Insilico Medicine, perusahaan bioteknologi yang terdaftar di Hong Kong, mengumumkan penandatanganan kerja sama dengan regulator obat di Uni Emirat Arab untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam penemuan obat. Kesepakatan ini dicapai pada World Health Expo di Dubai pada awal Februari 2024. Pengumuman tersebut terjadi sebelum meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Saham Insilico Medicine melonjak hingga 12,8% pada awal perdagangan sesaat setelah pengumuman kemitraan, kemudian ditutup naik 8,6% menjadi HKRp 93.69 juta ($56,10) . Indeks Hang Seng sebagai pembanding hanya naik tipis 0,3%, sementara sejak eskalasi ketegangan militer, indeks tersebut turun sekitar 5%. Shaikha Al Mazrouei dari Emirates Drug Establishment menegaskan bahwa teknologi AI akan digunakan dalam analisis data farmasi dengan metode generatif dan reinforcement learning.
Kerjasama ini memiliki potensi mempercepat penemuan obat menggunakan teknologi mutakhir sekaligus memperkuat posisi Uni Emirat Arab dalam riset farmasi. Meskipun situasi politik yang tidak stabil dapat memberi tantangan, inisiatif ini menandakan pentingnya kemajuan teknologi yang dapat berdampak positif bagi sektor kesehatan di wilayah tersebut.