
Perkembangan robot humanoid menunjukkan kemajuan signifikan dengan Apptronik mendapatkan pendanaan besar dari Alphabet dan Google DeepMind. Robot ini dirancang untuk menggantikan pekerjaan fisik berat, repetitif, dan berbahaya di sektor industri seperti manufaktur dan logistik. Hal ini relevan di tengah masalah penuaan populasi dan kenaikan biaya tenaga kerja di negara maju.
Apptronik tengah melakukan negosiasi kontrak bisnis dengan potensi nilai lebih dari Rp 20.04 triliun (US$1,2 miliar) . Elon Musk bahkan memprediksi jumlah robot humanoid bisa melebihi manusia, membuka peluang inovasi besar di bidang teknologi dan eksplorasi luar angkasa. Selain itu, integrasi AI memungkinkan robot bekerja secara autonom dan adaptif terhadap lingkungan kerja.
Meski memiliki banyak potensi, pengembangan robot humanoid masih menghadapi kendala biaya produksi dan skala manufaktur yang belum optimal. Jika berhasil diimplementasikan secara massal, teknologi ini akan mengubah struktur biaya industri global serta cara manusia bekerja di masa depan. Namun, proses menuju adopsi luas diperkirakan memerlukan waktu yang cukup lama.