Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Presiden Prabowo Minta Sekolah Waspadai Pengaruh Game Online dan Kekerasan

Sains
Neurosains and Psikologi
neuroscience-and-psychology (4mo ago) neuroscience-and-psychology (4mo ago)
10 Nov 2025
10 dibaca
2 menit
Presiden Prabowo Minta Sekolah Waspadai Pengaruh Game Online dan Kekerasan

Rangkuman 15 Detik

Pentingnya pengawasan terhadap pengaruh game online dan perundungan di sekolah.
Peran orang tua dan sekolah sangat krusial dalam mendampingi anak-anak menghadapi dampak negatif dari dunia digital.
Kebijakan harus dirumuskan untuk mengatur konten game dan mendukung pendidikan karakter di kalangan siswa.
Insiden ledakan yang terjadi di SMA 72 Jakarta memicu perhatian pemerintah terhadap dampak negatif dari game online dan perundungan di kalangan pelajar. Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan agar sekolah dan orang tua lebih waspada serta memperketat pengawasan atas pengaruh digital yang dapat membentuk perilaku negatif siswa. Hal ini menjadi perhatian utama untuk melindungi masa depan generasi muda di era teknologi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa dalam rapat terbatas, Presiden meminta untuk membatasi pengaruh game online, terutama game bergenre perang seperti PUBG yang mengandung unsur kekerasan dan senjata. Permainan tersebut dapat memicu perilaku agresif dan kekerasan yang mudah dipelajari oleh pelajar, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam pengawasan dan pembatasan. Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menegaskan bahwa arahan Presiden bukanlah larangan bermain game, melainkan penataan dan pengawasan yang ketat agar game tidak menimbulkan dampak negatif seperti agresif, adiktif, dan perilaku sosial yang buruk. Ia juga menyarankan agar kebijakan baru melibatkan lintas kementerian dengan fokus perlindungan moral, psikologis, dan pendidikan karakter. Trubus juga menekankan pentingnya peran aktif orang tua dan sekolah dalam mendeteksi perilaku menyimpang akibat pengaruh game. Ia mengusulkan pelatihan digital parenting dan pendekatan rehabilitatif untuk anak yang sudah kecanduan game, melalui kegiatan positif seperti olahraga dan kreativitas, serta tidak menakuti melainkan merangkul mereka. Di masa depan, pemerintah direncanakan akan membentuk pusat pemulihan digital dan mengatur regulasi ketat kepada platform game global agar mengimplementasikan pembatasan usia, jam bermain, dan verifikasi identitas. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak serta mendukung tumbuh kembang mereka secara sehat dan bertanggung jawab.

Analisis Ahli

Trubus Rahadiansyah
Presiden ingin negara hadir untuk mengatur agar game online tidak membentuk perilaku agresif, adiktif, atau asosial. Perlu pendekatan komprehensif dan pengawasan yang melibatkan sekolah dan orang tua secara aktif, serta pengembangan program digital parenting dan rehabilitasi anak yang kecanduan game.