
Courtesy of CNBCIndonesia
Pencairan Es Antartika Barat Justru Lemahkan Penyerapan Karbon Samudra Selatan
Mengungkap bagaimana pencairan es di Antartika Barat berdampak pada kemampuan Samudra Selatan menyerap karbon dioksida dan implikasinya terhadap perubahan iklim global.
04 Feb 2026, 07.50 WIB
10 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pencairan es di Antartika Barat dapat mengurangi kemampuan lautan untuk menyerap karbon dioksida.
- Zat besi yang terbawa oleh gunung es sulit dimanfaatkan oleh organisme laut karena pelapukan kimia.
- Peningkatan suhu global dapat mempercepat pencairan es dan mempengaruhi ekosistem laut secara negatif.
Antartika, Benua Antartika - Penelitian terbaru mengungkap bahwa pencairan lapisan es di Antartika Barat dapat melemahkan kemampuan Samudra Selatan dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Hal ini penting karena Samudra Selatan berperan besar dalam mengatur iklim global dengan menyerap gas rumah kaca.
Selama masa lalu yang hangat, gunung es yang terlepas dari Antartika Barat membawa sedimen kaya zat besi ke laut. Namun, zat besi ini telah mengalami pelapukan kimia sehingga sulit dimanfaatkan oleh alga, yang biasanya membutuhkan zat besi untuk tumbuh dan membantu menyerap karbon.
Penelitian ini berbeda dengan studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa debu kaya zat besi selama zaman es mampu meningkatkan pertumbuhan alga dan penyerapan karbon di laut. Kini diketahui bahwa sumber utama zat besi di wilayah tersebut pada periode hangat adalah gunung es, bukan debu.
Para peneliti menegaskan bahwa bukan cuma jumlah zat besi yang masuk ke laut yang penting, melainkan bentuk kimia zat besi tersebut. Kondisi saat ini dan masa depan yang menyebabkan pencairan es kemungkinan memperparah kondisi ini.
Jika pemanasan global terus berlanjut, pencairan es Antartika Barat bisa terjadi dalam skala besar seperti 130.000 tahun lalu. Hal ini mengancam kemampuan Samudra Selatan menyerap karbon dan mempercepat krisis perubahan iklim di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204071112-37-707959/tanda-kiamat-makin-cepat-muncul-dari-besi-di-dalam-es
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204071112-37-707959/tanda-kiamat-makin-cepat-muncul-dari-besi-di-dalam-es
Analisis Ahli
Torben Struve
"Peningkatan zat besi dari gunung es tidak selalu meningkatkan pertumbuhan alga karena pelapukan kimia membuat zat besi sulit larut."
Gisela Winckler
"Bentuk kimia zat besi sangat penting untuk dimanfaatkan organisme laut, bukan hanya jumlah zat besi yang masuk ke laut."
Analisis Kami
"Penelitian ini menegaskan bahwa tidak semua proses alami yang terlihat positif memiliki efek menguntungkan saat kondisi berubah drastis, seperti yang terjadi pada zat besi dari gunung es. Ini menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam memahami dinamika iklim dan dampak pencairan es yang lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya."
Prediksi Kami
Jika pemanasan global terus berlanjut, pencairan es Antartika Barat akan semakin parah dan kemampuan Samudra Selatan dalam menyerap karbon dioksida akan menurun, mempercepat perubahan iklim global.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa dampak pencairan es di Antartika Barat terhadap iklim global?A
Dampak pencairan es di Antartika Barat dapat melemahkan kemampuan Samudra Selatan dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer.Q
Mengapa zat besi yang terbawa gunung es sulit dimanfaatkan oleh alga?A
Zat besi yang terbawa gunung es telah mengalami pelapukan kimia yang membuatnya sulit larut dan tidak mudah dimanfaatkan oleh alga.Q
Apa yang terjadi pada pasokan zat besi selama periode hangat di masa lalu?A
Selama periode hangat di masa lalu, pasokan zat besi meningkat, tetapi tidak secara otomatis meningkatkan pertumbuhan alga.Q
Mengapa penyerapan karbon oleh lautan penting bagi iklim?A
Penyerapan karbon oleh lautan penting untuk mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer dan memperlambat perubahan iklim.Q
Apa peringatan yang diberikan oleh peneliti tentang penyusutan es?A
Peneliti memperingatkan bahwa penurunan kemampuan laut menyerap karbon dapat mempercepat dampak negatif dari perubahan iklim.



