
Courtesy of CNBCIndonesia
Konflik Nexperia-China Picu Krisis Chip Global Semakin Parah di 2026
Memberikan peringatan terkait eskalasi krisis chip global akibat konflik antara Nexperia dan anak usahanya di China yang berdampak luas pada industri teknologi dan otomotif.
09 Mar 2026, 13.20 WIB
81 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Krisis chip semakin parah akibat konflik antara Nexperia dan anak usahanya di China.
- Permintaan untuk chip HBM menyebabkan kelangkaan chip, mempengaruhi berbagai industri.
- Negosiasi antara pihak-pihak terkait belum menghasilkan solusi yang signifikan untuk mengatasi krisis ini.
Guangdong, China - Krisis chip global semakin memburuk pada 2026 akibat konflik antara produsen chip Belanda, Nexperia, dan anak usahanya di China, Wingtech. Prioritas produksi chip HBM yang menguntungkan dan tingginya permintaan chip konvensional menyebabkan kelangkaan parah.
Konflik ini diperparah oleh pengambilalihan Wingtech oleh Den Haag, kontrol ekspor chip oleh Beijing, dan penangguhan suplai wafer. Negosiasi antara Beijing, Den Haag, dan Brussel tidak berhasil mencapai solusi yang memuaskan kedua pihak.
Dampaknya mengganggu produksi chip terutama untuk sektor otomotif, menimbulkan kenaikan harga chip, dan berpotensi memperpanjang krisis hingga 2026. Konflik ini juga mengancam stabilitas rantai pasok semikonduktor global.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260309124147-37-717271/china-kasih-peringatan-bahaya-satu-dunia-rasakan-dampaknya
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260309124147-37-717271/china-kasih-peringatan-bahaya-satu-dunia-rasakan-dampaknya
Analisis Ahli
Prof. Bambang Supriyanto (Ahli Ekonomi Teknologi)
"Ketidakseimbangan dan sengketa antar entitas ini menandai pentingnya kerjasama multilateral dalam rantai pasok teknologi tinggi agar tidak memperburuk kelangkaan global."
Dr. Anita Wijaya (Pakar Rantai Pasok Semikonduktor)
"Pengambilalihan kepemilikan oleh negara dan sanksi ekspor yang berkelanjutan sangat mungkin memicu fragmentasi pasar chip yang merugikan inovasi dan produksi."
Analisis Kami
"Konflik geopolitik korporasi seperti ini menyorot bagaimana dinamika kepemilikan dan kontrol berbasis negara dapat menghambat teknologi kritis seperti chip semikonduktor. Tanpa kompromi cepat, industri teknologi global akan mengalami dampak berkelanjutan yang merugikan semua pihak, terutama konsumen dan produsen produk elektronik serta otomotif."
Prediksi Kami
Konflik antara Nexperia dan Wingtech kemungkinan akan memperpanjang krisis chip hingga 2026, mengganggu rantai pasok global dan berpotensi memicu lonjakan harga chip lebih jauh.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menyebabkan krisis chip yang semakin parah di 2026?A
Krisis chip yang semakin parah di 2026 disebabkan oleh konflik antara Nexperia dan anak usahanya di China, serta meningkatnya permintaan untuk chip HBM.Q
Siapa yang terlibat dalam konflik terkait Nexperia?A
Konflik melibatkan Nexperia di Belanda dan anak usahanya, Wingtech, yang berbasis di China.Q
Apa dampak dari kontrol ekspor yang diberlakukan oleh Beijing?A
Dampak dari kontrol ekspor yang diberlakukan oleh Beijing adalah terganggunya produksi industri otomotif dan rantai pasok semikonduktor global.Q
Bagaimana respon Nexperia di Belanda terhadap tuduhan dari anak usahanya di China?A
Nexperia di Belanda tidak membantah aksi terbarunya, tetapi membantah tuduhan bahwa tindakannya berdampak pada proses produksi di China.Q
Apa yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan China terkait situasi ini?A
Kementerian Perdagangan China memberikan peringatan kepada Nexperia di Belanda dan menuntut agar mereka bertanggung jawab atas situasi yang terjadi.



