TLDR
Jingan Technology menggunakan AI untuk mendeteksi sinyal militer AS sebelum konflik. Operasi Epic Fury menandai peningkatan ketegangan antara AS dan Iran. Pemantauan militer dengan teknologi canggih dapat mengubah cara perang dilakukan di masa depan. Perusahaan teknologi China, Jingan Technology, mengklaim berhasil mendeteksi sinyal radio dari pesawat siluman B-2 milik Amerika Serikat selama operasi militer di Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026. Ini menjadi sorotan karena pesawat B-2 dikenal sangat canggih dan sulit dideteksi.Jingan Technology menggunakan sistem pemantauan Jingqi yang menggabungkan citra satelit, data penerbangan, dan catatan militer publik untuk menganalisis pola penerbangan dan penggelaran militer AS di wilayah Timur Tengah. Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan untuk mendeteksi peningkatan aktivitas militer sejak Januari 2026.Penerapan AI dalam deteksi dan pengawasan militer menunjukkan bagaimana teknologi baru memengaruhi persaingan militer global. Hal ini dapat mengubah pendekatan terhadap konflik bersenjata di masa depan dan menambah ketegangan dalam hubungan internasional, khususnya antara negara-negara besar.