Courtesy of AsianScientist
Penelitian terbaru dari National University of Singapore menunjukkan bahwa mengonsumsi buah-buahan lebih banyak di usia muda dapat mengurangi risiko depresi di usia tua, terutama di kalangan orang Asia. Penelitian ini melibatkan lebih dari 13.000 peserta dan menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi setidaknya tiga porsi buah setiap hari memiliki kemungkinan depresi yang lebih rendah hingga 21% dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari satu porsi. Buah-buahan kaya akan antioksidan dan nutrisi yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan, yang berhubungan dengan risiko depresi.
Meskipun sayuran juga penting untuk kesehatan, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi sayuran dan risiko depresi. Hal ini mungkin disebabkan oleh cara sayuran biasanya dimasak, yang dapat mengubah kandungan nutrisinya. Temuan ini menekankan pentingnya mengonsumsi buah sebagai langkah pencegahan terhadap depresi seiring bertambahnya usia, dan peneliti berencana untuk menyelidiki lebih lanjut tentang nutrisi spesifik dalam buah yang dapat membantu menjaga kesehatan mental.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan dalam penelitian tentang konsumsi buah dan sayuran?A
Penelitian menemukan bahwa peningkatan konsumsi buah di tahun-tahun awal dapat mengurangi kemungkinan mengalami depresi terkait penuaan.Q
Siapa peneliti utama dalam studi ini?A
Peneliti utama dalam studi ini adalah Woon-Puay Koh, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Singapura.Q
Apa dampak dari konsumsi buah terhadap kesehatan mental pada orang tua?A
Konsumsi buah yang cukup dapat mengurangi kemungkinan depresi terkait penuaan hingga 21%.Q
Mengapa sayuran tidak menunjukkan hubungan dengan risiko depresi?A
Sayuran tidak menunjukkan hubungan dengan risiko depresi mungkin karena cara penyajiannya yang biasanya dimasak, yang dapat mengubah ketersediaan nutrisi.Q
Apa tujuan dari Singapore Chinese Health Study?A
Tujuan dari Singapore Chinese Health Study adalah untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit di kalangan populasi Tionghoa di Singapura.