Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Inovasi Medis dan Bioteknologi

Share

Berita-berita yang menampilkan terobosan dalam bidang medis dan bioteknologi, termasuk pengembangan obat kanker, inovasi layanan kesehatan berbasis AI, dan transformasi teknik pencitraan sel.

06 Feb 2026, 16.00 WIB

Fosun Pharma dan Eisai Jalin Kolaborasi Besar Untuk Obat Kanker Baru

Fosun Pharma dan Eisai Jalin Kolaborasi Besar Untuk Obat Kanker Baru
Fosun Pharma, melalui anak perusahaannya Shanghai Henlius Biotech, menandatangani kesepakatan senilai 1,55 miliar dolar AS dengan perusahaan Jepang, Eisai, untuk mengembangkan dan mengkomersialkan obat kanker serplulimab di Jepang. Kesepakatan ini merupakan bagian dari tren baru di mana perusahaan farmasi asal Tiongkok semakin berperan aktif dalam pengembangan obat mereka bersama mitra global. Eisai membayar uang muka sebesar 75 juta dolar AS untuk mendapatkan hak eksklusif memasarkan serplulimab di Jepang, sekaligus berbagi hak dalam mengembangkan dan memproduksi obat tersebut di sana. Ini menandai langkah besar dalam penempatan obat kanker buatan Tiongkok ke pasar Jepang yang sangat kompetitif. Henlius saat ini sedang menjalani uji klinis fase dua di Jepang untuk menguji efektivitas serplulimab pada pengobatan kanker paru paru kecil. Selain itu, mereka berencana melakukan studi baru untuk menguji potensi obat ini mengobati kanker lambung, yang menunjukkan komitmen mereka untuk memperluas indikasi terapinya. Selain uang muka, Fosun Pharma dan Henlius berkesempatan menerima pembayaran milestone hingga 80 juta dolar AS dan bonus penjualan hingga 233 juta dolar AS. Selain itu, mereka juga akan mendapat royalti ganda digit dari penjualan obat di masa mendatang, memperlihatkan potensi keuntungan jangka panjang dari kerjasama ini. Serplulimab telah mendapat persetujuan penggunaan di Cina dan Uni Eropa berdasarkan potensi obat ini dalam memenuhi kebutuhan medis yang belum terpenuhi secara signifikan. Dengan kolaborasi bersama Eisai, diharapkan pasien di Jepang dapat segera mendapatkan akses terhadap pengobatan inovatif ini.
04 Feb 2026, 07.00 WIB

Mikroskopi Ekspansi: Cara Murah dan Mudah Membesarkan Sel Mikro dengan Detil

Mikroskopi Ekspansi: Cara Murah dan Mudah Membesarkan Sel Mikro dengan Detil
Ketika ilmuwan menggunakan mikroskop klasik, mereka sering menghadapi kesulitan melihat detail kecil pada objek yang diamati seperti mikroba. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan lensa dan sulitnya memasukkan pewarna ke dalam sel dengan dinding yang kuat, sehingga membuat gambar menjadi kurang jelas. Sebagai solusi, teknik mikroskopi ekspansi ditemukan. Teknik ini menggunakan bahan hidrogel yang sama dengan yang ada di popok bayi yang mampu menyerap air dan mengembang, sehingga memperbesar ukuran sampel biologis tanpa merusak strukturnya. Para ilmuwan seperti Omaya Dudin dan Gautam Dey telah menggunakan teknik ini di laboratorium mereka dan menemukan bahwa gambar mikroskopi menjadi jauh lebih jelas dan pewarna dapat menembus sel dengan mudah. Hal ini memungkinkan peneliti melihat struktur internal sel dengan detil yang belum pernah terlihat sebelumnya. Keunggulan lain dari mikroskopi ekspansi adalah biayanya yang rendah dan kemudahan dalam mempelajarinya. Bahkan menggunakan mikroskop fluoresensi dasar sudah cukup untuk memanfaatkan teknik ini, sehingga teknik ini dapat diakses oleh banyak laboratorium tanpa membutuhkan alat mahal. Para ahli memperkirakan bahwa dalam waktu dekat, teknik ini akan menjadi standar baru dalam penelitian biologi sel di seluruh dunia. Dengan teknologi ini, penelitian tentang sel dan jaringan akan makin meluas dan membantu penemuan ilmiah menjadi lebih cepat dan efisien.
04 Feb 2026, 00.14 WIB

Lotus Health AI: Dokter Digital Gratis yang Ubah Cara Kita Dapatkan Perawatan Medis

Lotus Health AI: Dokter Digital Gratis yang Ubah Cara Kita Dapatkan Perawatan Medis
Seiring meningkatnya penggunaan AI seperti ChatGPT dalam konsultasi kesehatan, KJ Dhaliwal menciptakan Lotus Health AI untuk menjawab ketidakefisienan sistem kesehatan di Amerika Serikat. Lotus Health AI adalah layanan perawatan primer yang gratis dan membuka akses 24 jam dalam 50 bahasa, bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat layanan medis. Pada Mei 2024, Lotus berhasil mengumpulkan dana sebesar 35 juta dolar dalam putaran pendanaan seri A, yang membuat total pendanaan startup ini mencapai 41 juta dolar. Pendanaan ini berasal dari perusahaan venture capital ternama seperti CRV dan Kleiner Perkins yang percaya pada potensi transformasi yang dibawa Lotus. Berbeda dengan chatbot kesehatan biasa, Lotus tidak hanya memberikan jawaban, tapi juga memfasilitasi diagnosis, resep, hingga rujukan ke spesialis yang semuanya diproses oleh AI yang canggih dan diawasi oleh dokter berlisensi dari institusi seperti Stanford, Harvard, dan UCSF, untuk menjaga akurasi dan keselamatan pasien. Lotus juga sadar akan batas dari perawatan virtual, sehingga mereka menyediakan rujukan ke fasilitas urgent care atau dokter tatap muka ketika kasus memerlukan pemeriksaan fisik atau kondisi darurat. Dengan kemampuan AI, Lotus mengklaim bisa melayani sepuluh kali lebih banyak pasien dibandingkan praktik konvensional dengan waktu konsultasi maksimal 15 menit. Meskipun sudah punya dana besar dan teknologi canggih, Lotus masih fokus pada pengembangan produk dan menarik pengguna, tanpa biaya. Model bisnis masa depan mungkin mengandalkan konten sponsor atau langganan, namun saat ini prioritas utama adalah menjadikan layanan ini sebagai solusi utama bagi krisis kekurangan dokter di AS.

Baca Juga

  • Astronomi, Eksplorasi Luar Angkasa, dan Penemuan Kuantum

  • Inovasi Medis dan Bioteknologi

  • Inovasi Medis dan Bioteknologi

  • Dampak Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim

  • Pengamatan Astronomi dan Fenomena Luar Angkasa yang Baru