi terdiri dari personel TNI AD, BBKSDA Jawa Barat, dan organisasi konservasi seperti Sanggabuana Conservation Foundation. Pencarian dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 26 hingga 28 Januari 2026 dengan menggunakan kamera trap untuk membantu menemukan keberadaan macan tutul tersebut.
Pada hari pertama pencarian, tim belum berhasil bertemu langsung dengan macan tutul, namun ditemukan tanda-tanda keberadaannya seperti jejak kaki dan kaisan di area sekitar. Kamera trap tambahan juga dipasang untuk memaksimalkan pemantauan terhadap pergerakan satwa.
Pencarian hari kedua menghadapi hambatan berupa hujan deras yang turun di siang hari, membuat medan di punggungan gunung menjadi licin dan berisiko. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan aman dan kondusif tanpa menemukan satwa secara langsung.
Pencarian ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk melindungi dan menyelamatkan satwa liar yang dilindungi di kawasan Gunung Sanggabuana. Upaya evakuasi dan perlindungan ini penting untuk menjaga keberlangsungan populasi macan tutul yang terancam oleh perburuan ilegal.