Pomodo.id - Kenapa teknologi railgun yang sebelumnya ramai dibicarakan kini ditinggalkan oleh Angkatan Laut? Meskipun dianggap sebagai masa depan peperangan angkatan laut, teknologi ini menghadapi tantangan besar yang mengakibatkan pengunduran diri dari perhatian khusus. Railgun, yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk meluncurkan proyektil, dapat mencapai kecepatan hipersonik dan jarak lebih dari 160.93 km (100 mil) laut (sekitar 185 km) tanpa memerlukan bahan peledak. Namun, berbagai faktor seperti tantangan rekayasa, perubahan prioritas militer, dan munculnya teknologi bersaing secara cepat menghalangi perkembangan dan implementasinya.