
Pasar taruhan online Polymarket menjadi sorotan setelah dikabarkan ada orang dalam pemerintahan presiden Donald Trump yang berhasil meraup keuntungan besar dari taruhan terkait penculikan Nicolas Maduro oleh tentara AS di Venezuela. Polymarket menyediakan platform di mana pengguna bisa bertaruh pada berbagai peristiwa, mulai dari politik hingga hiburan.
Sebuah akun anonim yang memasang taruhan sebesar 30.000 USD pada tanggal 31 Januari 2026 memprediksi bahwa Maduro akan lengser dan tentara AS akan masuk ke Venezuela. Setelah Trump mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap oleh tentara AS, akun tersebut memenangkan taruhan dan diduga memperoleh keuntungan sampai 400.000 USD.
Joe Pompliano, seorang pebisnis di bidang olahraga, menilai bahwa peristiwa ini sangat mencurigakan dan merupakan contoh pelanggaran insider trading yang didukung dan dimanfaatkan dalam pasar prediksi online. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai integritas dan transparansi pasar taruhan digital.
Selain isu Venezuela, pengguna juga memasang taruhan terkait konflik geopolitik lain, seperti di Ukraina, pada platform Polymarket. Media Reuters melaporkan jika Trump Media and Technology Group tengah menjajaki pembuatan platform taruhan serupa di media sosial mereka, yaitu Truth Social.
Karena akun di Polymarket bersifat anonim dan pembayaran dilakukan melalui kripto, sulit untuk melacak pemilik akun yang meraup cuan besar dari peristiwa ini. Ini menjadi tantangan besar bagi regulasi dan pengawasan pasar prediksi online yang semakin berkembang.