Courtesy of CNBCIndonesia
Ikhtisar 15 Detik
- Fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi baik dan stabil.
- Lesunya rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh faktor eksternal, bukan karena masalah internal.
- Bank Indonesia optimis bahwa risiko krisis di dalam negeri masih jauh dan terus memantau situasi.
Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini baik meskipun nilai rupiah melemah terhadap dolar AS. Asisten Gubernur BI, Solikin M. Juhro, menjelaskan bahwa faktor eksternal, seperti kebijakan Presiden Donald Trump, menjadi penyebab utama. Dia menekankan bahwa indikator ekonomi seperti pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), inflasi, dan utang luar negeri menunjukkan angka yang positif dan stabil.
Pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,04% dengan inflasi rendah di 2,81%. Utang luar negeri juga terjaga di level yang aman, dan rasio permodalan perbankan menunjukkan tren yang baik. Meskipun ada tekanan pada nilai rupiah, Solikin yakin bahwa risiko krisis di Indonesia masih jauh, dan BI akan terus memantau situasi ini.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang disampaikan oleh Bank Indonesia mengenai fundamental ekonomi nasional?A
Bank Indonesia menyatakan bahwa fundamental ekonomi nasional dalam situasi baik dan stabil.Q
Apa penyebab lesunya rupiah terhadap dolar AS menurut Bank Indonesia?A
Lesunya rupiah disebabkan oleh faktor eksternal, terutama kebijakan yang diambil oleh Presiden Donald Trump.Q
Bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 dan 2024?A
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh stabil di kisaran 5,04% pada 2023 dan 5,02% pada 2024.Q
Apa yang menjadi rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB?A
Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB adalah 29,79% pada 2023 dan 30,43% pada 2024.Q
Apakah Bank Indonesia melihat risiko krisis di dalam negeri?A
Bank Indonesia memandang risiko krisis di dalam negeri masih jauh dan tidak sebanding dengan krisis 1997-1998.