
Penghasilan pengemudi ojek online dan taksi online di Indonesia sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor seperti lama kerja, wilayah operasional, dan kategori pengemudi. Data dari Grab Indonesia menunjukkan adanya perbedaan pendapatan antara pengemudi di Bali, Makassar, dan Jakarta.
Driver ojol kategori Jawara di Bali mendapatkan pendapatan sekitar Rp 6,85 juta per bulan dengan 153 jam kerja dan 486 orderan dalam 25 hari. Sementara itu, driver dengan kategori yang sama di Makassar mendapat sekitar Rp 6,48 juta per bulan meskipun dengan jam kerja lebih panjang dan orderan lebih banyak.
Pendapatan driver taksi online dalam kategori Jawara lebih tinggi, yaitu sampai Rp 18 juta per bulan di Bali dengan total 295 orderan selama 158 jam kerja. Di Makassar, pengemudi kategori Jawara mendapat sekitar Rp 11,97 juta dengan jam kerja dan orderan yang lebih banyak.
Seorang driver ojol di Jakarta bernama Khoerudin bercerita bahwa ia bekerja dari pukul 06:00 sampai 22:00 dengan libur hanya 1-2 kali per bulan dan menghasilkan sekitar Rp 8-9 juta per bulan. Fleksibilitas waktu kerja menjadi salah satu alasan dia memilih profesi ini.
Setiap kategori pengemudi, seperti Jawara, Ksatria, Pejuang, dan Anggota, menunjukkan pendapatan yang berbeda karena jam kerja dan jumlah orderan yang berbeda juga. Hal ini menegaskan bahwa penghasilan pengemudi online tidak hanya tergantung jumlah kerja, tetapi juga lokasi dan kategori yang dipilih.