Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Aturan Pembatasan Usia Media Sosial, Kunci Lindungi Anak dari Konten Negatif

Sains
Neurosains and Psikologi
neuroscience-and-psychology (4mo ago) neuroscience-and-psychology (4mo ago)
20 Nov 2025
285 dibaca
2 menit
Aturan Pembatasan Usia Media Sosial, Kunci Lindungi Anak dari Konten Negatif

Rangkuman 15 Detik

Pembatasan usia dalam penggunaan media sosial penting untuk melindungi anak-anak dari konten negatif.
Literasi digital harus diterapkan oleh orang tua untuk membantu anak-anak berinternet dengan aman.
Self-control sangat penting bagi anak-anak agar dapat mengatur waktu bermain gadget mereka.
Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola penggunaan media sosial berdasarkan usia anak dan remaja. Aturan ini dibuat untuk melindungi anak dari konten negatif yang dapat membahayakan perkembangan mental dan emosional mereka. Menurut aturan tersebut, anak di bawah usia 13 tahun hanya boleh mengakses platform yang aman dan edukatif, seperti platform khusus anak. Usia 13-15 tahun diperbolehkan menggunakan media sosial dengan risiko rendah hingga sedang, sementara usia 16-17 tahun dapat mengakses platform berisiko tinggi tapi tetap diawasi orang tua. Psikolog Samanta Elsener mengatakan bahwa aturan ini sangat penting karena anak dan remaja berada pada masa perkembangan yang pesat dan rentan terhadap pengaruh negatif dari konten yang mereka lihat di internet. Oleh karena itu, perlindungan dari konten berbahaya sangat diperlukan. Samanta menekankan pentingnya literasi digital bagi orang tua agar dapat mengajarkan anak-anaknya tentang cara berinternet yang aman, termasuk memahami bagaimana algoritma media sosial bekerja. Dengan cara ini, anak bisa diajari agar tidak terus-menerus terpapar konten negatif yang sama. Selain itu, pengembangan self-control atau kontrol diri juga sangat penting agar anak dapat membatasi waktu bermain gadget secara mandiri maksimal dua jam per hari. Dengan kontrol diri yang baik, anak bisa lebih disiplin dan tidak lagi perlu terus-menerus diingatkan oleh orang tua tentang batas waktu penggunaan gadget.

Analisis Ahli

Samanta Elsener
Mendukung pembatasan usia karena remaja sangat rentan terhadap konten negatif. Menekankan pentingnya literasi digital dan self-control agar anak dapat menggunakan internet secara aman dan disiplin.