TLDR
Penggunaan kecerdasan buatan dalam operasi militer dapat memberikan keunggulan dalam penargetan. Ada kontroversi mengenai penggunaan teknologi canggih oleh pemerintah, termasuk larangan dari Pentagon. Maven telah menunjukkan kemampuan untuk menganalisis data dan memberikan rekomendasi dalam waktu nyata untuk operasi militer. Militer Amerika Serikat mengembangkan dan menggunakan senjata berbasis kecerdasan buatan yang mampu menyerang 1.000 target dalam 24 jam di Iran. Alat ini bernama Maven Smart Systems yang dikembangkan oleh Palantir dan menggunakan AI Claude dari Anthropic.Maven mengolah data rahasia dari satelit dan pengawasan lain untuk memberikan penargetan dan prioritas secara real-time selama operasi militer. AI mampu mengurangi serangan balasan dan mengevaluasi hasil serangan dengan akurat, membantu misi militer lebih efektif.Meskipun Pentagon melarang penggunaan AI ini dan pemerintahan Trump memerintahkan penghapusan bertahap dalam enam bulan, militer AS tetap memakai teknologi tersebut sembari menunggu pengganti yang lebih aman dan memenuhi aturan.