
Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung, emas menjadi pilihan investasi yang semakin diminati karena dianggap sebagai aset yang aman. Perusahaan stablecoin Tether mengumumkan rencana untuk mengalokasikan sebagian besar portofolio investasinya ke emas batangan guna melindungi nilai asetnya.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menyatakan bahwa perusahaan menargetkan 10% hingga 15% dari portofolio investasinya di emas batangan. Saat ini, Tether telah memiliki 130 metrik ton emas batangan, yang disimpan secara fisik di Swiss, dan terus menambah pengadaan emas secara berkala setiap minggu.
Tether telah membeli banyak emas selama tahun lalu, terutama pada kuartal IV 2025, di mana perusahaan menambah 27 ton emas. Hal ini dilakukan sebagai langkah diversifikasi dan juga sebagai upaya menjaga kestabilan nilai stablecoin USDT yang dipatok pada dolar AS, dengan nilai token beredar mencapai 186 miliar dolar AS.
Selain itu, Tether juga memiliki token emas dengan nilai beredar mencapai 2,7 miliar dolar AS. Paolo Ardoino menyebut bahwa laba perusahaan pada tahun 2026 ditargetkan melebihi 10 miliar dolar AS, sejalan dengan tren kenaikan harga emas yang mencapai rekor tertinggi dan melonjak 64% sepanjang tahun sebelumnya.
Investasi Tether tidak hanya terbatas pada emas, tetapi juga mencakup surat utang pemerintah AS, Bitcoin, dan sektor teknologi. Dengan diversifikasi ini, Tether berusaha menjaga kelangsungan dan keamanan asetnya agar mampu bertahan di tengah ketidakpastian global dan dinamika pasar yang kompleks.