Stryker, perusahaan alat medis asal AS, mengalami serangan siber besar yang menghapus data dari lebih 200,000 perangkat di seluruh dunia. Kelompok peretas Handala yang terkait dengan Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut yang juga mencuri 50 terabyte data penting. Dampak serangan menyebabkan jaringan dan komunikasi internal perusahaan berhenti total.
Serangan ini memengaruhi operasi Stryker di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, terutama di situs besar di Cork, Irlandia. Meskipun data dan sistem internal Microsoft mereka terhapus, Stryker memastikan produk medis seperti Mako, Vocera, dan LIFEPAK35 tetap aman digunakan. Hingga saat ini, belum ada indikasi malware atau ransomware selain penghapusan datanya.
Situasi ini menyebabkan gangguan besar terhadap operasi global Stryker dan belum ada kepastian kapan sistem akan pulih sepenuhnya. Serangan ini memicu kekhawatiran tentang keamanan siber di sektor kesehatan dan kemungkinan dampak finansial serta strategis jangka panjang bagi perusahaan. Stryker berupaya memulihkan sistem dan menjaga komunikasi agar mitigasi kerugian segera terlaksana.