
Pada awal Februari 2026, akan terjadi fenomena bulanan yang sangat menarik yakni Bulan Purnama Salju yang kedua. Bulan ini akan terlihat sangat terang dengan waktu puncak pada sore hari tanggal 1 Februari. Bulan ini akan muncul di konstelasi Leo, tepat di bawah sebuah kelompok bintang yang sangat indah dan terang yang dikenal sebagai Klaster Bintang Beehive.
Klaster Bintang Beehive atau M44 adalah salah satu klaster bintang terbuka yang paling menonjol dan dekat dengan tata surya kita, yakni hanya berjarak 577 tahun cahaya. Klaster ini bisa dilihat dengan mata telanjang, namun menggunakan teleskop atau teropong akan menampilkan lebih dari seratus bintang yang tersebar dengan bentuk yang memukau di langit malam.
Selain itu, ada peristiwa langka pada tanggal 2 Februari 2026 di beberapa wilayah di Amerika Utara, yaitu ketika Bulan hampir penuh akan menutupi bintang terang Regulus dalam sebuah kejadian yang disebut okultasi. Fenomena ini sangat jarang terjadi dan tidak akan terulang lagi hingga akhir tahun 2030-an.
Bulan purnama ini juga dikenal dengan banyak nama lain dari berbagai budaya asli, seperti Bulan Lapar, Bulan Beruang, hingga Bulan Groundhog. Nama-nama ini menunjukkan bagaimana masyarakat tradisional mengaitkan fase bulan dengan kondisi alam dan musim.
Setelah Bulan Purnama Salju, akan terjadi fenomena astronomi menarik lainnya yaitu gerhana matahari cincin pada tanggal 17 Februari yang terlihat dari Antartika, dan gerhana bulan total pada 3 Maret yang dikenal dengan istilah Bulan Darah, di mana permukaan bulan akan berubah warna menjadi kemerahan selama hampir satu jam dan bisa diamati dari Amerika Utara dan beberapa wilayah lainnya.