Rahasia Penurunan Kalsium Laut: Kunci Perubahan Iklim Bumi 66 Juta Tahun Lalu
Courtesy of CNBCIndonesia

Rahasia Penurunan Kalsium Laut: Kunci Perubahan Iklim Bumi 66 Juta Tahun Lalu

Mengungkap hubungan antara penurunan kadar kalsium terlarut di laut dan perubahan iklim besar yang menyebabkan penurunan suhu Bumi sekitar 66 juta tahun lalu, serta memahami dampak dari proses geologis yang mempengaruhi iklim Bumi.

04 Feb 2026, 10.45 WIB
242 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perubahan iklim Bumi dapat dipengaruhi oleh kadar kalsium di lautan.
  • Penurunan kadar kalsium berhubungan langsung dengan penurunan suhu Bumi.
  • Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang peran kimia air laut dalam perubahan iklim sepanjang sejarah geologis.
Jakarta, Indonesia - Sekitar 66 juta tahun lalu, setelah zaman dinosaurus, Bumi mengalami perubahan iklim drastis dari iklim tropis yang hangat menjadi sangat dingin. Para ilmuwan dari berbagai negara berkolaborasi untuk menemukan penyebab perubahan ini, salah satunya dengan meneliti kadar kalsium dalam air laut yang berubah secara signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar kalsium terlarut di laut menurun lebih dari 50% selama 66 juta terakhir. Pada awal Era Senozoikum, kadar kalsium tinggi menyebabkan karbondioksida disimpan lebih sedikit di laut sehingga lebih banyak dilepaskan ke udara, membuat Bumi lebih hangat.
Saat kadar kalsium menurun, karbon dioksida akhirnya terserap kembali oleh laut dari atmosfer, sehingga menurunkan suhu Bumi hingga 15-20 derajat Celsius. Fenomena ini menjadi salah satu penjelasan utama perubahan iklim besar pada waktu tersebut.
Para peneliti menggunakan fosil makhluk laut kecil yang ditemukan di dasar laut serta membuat model komputer untuk melihat bagaimana perubahan kadar kalsium mempengaruhi pertukaran kimia dan kehidupan laut seperti karang dan plankton yang menyimpan karbon.
Selain itu, penemuan juga mengaitkan penurunan kadar kalsium dengan perlambatan proses pemekaran dasar samudera yang merupakan aktivitas vulkanik pembentuk dasar laut baru. Proses ini mempengaruhi pertukaran kimia antara batuan dan air laut, sehingga memicu perubahan iklim jangka panjang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204104235-37-708030/bumi-sudah-berubah-peneliti-ungkap-fakta-66-juta-tahun-lalu

Analisis Ahli

David Evans
"Perubahan kadar kalsium di laut secara signifikan mempengaruhi jumlah CO2 yang tersimpan di laut versus yang dilepaskan ke atmosfer, sehingga berdampak langsung pada iklim global."
Yair Rosenthal
"Kimia air laut bukan hanya respon terhadap perubahan iklim, tetapi mungkin menjadi penyebab utama perubahan iklim selama waktu geologis."

Analisis Kami

"Penemuan hubungan antara kadar kalsium laut dan perubahan iklim kuno ini membuka perspektif baru bahwa perubahan iklim dapat dipengaruhi oleh proses geologis dalam bumi yang jarang diperhitungkan sebelumnya. Ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam studi iklim untuk memahami kompleksitas sistem bumi secara menyeluruh."

Prediksi Kami

Jika proses geologis dasar laut seperti pemekaran samudera terus berubah, mungkin akan berdampak pada siklus karbon dan iklim Bumi di masa depan dengan cara yang belum sepenuhnya kita pahami.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan perubahan iklim Bumi 66 juta tahun lalu?
A
Perubahan iklim Bumi 66 juta tahun lalu disebabkan oleh penurunan kadar kalsium di air laut.
Q
Bagaimana kadar kalsium di air laut berpengaruh terhadap suhu Bumi?
A
Kadar kalsium yang lebih rendah menyebabkan karbon dioksida terlepas dari atmosfer, menurunkan suhu Bumi hingga 15-20 derajat Celsius.
Q
Apa metode yang digunakan para peneliti untuk melakukan penelitian ini?
A
Para peneliti menggunakan sisa fosil makhluk laut dan menggali sedimen di dasar laut untuk menyusun catatan kimia laut.
Q
Siapa penulis utama dari penelitian ini?
A
Penulis utama dari penelitian ini adalah David Evans.
Q
Apa hubungan antara proses pemekaran dasar samudera dan perubahan konsentrasi kalsium?
A
Proses pemekaran dasar samudera yang melambat menyebabkan perubahan dalam pertukaran kimia antara batuan dan air laut, yang berdampak pada konsentrasi kalsium.