
Courtesy of CNBCIndonesia
AS Incar Greenland untuk Kuasai Mineral Penting dan Perkuat Keamanan Arktik
Menganalisis potensi keuntungan strategis dan teknologi dari rencana pencaplokan Greenland oleh AS, serta dampak geopolitik dan ekonomi yang muncul, terutama di sektor teknologi dan pertahanan.
14 Jan 2026, 11.25 WIB
111 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pencaplokan Greenland oleh AS berpotensi meningkatkan akses terhadap sumber daya mineral langka yang penting untuk teknologi.
- Terdapat dukungan dan penolakan dari berbagai pihak terkait rencana ini, mencerminkan kompleksitas geopolitik yang ada.
- Keamanan nasional AS di Arktik menjadi perhatian utama dalam konteks meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China.
Greenland, Denmark - Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berencana mencaplok Greenland, wilayah yang kaya akan mineral penting dan langka yang sangat dibutuhkan untuk teknologi masa kini, seperti smartphone, kendaraan listrik, dan alat pertahanan militer. Selain itu, mineral ini juga mendukung produksi semikonduktor dan teknologi canggih lainnya.
Apple dan beberapa perusahaan teknologi besar AS diperkirakan akan mendapat keuntungan dari sumber pasokan bahan tanah jarang dari Greenland. Investor pun mulai menaruh perhatian besar karena penguasaan Greenland bisa mempercepat proyek pertambangan dan mengamankan bahan baku dari dominasi China.
Wilayah Greenland juga sangat penting secara strategis karena lokasinya yang dekat dengan Rusia dan jalur pelayaran Arktik yang tengah berkembang. AS sudah memiliki kehadiran militer di sana, seperti Pangkalan Pituffik, dan berencana memperbesar sistem pertahanan terutama dalam konteks kebijakan sistem rudal yang baru.
Namun tidak semua pihak menyambut positif rencana pencaplokan ini. Beberapa ahli mengingatkan bahwa proyek pertambangan di Greenland masih dalam tahap awal dan dampak besar ke pasar material langka kemungkinan baru terjadi setelah beberapa dekade. Penduduk Greenland sendiri mayoritas menolak kendali AS dan lebih memilih merdeka dari Denmark.
Pengambilan alih Greenland oleh AS juga berpotensi menimbulkan ketegangan geopolitik dengan China dan Rusia yang saat ini aktif di wilayah tersebut. Meskipun AS memiliki alasan kuat dari sisi keamanan nasional, ada pertanyaan besar terkait perlunya kendali penuh atas wilayah tersebut dibandingkan dengan peningkatan kehadiran militer tanpa mencabut kedaulatan Greenland.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114110141-37-702234/alasan-tersembunyi-trump-caplok-greenland-bukan-keamanan
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114110141-37-702234/alasan-tersembunyi-trump-caplok-greenland-bukan-keamanan
Analisis Ahli
Marion Messmer
"Rusia dan China memang meningkatkan aktivitas militer di Arktik, namun penguasaan penuh AS atas Greenland tidak mutlak diperlukan untuk keamanan nasional karena kehadiran militer bisa ditingkatkan tanpa menggugat kedaulatan Denmark."
Analisis Kami
"Langkah AS menguatkan kontrol atas Greenland berpotensi mengubah dinamika kekuatan global terutama di bidang pertahanan dan teknologi. Namun, mengabaikan aspirasi penduduk lokal bisa menimbulkan risiko politik dan reputasi internasional yang serius bagi pemerintahan AS."
Prediksi Kami
Rencana pencaplokan Greenland oleh AS akan memicu ketegangan geopolitik dengan China dan Rusia, mempercepat eksplorasi sumber daya mineral di wilayah tersebut, dan mendorong pengembangan teknologi pertahanan AS di Arktik.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa rencana pemerintah AS terkait Greenland?A
Pemerintah AS di bawah Donald Trump merencanakan untuk mencaplok Greenland, yang dianggap strategis secara geopolitik.Q
Mengapa mineral dari Greenland dianggap penting bagi perusahaan teknologi?A
Mineral dari Greenland, seperti logam tanah jarang, sangat dibutuhkan untuk mendukung produksi teknologi modern, termasuk smartphone dan kendaraan listrik.Q
Apa dampak rencana Trump terhadap hubungan AS dan Denmark?A
Rencana Trump untuk membeli Greenland dapat mempengaruhi hubungan diplomatik AS dengan Denmark, yang merupakan negara yang memiliki kedaulatan atas Greenland.Q
Bagaimana pendapat penduduk Greenland tentang kendali AS?A
Sebagian besar penduduk Greenland menentang kendali AS dan lebih memilih kemerdekaan dari Denmark.Q
Apa yang disebut sebagai 'Magnificent Seven' dalam konteks artikel ini?A
Magnificent Seven merujuk pada tujuh perusahaan teknologi besar AS yang diharapkan akan mendapatkan manfaat dari sumber daya mineral di Greenland.




