Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Memberdayakan Pemimpin Masa Depan melalui Peningkatan Dana Riset dan Inovasi

Share

Cerita ini mengulas upaya bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dalam mendongkrak kepemimpinan bisnis serta inovasi melalui peningkatan pendanaan riset. Inisiatif ini bertujuan menciptakan ekosistem yang mendukung kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi di masa depan.

30 Jan 2026, 15.14 WIB

Solusi Baru untuk Masa Depan UKM Jepang: Mendorong Kepemimpinan Muda dan Suksesi Bisnis

Solusi Baru untuk Masa Depan UKM Jepang: Mendorong Kepemimpinan Muda dan Suksesi Bisnis
Jepang adalah ekonomi besar yang bergantung pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tersebar di berbagai bidang seperti pertanian, manufaktur, dan robotika. Namun, banyak perusahaan ini dijalankan oleh pemilik yang sudah berumur dan menghadapi kesulitan untuk mendapatkan penerus yang siap mengambil alih bisnis tersebut. Salah satu inisiatif penting datang dari YMFG Capital, anak perusahaan dari Yamaguchi Financial Group, yang mengadopsi konsep search fund untuk mencocokkan calon pemimpin muda dengan bisnis yang ingin disuksesi. Pendekatan ini berfokus pada investasi dalam calon pengusaha untuk menjalankan bisnis yang sudah ada, menjaga keberlanjutan UKM di daerah Yamaguchi, Hiroshima dan Fukuoka. Selain itu, SoFun Co. didirikan oleh mantan bankir regional yang berkomitmen mengambil alih saham UKM untuk menjaga bisnis tersebut tetap hidup dan berkembang dengan mengedepankan hubungan yang baik dengan pemilik lama serta mendukung calon pemimpin baru. Fokus mereka bukan pada keuntungan jangka pendek melainkan pertumbuhan jangka panjang bisnis. Contoh sukses seperti Mikasa Sangyo yang memproduksi toner serta Matsumoto Inc., perusahaan tekstil dan aksesori di Kyoto, menunjukkan bahwa metode ini efektif memperpanjang umur bisnis UKM dan membantu mereka beradaptasi dengan kondisi ekonomi baru serta teknologi modern seperti digitalisasi. Pendekatan yang inovatif ini diharapkan bisa memperbaiki isu suksesi bisnis di Jepang secara menyeluruh dan mendorong revitalisasi ekonomi regional. Membantu ribuan UKM agar tetap berdaya saing dan produktif dianggap sebagai kunci untuk menjamin stabilitas ekonomi nasional di masa depan.
15 Jan 2026, 14.22 WIB

Presiden Prabowo Tambah Anggaran Rp 4 Triliun untuk Riset Perguruan Tinggi Mendukung Industri Dalam Negeri

Presiden Prabowo Tambah Anggaran Rp 4 Triliun untuk Riset Perguruan Tinggi Mendukung Industri Dalam Negeri
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan menambah anggaran riset dan inovasi perguruan tinggi sebesar Rp 4 triliun. Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat riset yang mendukung pembangunan industri dalam negeri dan berbagai proyek strategis pemerintah. Penambahan anggaran ini diumumkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, usai pertemuan tertutup yang melibatkan lebih dari 1.200 profesor dan akademisi di Istana Negara, Jakarta Pusat. Pertemuan itu berlangsung selama tiga jam. Riset yang akan didanai fokus pada proyek hilirisasi dan pembangunan industri yang strategis, termasuk 18 proyek utama seperti pengolahan limbah menjadi energi dan pengembangan hilirisasi mineral serta pangan. Kemendiktisaintek akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretaris Negara untuk memastikan anggaran tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia secara optimal. Presiden Prabowo juga berencana mengadakan pertemuan lanjutan dengan pimpinan perguruan tinggi untuk terus mendiskusikan pengembangan riset dan inovasi yang dapat mendukung kemajuan bangsa dan kemandirian industri nasional.
14 Jan 2026, 07.00 WIB

Kenapa Banyak Peneliti dan Gen Z Butuh Pekerjaan Sampingan di Tengah Krisis Ekonomi

Kenapa Banyak Peneliti dan Gen Z Butuh Pekerjaan Sampingan di Tengah Krisis Ekonomi
Generasi Z, yang terdiri dari mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012, semakin banyak memiliki pekerjaan sampingan. Hal ini menurut survei Harris Poll yang menunjukkan 57% Gen Z memiliki sumber penghasilan lebih dari satu. Situasi finansial yang sulit akibat mahalnya biaya hidup dan stagnasi upah membuat banyak orang, termasuk peneliti PhD di Inggris, mencari cara menambah penghasilan. Studi dari UK Research and Innovation memperlihatkan sebagian besar peneliti menilai tunjangan yang mereka terima tidak mencukupi. Sementara itu, mahasiswa universitas juga merasa pesimis soal masa depan finansial mereka. Survei Morning Consult mencatat tingkat optimisme mahasiswa terhadap keuangan mereka mencapai titik terendah sejak tahun 2018 karena takut kehilangan pekerjaan akibat teknologi AI. Tidak semua yang mengambil pekerjaan sampingan melakukannya karena kebutuhan. Beberapa justru menjadikannya sebagai peluang untuk mengembangkan kreativitas dan berbisnis secara mandiri dalam bentuk usaha kecil atau hobi yang menghasilkan. Fenomena ini menarik perhatian media ilmiah Nature yang ingin mendengar pengalaman peneliti PhD terkait pekerjaan sampingan mereka, sebagai gambaran bagaimana generasi muda menghadapi tantangan zaman di dunia kerja dan pendidikan tinggi.

Baca Juga

  • Mereformasi Ekosistem Ride-Hailing Indonesia untuk Kompensasi Pengemudi yang Adil

  • Memberdayakan Pemimpin Masa Depan melalui Peningkatan Dana Riset dan Inovasi

  • Perubahan Investasi Kedaulatan di China di Tengah Ketegangan Politik

  • Represi Regulasi Keuangan di China: Menekan Pencucian Uang, Penggelapan Pajak, dan Spekulasi Pasar

  • Mengubah Lanskap Ride-Hailing di Indonesia: Menyeimbangkan Kesejahteraan Pengemudi dan Pertumbuhan