Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Arsenal Militer Generasi Baru

Share

Kumpulan artikel ini membahas persaingan global dalam pengembangan dan penerapan teknologi militer generasi terbaru, termasuk rudal hipersonik, pesawat tempur adaptif, kapal selam nuklir, serta drone dan kapal perang otonom. Liputan mencakup uji coba senjata jarak jauh, upgrade sistem kontrol nuklir, inovasi mesin roket dan scramjet, hingga pembangunan kapal selam stealth berdaya jangkau jauh.

24 Feb 2026, 19.14 WIB

Australia Mulai Investasi Besar untuk Kapal Selam Nuklir Canggih

Australia Mulai Investasi Besar untuk Kapal Selam Nuklir Canggih
Australia telah melakukan langkah besar dengan membayar 310 juta dolar Australia untuk komponen reaktor nuklir pertama yang dibangun di Inggris, yang akan digunakan untuk kapal selam SSN-AUKUS. Tindakan ini menandai fase baru dalam membangun kapal selam serang nuklir generasi berikutnya. Komponen ini penting untuk memulai pembuatan sistem propulsi kapal selam yang akan diproduksi di galangan kapal Osborne Naval Shipyard di Australia Selatan pada akhir dekade ini. Pemerintah menekankan bahwa langkah awal ini penting untuk menjaga jadwal produksi tetap sesuai rencana. Kerjasama antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat dalam proyek SSN-AUKUS juga melibatkan dialog industri pertahanan, di mana mereka membahas teknis seperti radar, produksi komponen, dan integrasi tenaga kerja. Hal ini menunjukkan koordinasi erat antara negara-negara mitra. Australia juga berinvestasi besar dalam infrastruktur, termasuk dana 3,9 miliar dolar Australia untuk pembangunan galangan kapal di Osborne, yang akan menjadi pusat fabrikasi dan perakitan kapal selam nuklir pertama buatan dalam negeri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pertahanan yang lebih luas untuk menghadapi meningkatnya pengaruh militer China di kawasan Indo-Pasifik. Meski mendapat kritik, pemerintah Australia yakin proyek ini berjalan sesuai jadwal dan mendukung keamanan regional.
24 Feb 2026, 18.31 WIB

L3Harris Percepat Produksi Komponen Hipersonik dengan 3D Printing Canggih

L3Harris Percepat Produksi Komponen Hipersonik dengan 3D Printing Canggih
L3Harris Technologies telah membuat terobosan dalam teknologi manufaktur aditif untuk sistem propulsi hipersonik. Mereka berhasil memangkas waktu produksi komponen hingga sepuluh kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Teknologi ini penting karena produksi sistem propulsi hipersonik sebelumnya memakan waktu lama dan biayanya sangat tinggi. Program ini dikenal dengan nama GAMMA-H, yang bertujuan untuk mengembangkan proses manufaktur yang dapat menghasilkan produksi massal dengan biaya lebih rendah. L3Harris menggunakan material khusus seperti superalloy berbasis nikel dan logam refraktori yang tahan suhu dan tekanan ekstrim, yang sangat dibutuhkan pada mesin scramjet. Keunggulan dari penggunaan teknologi 3D printing adalah kemampuan mencetak komponen dengan desain internal kompleks. Contohnya termasuk saluran pendingin, jalur bahan bakar, dan struktur pelengkap yang sulit dibuat dengan cara tradisional. Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah komponen yang harus dirakit tetapi juga mempercepat proses manufaktur secara keseluruhan. L3Harris mengintegrasikan sistem robotik, pemantauan otomatis selama pencetakan, serta sensor untuk mengontrol kualitas secara real-time. Dengan cara ini, mereka dapat mengurangi cacat produk dan proses pasca-produksi yang mahal dan memakan waktu. Pendanaan Rp 367.40 miliar ($22 juta) dari Departemen Pertahanan AS mendukung pengembangan ini. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lini produksi digital terintegrasi—atau pabrik masa depan—yang mampu mengubah bahan bubuk logam secara langsung menjadi sistem propulsi lengkap dengan cepat dan efisien. Inovasi ini diharapkan akan merevolusi manufaktur sistem hipersonik dengan biaya rendah dan kapasitas produksi tinggi.
23 Feb 2026, 23.54 WIB

INS Aridhaman: Kapal Selam Nuklir Terbaru India Tingkatkan Pertahanan Strategis

INS Aridhaman: Kapal Selam Nuklir Terbaru India Tingkatkan Pertahanan Strategis
India tengah bersiap untuk mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir ketiganya yang bernama INS Aridhaman. Kapal selam ini merupakan yang terbesar dan tercanggih dari kelas Arihant yang telah lama dikembangkan oleh Angkatan Laut India di fasilitas pelayaran Visakhapatnam. Dengan bobot mencapai 7.000 ton, kapal ini menyimbolkan langkah besar dalam modernisasi kekuatan maritim India. INS Aridhaman memiliki ukuran lebih panjang dan berat dibanding pendahulunya, memungkinkan membawa rudal balistik lebih banyak dan berbagai jenis. Kapal selam ini mampu membawa hingga 24 rudal K-15 jarak pendek, atau 8 rudal K-4 dengan jarak lebih jauh, serta dirancang mendukung rudal K-5 yang memiliki jangkauan sangat besar hingga 6.000 kilometer. Reaktor nuklir canggih berjenis CLWR-B1 dengan daya 83 MW menjadi jantung tenaga kapal ini. Reaktor tersebut dirancang khusus dengan teknologi yang lebih sunyi dan efisien, sehingga memastikan kapal selam dapat beroperasi dengan stealth tinggi selama misi bawah laut jangka panjang. Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan sistem sonar terbaru dan pelapis khusus untuk meminimalkan jejak suara. Poseidon strategis bagi kekuatan nuklir India, INS Aridhaman akan bergabung dengan dua kapal selam balistik lainnya di bawah kendali Komando Pasukan Strategis. Dengan demikian, India dapat menjalankan pola rotasi yang memastikan ada kapal yang selalu patroli siap siaga, mengoptimalkan kemampuan pertahanan dan pencegahan nuklir secara berkelanjutan. Selain pengembangan kapal selam ini, India juga memperkuat basisnya di Project Varsha yang terlindungi dengan akses aman dan fasilitas lengkap untuk kapal selam strategis. Program ini juga membantu latihan kapal selam dengan kedatangan kapal Chakra III yang disewa dari Rusia serta negosiasi pengadaan kapal selam diesel- listrik dengan Jerman, menunjukkan komitmen India dalam memperkuat dan memperluas armadanya.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Gempuran Rudal dan Siber Iran

  • Inovasi Penunjang Koloni Lunar

  • Bitcoin di Pusaran ETF & Ketegangan Iran

  • AI: Terobosan & Geliat Pasar

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Gejolak Bumi Nusantara

  • Waspada Penipuan Digital