Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Lanskap Cryptocurrency yang Berkembang: Stablecoin, Penipuan, dan Ketidakpastian Regulasi

Share

Cerita ini mengeksplorasi dinamika ekosistem cryptocurrency yang cepat berubah, mulai dari inovasi seperti peluncuran stablecoin oleh Fidelity hingga pergeseran strategi investor ke aset safe-haven seperti emas. Di sisi lain, kontroversi dalam legislasi seperti runtuhnya rancangan undang-undang crypto di Kongres dan kasus penipuan besar menggarisbawahi tantangan dalam menjaga kepercayaan pasar dan perlindungan konsumen.

02 Feb 2026, 20.30 WIB

Penurunan Bitcoin dan Regulasi Stablecoin Menjaga Optimisme Investor Hong Kong

Penurunan Bitcoin dan Regulasi Stablecoin Menjaga Optimisme Investor Hong Kong
Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam yang membawa harganya ke level terendah dalam 10 bulan terakhir, yaitu sekitar 74.541 dolar Amerika pada awal pekan. Penurunan ini meneruskan tren turun sekitar 40 persen dari titik tertinggi sebelumnya yang mencapai lebih dari 126.000 dolar Amerika. Hal ini menunjukkan bagaimana pasar kripto masih sangat fluktuatif dan rentan terhadap tekanan global. Tidak hanya Bitcoin, mata uang kripto lain seperti Ethereum dan Solana juga mengalami penurunan masing-masing lebih dari 15 persen dan 12 persen sejak Jumat malam. Penurunan ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran pasar bukan hanya soal Bitcoin tapi juga mempengaruhi aset digital lainnya secara luas. Tekanan makroekonomi menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi pasar kripto. James Aitchison menyebut bahwa penurunan harga logam mulia secara tajam akhir pekan lalu memicu gelombang jual yang meluas ke aset berisiko lainnya, termasuk kripto. Ditambah dengan volume perdagangan yang tipis saat akhir pekan, penurunan harga menjadi semakin signifikan. Meski begitu, para investor profesional di Hong Kong tetap menanggap volatilitas ini sebagai hal yang biasa dan bagian dari dinamika pasar. Kejelasan aturan mengenai stablecoin di Hong Kong juga menjadi alasan kenapa para investor di sana masih merasa yakin dan optimis terhadap masa depan pasar kripto di tengah goncangan saat ini. Dengan regulasi stablecoin yang lebih jelas, Hong Kong berharap dapat menjaga stabilitas pasar kripto lokal dan menarik lebih banyak investor. Ini menjadi sinyal positif bahwa meskipun harga mata uang digital mengalami gejolak, fondasi peraturan bisa membantu menahan kepercayaan dan memacu perkembangan industri kripto lebih lanjut.
29 Jan 2026, 21.32 WIB

Fidelity Luncurkan Stablecoin Digital Dollar Berbasis Ethereum Bakal Meluncur Minggu Ini

Fidelity Luncurkan Stablecoin Digital Dollar Berbasis Ethereum Bakal Meluncur Minggu Ini
Fidelity, perusahaan jasa keuangan besar, akan meluncurkan stablecoin baru bernama Fidelity Digital Dollar (FIDD). Stablecoin ini diklaim memiliki nilai tetap 1 dolar AS yang bisa dibeli dan dijual dengan harga tersebut saat dirilis dalam beberapa minggu ke depan. FIDD akan berjalan di jaringan Ethereum dan didukung oleh uang tunai, setara kas, serta surat utang AS jangka pendek. Hal ini memberikan kestabilan nilai dan keamanan bagi para pemegang kripto ini dibandingkan stablecoin yang hanya menggunakan algoritma. Peluncuran FIDD mengikuti aturan baru yang dibuat lewat GENIUS Act yang ditandatangani Presiden Donald Trump. Aturan ini mewajibkan stablecoin memiliki cadangan penuh 100 persen dan memberikan prioritas pengembalian kepada pemegang stablecoin saat terjadi krisis pasar. Fidelity akan menyediakan stablecoin ini di platformnya sendiri dan juga merilisnya di bursa kripto besar yang belum diumumkan. Para pengguna juga bisa mentransfer FIDD ke alamat Ethereum lainnya tanpa batasan khusus. Dengan adanya FIDD, Fidelity memantapkan posisinya di dunia kripto dengan menghadirkan produk yang lebih aman dan terjamin. Ini juga merupakan langkah maju di industri kripto untuk memberikan kepercayaan lebih pada investor lewat regulasi dan dukungan aset nyata.
29 Jan 2026, 20.10 WIB

Tether Tingkatkan Investasi Emas Hingga 15% Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Tether Tingkatkan Investasi Emas Hingga 15% Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung, emas menjadi pilihan investasi yang semakin diminati karena dianggap sebagai aset yang aman. Perusahaan stablecoin Tether mengumumkan rencana untuk mengalokasikan sebagian besar portofolio investasinya ke emas batangan guna melindungi nilai asetnya. CEO Tether, Paolo Ardoino, menyatakan bahwa perusahaan menargetkan 10% hingga 15% dari portofolio investasinya di emas batangan. Saat ini, Tether telah memiliki 130 metrik ton emas batangan, yang disimpan secara fisik di Swiss, dan terus menambah pengadaan emas secara berkala setiap minggu. Tether telah membeli banyak emas selama tahun lalu, terutama pada kuartal IV 2025, di mana perusahaan menambah 27 ton emas. Hal ini dilakukan sebagai langkah diversifikasi dan juga sebagai upaya menjaga kestabilan nilai stablecoin USDT yang dipatok pada dolar AS, dengan nilai token beredar mencapai 186 miliar dolar AS. Selain itu, Tether juga memiliki token emas dengan nilai beredar mencapai 2,7 miliar dolar AS. Paolo Ardoino menyebut bahwa laba perusahaan pada tahun 2026 ditargetkan melebihi 10 miliar dolar AS, sejalan dengan tren kenaikan harga emas yang mencapai rekor tertinggi dan melonjak 64% sepanjang tahun sebelumnya. Investasi Tether tidak hanya terbatas pada emas, tetapi juga mencakup surat utang pemerintah AS, Bitcoin, dan sektor teknologi. Dengan diversifikasi ini, Tether berusaha menjaga kelangsungan dan keamanan asetnya agar mampu bertahan di tengah ketidakpastian global dan dinamika pasar yang kompleks.
28 Jan 2026, 08.09 WIB

Ketegangan Politik dan Perbankan Menghambat Regulasi Pasar Crypto Amerika

Ketegangan Politik dan Perbankan Menghambat Regulasi Pasar Crypto Amerika
Menjelang pemilu tengah periode di Amerika Serikat, RUU Clarity yang berupaya mengatur pasar crypto menghadapi banyak hambatan politik dan kepentingan yang saling bertabrakan. Industri crypto seperti Coinbase ingin mempertahankan kebijakan yang mengizinkan pemberian rewards kepada pengguna stablecoin, sedangkan industri perbankan menentang hal tersebut karena takut kehilangan nasabah dan dana mereka. Selain tekanan dari industri perbankan, politik yang semakin terbagi parah akibat insiden kekerasan oleh ICE di Minneapolis membuat proses legislasi menjadi lebih sulit. Partai Demokrat yang kemungkinan besar akan memperkuat posisi mereka usai pemilu tengah periode cenderung lebih keras terhadap crypto, khususnya dengan pimpinan komite yang dianggap anti-crypto seperti Elizabeth Warren dan Maxine Waters. Senat masih mencoba mencari jalan tengah, dengan fokus pada Komite Pertanian yang akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait RUU ini. Sen. Cory Booker dipercaya untuk memimpin negosiasi agar dapat mencapai kesepakatan bipartisan, walaupun ada kekhawatiran bahwa kesepakatan sulit didapat mengingat perbedaan pandangan di antara anggota komite. Industri crypto sangat bergantung pada keputusan yang diambil dalam waktu dekat karena semakin dekatnya masa pemilu yang membuat anggota kongres lebih fokus pada kampanye daripada legislasi. Jika RUU ini tidak dapat disahkan sebelum pemilu, kemungkinan regulasi yang lebih ketat dan pengawasan yang agresif akan diberlakukan di bawah pemerintahan yang lebih dikuasai Demokrat. Pada akhirnya, masa depan pasar crypto di Amerika Serikat akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana politisi dan pelobi bernegosiasi soal isu stablecoin, insentif konsumen, serta dinamika politik pasca-kerusuhan sosial dan pemilu. Menemukan kompromi yang bisa diterima oleh semua pihak menjadi kunci agar industri crypto dapat berkembang secara sehat di tengah benturan kepentingan politik dan ekonomi.
13 Jan 2026, 23.06 WIB

Token Crypto Eric Adams Anjlok, Ramai Tuduhan Penipuan Rug Pull

Token Crypto Eric Adams Anjlok, Ramai Tuduhan Penipuan Rug Pull
Mantan Wali Kota New York, Eric Adams, baru-baru ini meluncurkan token cryptocurrency bernama "NYC Token" yang mendapat sambutan hangat sejak awal. Token ini sempat mencapai nilai kapitalisasi pasar sebesar 580 juta dolar AS, menunjukkan antusiasme besar dari investor dan publik terhadap proyek ini. Namun, hanya beberapa jam setelah peluncuran, harga NYC Token tiba-tiba anjlok hingga ke level 130 juta dolar AS. Penurunan drastis ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan di kalangan pengguna crypto dan pengamat pasar, yang mulai menilai bahwa proyek ini mungkin merupakan sebuah penipuan. Melalui data analisis blockchain dari Bubblemaps, terungkap bahwa sebuah dompet yang berkaitan dengan deployer token tersebut menarik dana likuiditas sekitar 2,5 juta dolar AS saat harga token berada di puncak. Setelah harga turun, mereka hanya mengembalikan sebagian dana, menyisakan sekitar 900 ribu dolar AS tidak dikembalikan, yang semakin memperkuat tuduhan rug pull. Eric Adams mengklaim bahwa dana dari token akan digunakan untuk mendukung beberapa kegiatan sosial seperti pemberantasan antisemitisme dan anti-Amerikanisme serta edukasi teknologi blockchain untuk anak-anak. Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan siapa saja yang terlibat dalam tim pengembang token tersebut, walaupun website token menyebutkan bahwa tim akan mengambil 10 persen keuntungan. Kasus ini menimbulkan tekanan besar terhadap Eric Adams dan juga mencerminkan sebuah fenomena negatif dalam dunia cryptocurrency, di mana proyek baru sering kali mengalami kegagalan akibat kurangnya transparansi dan potensi penipuan, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berinvestasi.

Baca Juga

  • Mereformasi Ekosistem Ride-Hailing Indonesia untuk Kompensasi Pengemudi yang Adil

  • Memberdayakan Pemimpin Masa Depan melalui Peningkatan Dana Riset dan Inovasi

  • Perubahan Investasi Kedaulatan di China di Tengah Ketegangan Politik

  • Represi Regulasi Keuangan di China: Menekan Pencucian Uang, Penggelapan Pajak, dan Spekulasi Pasar

  • Mengubah Lanskap Ride-Hailing di Indonesia: Menyeimbangkan Kesejahteraan Pengemudi dan Pertumbuhan