
Studi RevenueCat mengungkap aplikasi AI, meskipun populer, mengalami tingkat pembatalan langganan lebih tinggi dibanding aplikasi non-AI. Data mencakup analisis lebih dari 1 miliar transaksi yang menghasilkan 11 miliar dolar dan menunjukkan aplikasi AI mendominasi sekitar 27% dari keseluruhan aplikasi berlangganan.
Aplikasi AI unggul dalam konversi uji coba ke pelanggan berbayar sebesar 52% dan menghasilkan nilai pelanggan seumur hidup yang lebih tinggi, namun kesulitan mempertahankan pelanggan dengan retensi tahunan hanya 21,1% dibanding 30,7% pada aplikasi non-AI. Refund rate aplikasi AI juga lebih tinggi, mencerminkan masalah nilai dan pengalaman pengguna.
Hasil ini menunjukkan bahwa walau AI mendorong monetisasi awal yang kuat, aplikasi harus fokus meningkatkan kualitas dan pengalaman agar dapat mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang dan mengurangi churn. Tren ini bisa memacu pengembang untuk mengadopsi strategi yang lebih berorientasi pada pelanggan dan pengembangan produk secara berkelanjutan.