Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Intervensi Ekonomi Tak Terduga Trump dan Dampak Globalnya

Share

Kisah ini mengurai rangkaian aksi ekonomi kontroversial yang dilakukan oleh Trump—mulai dari penerapan tarif yang mendadak, pembatalan transaksi bernilai miliaran, hingga kebijakan luar biasa lainnya—dan menggambarkan dampaknya terhadap pasar global serta dinamika dalam perdagangan dan investasi internasional.

21 Jan 2026, 20.40 WIB

Amazon Mulai Naikkan Harga Produk Karena Tarif Perdagangan AS

Amazon Mulai Naikkan Harga Produk Karena Tarif Perdagangan AS
Amazon mulai mengalami kenaikan harga produk di platform mereka menyusul diberlakukannya tarif perdagangan oleh pemerintah Amerika Serikat di masa kepemimpinan Donald Trump. Tarif ini memberikan tekanan biaya kepada para penjual pihak ketiga yang pada akhirnya sebagian memilih untuk meneruskan biaya tambahan tersebut ke konsumen. CEO Amazon, Andy Jassy, menjelaskan dalam wawancara bahwa selama beberapa waktu Amazon mencoba mengantisipasi dampak tarif ini dengan mempercepat pengiriman inventaris dan meminta penjual untuk memasok stok lebih awal. Namun strategi tersebut tidak lagi efektif saat persediaan yang dipersiapkan habis pada musim gugur tahun lalu. Beberapa penjual di Amazon memilih untuk menaikkan harga sementara yang lain menyerap biaya tambahan agar tetap kompetitif. Meski demikian menurut Jassy, konsumen di platform Amazon masih cukup tangguh dan terus berbelanja meskipun lebih berhati-hati dalam pembelian barang discretionary yang harganya cukup tinggi. Kenaikan harga produk Amazon ini terjadi berbarengan dengan isu biaya hidup yang makin meningkat di AS, yang menjadi perhatian jelang pemilu paruh waktu tahun 2026. Sementara itu, saham Amazon sempat turun 2,7% di awal perdagangan karena sentimen pasar yang melemah. Sebagai perbandingan, CEO Coca-Cola menyebutkan bahwa perusahaan mereka relatif tidak terlalu terdampak tarif karena sebagian besar proses produksi sudah terlokalisasi, meskipun menghadapi kenaikan biaya untuk aluminium dan resin. Coca-Cola menilai bahwa biaya tambahan dari tarif masih bisa dikendalikan.
14 Jan 2026, 11.25 WIB

AS Incar Greenland untuk Kuasai Mineral Penting dan Perkuat Keamanan Arktik

AS Incar Greenland untuk Kuasai Mineral Penting dan Perkuat Keamanan Arktik
Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berencana mencaplok Greenland, wilayah yang kaya akan mineral penting dan langka yang sangat dibutuhkan untuk teknologi masa kini, seperti smartphone, kendaraan listrik, dan alat pertahanan militer. Selain itu, mineral ini juga mendukung produksi semikonduktor dan teknologi canggih lainnya. Apple dan beberapa perusahaan teknologi besar AS diperkirakan akan mendapat keuntungan dari sumber pasokan bahan tanah jarang dari Greenland. Investor pun mulai menaruh perhatian besar karena penguasaan Greenland bisa mempercepat proyek pertambangan dan mengamankan bahan baku dari dominasi China. Wilayah Greenland juga sangat penting secara strategis karena lokasinya yang dekat dengan Rusia dan jalur pelayaran Arktik yang tengah berkembang. AS sudah memiliki kehadiran militer di sana, seperti Pangkalan Pituffik, dan berencana memperbesar sistem pertahanan terutama dalam konteks kebijakan sistem rudal yang baru. Namun tidak semua pihak menyambut positif rencana pencaplokan ini. Beberapa ahli mengingatkan bahwa proyek pertambangan di Greenland masih dalam tahap awal dan dampak besar ke pasar material langka kemungkinan baru terjadi setelah beberapa dekade. Penduduk Greenland sendiri mayoritas menolak kendali AS dan lebih memilih merdeka dari Denmark. Pengambilan alih Greenland oleh AS juga berpotensi menimbulkan ketegangan geopolitik dengan China dan Rusia yang saat ini aktif di wilayah tersebut. Meskipun AS memiliki alasan kuat dari sisi keamanan nasional, ada pertanyaan besar terkait perlunya kendali penuh atas wilayah tersebut dibandingkan dengan peningkatan kehadiran militer tanpa mencabut kedaulatan Greenland.
14 Jan 2026, 07.00 WIB

Menghadapi Tantangan Baru Pengurangan Dana Riset Ilmiah di Amerika Serikat

Menghadapi Tantangan Baru Pengurangan Dana Riset Ilmiah di Amerika Serikat
Sejak awal 2025, pemerintahan Presiden Donald Trump melakukan berbagai langkah kontroversial yang berusaha mengubah tata kelola dan pembiayaan penelitian ilmiah federal di Amerika Serikat. Usaha ini termasuk mengajukan pemotongan anggaran yang besar dan memberikan kekuasaan lebih kepada pejabat politik dalam memilih proyek riset yang layak menerima dana. Kongres AS menolak sebagian besar usulan pemotongan tajam pendanaan lembaga-lembaga riset seperti National Science Foundation dan National Institutes of Health, namun pemerintah tetap mencari cara untuk membatasi dana yang mampu diterima universitas dengan memotong biaya overhead hingga maksimal 15 persen. Pengendalian proses pemberian dana riset juga mulai diambil alih oleh pejabat politik, yang menggantikan peran civil servants dan para ilmuwan dalam mekanisme seleksi dana. Pendekatan ini menyebabkan sejumlah akademisi dan panel review yang dianggap tidak sejalan dengan agenda politik diganti. Penunjukan pejabat baru di beberapa institusi besar seperti NIH tanpa proses pencarian terbuka yang transparan meningkatkan kekhawatiran akan politisasi riset ilmiah. Selain itu, pertimbangan yang tidak berdasarkan merit mulai diaplikasikan untuk menentukan proyek yang mendapatkan dana, misalnya dengan mempertimbangkan lokasi geografis pelamar. Selain itu, administrasi Trump juga diharapkan meningkatkan pengawasan dan investigasi terhadap universitas-universitas elite, khususnya terkait dugaan bias politik liberal di kampus. Tahun mendatang diperkirakan akan menjadi masa yang penuh tantangan dan perubahan signifikan bagi komunitas ilmiah di AS.
07 Jan 2026, 15.25 WIB

Orang Dalam Raup Untung Rp 6,7 Miliar dari Pasar Taruhan Penculikan Maduro

Orang Dalam Raup Untung Rp 6,7 Miliar dari Pasar Taruhan Penculikan Maduro
Pasar taruhan online Polymarket menjadi sorotan setelah dikabarkan ada orang dalam pemerintahan presiden Donald Trump yang berhasil meraup keuntungan besar dari taruhan terkait penculikan Nicolas Maduro oleh tentara AS di Venezuela. Polymarket menyediakan platform di mana pengguna bisa bertaruh pada berbagai peristiwa, mulai dari politik hingga hiburan. Sebuah akun anonim yang memasang taruhan sebesar 30.000 USD pada tanggal 31 Januari 2026 memprediksi bahwa Maduro akan lengser dan tentara AS akan masuk ke Venezuela. Setelah Trump mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap oleh tentara AS, akun tersebut memenangkan taruhan dan diduga memperoleh keuntungan sampai 400.000 USD. Joe Pompliano, seorang pebisnis di bidang olahraga, menilai bahwa peristiwa ini sangat mencurigakan dan merupakan contoh pelanggaran insider trading yang didukung dan dimanfaatkan dalam pasar prediksi online. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai integritas dan transparansi pasar taruhan digital. Selain isu Venezuela, pengguna juga memasang taruhan terkait konflik geopolitik lain, seperti di Ukraina, pada platform Polymarket. Media Reuters melaporkan jika Trump Media and Technology Group tengah menjajaki pembuatan platform taruhan serupa di media sosial mereka, yaitu Truth Social. Karena akun di Polymarket bersifat anonim dan pembayaran dilakukan melalui kripto, sulit untuk melacak pemilik akun yang meraup cuan besar dari peristiwa ini. Ini menjadi tantangan besar bagi regulasi dan pengawasan pasar prediksi online yang semakin berkembang.
05 Jan 2026, 20.10 WIB

Trump Blokir Akuisisi Emcore oleh Perusahaan China karena Keamanan Nasional

Trump Blokir Akuisisi Emcore oleh Perusahaan China karena Keamanan Nasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah untuk memblokir akuisisi aset perusahaan Emcore oleh HieFo Corp, yang bernilai sekitar Rp 50.10 miliar (US$3 juta) atau setara dengan Rp 50 miliar. Keputusan ini diumumkan oleh Gedung Putih pada Jumat, 2 Januari 2026. Alasan utama pemblokiran ini adalah kekhawatiran terhadap ancaman keamanan nasional Amerika Serikat, karena HieFo dikendalikan oleh seorang warga negara Republik Rakyat China. Pemerintah AS merasa transaksi ini bisa membahayakan keamanan dalam negeri. Dalam perintah tersebut, Trump meminta HieFo untuk melepaskan seluruh kepentingan mereka atas aset Emcore dalam waktu maksimal 180 hari. Namun, perintah itu tidak merinci secara spesifik bentuk ancaman keamanan nasional yang dimaksud maupun identitas orang yang mengendalikan HieFo. Emcore adalah perusahaan yang bergerak di bidang kedirgantaraan dan pertahanan, dengan fasilitas di New Jersey. HieFo sendiri didirikan oleh mantan pejabat Emcore, Genzao Zhang dan Harry Moore, yang memiliki pengalaman di perusahaan tersebut. Departemen Keuangan AS dan Komite Investasi Asing AS (CFIUS) sudah mengidentifikasi adanya risiko keamanan nasional dalam transaksi ini, meskipun tidak memberikan detail risiko tersebut. Kedua perusahaan terkait belum berkomentar secara resmi mengenai keputusan ini.

Baca Juga

  • Mereformasi Ekosistem Ride-Hailing Indonesia untuk Kompensasi Pengemudi yang Adil

  • Memberdayakan Pemimpin Masa Depan melalui Peningkatan Dana Riset dan Inovasi

  • Perubahan Investasi Kedaulatan di China di Tengah Ketegangan Politik

  • Represi Regulasi Keuangan di China: Menekan Pencucian Uang, Penggelapan Pajak, dan Spekulasi Pasar

  • Mengubah Lanskap Ride-Hailing di Indonesia: Menyeimbangkan Kesejahteraan Pengemudi dan Pertumbuhan