
Varaha adalah startup teknologi iklim yang berbasis di India yang baru-baru ini berhasil mengumpulkan 20 juta dolar AS sebagai bagian dari putaran pendanaan Seri B sebesar 45 juta dolar. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan proyek penghapusan karbon di wilayah Asia dan Afrika, dengan tujuan menjadi pemasok kredit karbon yang terverifikasi dengan biaya lebih rendah dibandingkan kawasan Eropa dan Amerika Utara.
Didirikan pada 2022, Varaha memanfaatkan biaya operasional yang rendah di negara berkembang, ketersediaan rantai pasokan pertanian yang luas, serta bakat teknis yang besar di India. Mereka memanfaatkan empat jalur untuk penghapusan karbon, yaitu pertanian regeneratif, agroforestri, biochar, dan pelapukan batuan yang ditingkatkan, bekerja sama dengan petani kecil dan mitra industri.
Hingga saat ini, Varaha telah berhasil menghapus lebih dari 2 juta ton karbon dioksida, menghasilkan sekitar 150 ribu kredit karbon yang diverifikasi lewat registri internasional. Mereka menjadi yang pertama di India dan Asia menerbitkan kredit karbon dari proyek biochar dan pelapukan batuan yang diverifikasi secara internasional.
Pendapatan Varaha mencapai 430 juta Rupee (sekitar 4,76 juta dolar) pada tahun keuangan terakhir dan diproyeksikan meningkat hingga hampir 2 miliar Rupee (sekitar 22,15 juta dolar) pada tahun berikutnya. Startup ini juga sudah berhasil menjalin perjanjian jangka panjang dengan perusahaan global besar seperti Google, Microsoft, Lufthansa, Swiss Re, dan Capgemini.
Dengan operasi yang tersebar di India, Nepal, Bangladesh, Bhutan, dan Pantai Gading, serta memperluas pasar ke Vietnam dan Indonesia, Varaha berencana menggunakan pendanaan terbaru untuk memperluas jangkauan dan meluncurkan Program Mitra Industri untuk mendukung proses penghapusan karbon berbasis biochar melalui kemitraan strategis, bukan hanya dengan kepemilikan aset langsung.