
Courtesy of TheVerge
Trump Gagas Pledge Tenaga Listrik Mandiri untuk Perusahaan AI Demi Redam Kenaikan Biaya
Menyampaikan inisiatif pemerintah untuk mengurangi dampak kenaikan harga listrik dengan mengikat perusahaan teknologi besar agar menyediakan sendiri kebutuhan energi untuk ekspansi pusat data AI mereka, bagi pemahaman publik tentang langkah-langkah yang diupayakan untuk menstabilkan biaya listrik yang kini semakin meningkat.
26 Feb 2026, 03.37 WIB
5 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kenaikan biaya listrik menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan perusahaan.
- Perusahaan teknologi diharapkan mengambil tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka sendiri.
- Proyek pusat data dapat menghadapi penundaan dan penolakan dari masyarakat lokal.
Amerika Serikat - Kenaikan biaya listrik di Amerika Serikat menjadi isu penting karena permintaan tenaga listrik yang terus meningkat, terutama dari pusat data AI yang sedang berkembang pesat. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk meminta perusahaan teknologi besar menyediakan secara mandiri kebutuhan daya listrik mereka melalui sebuah 'rate payer protection pledge'.
Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Google, Meta, Microsoft, dan OpenAI direncanakan akan mengikuti inisiatif tersebut dalam sebuah acara penandatanganan yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Maret. Namun, rincian mengenai isi janji dan aturan pengawasan untuk menjamin pelaksanaan komitmen masih minim.
Meta telah mengambil langkah nyata dengan mengikat perjanjian 15 tahun untuk membiayai pembangunan tiga pembangkit gas di Louisiana guna menyuplai energi pusat data mereka. Namun, terdapat kekhawatiran dari warga lokal dan kelompok konsumen bahwa penggunaan pembangkit berbahan fosil akan mempengaruhi harga energi dan lingkungan setempat.
Pusat data diperkirakan akan terus meningkatkan permintaan listrik hingga dua sampai tiga kali lipat pada tahun 2028. Inisiatif mempermudah perizinan dan pembangunan pembangkit baru, termasuk yang berbahan bakar fosil, menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk mencapai keunggulan global dalam pengembangan AI.
Namun, hambatan utama seperti penolakan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur energi baru dan keterbatasan pasokan peralatan membatasi akselerasi rencana tersebut. Demokrat, seperti Gubernur Abigail Spanberger dari Virginia, menekankan pentingnya menanggapi keluhan masyarakat tentang tingginya biaya listrik agar tidak menjadi isu politik lebih luas.
Referensi:
[1] https://theverge.com/science/884191/ai-data-center-energy-state-of-the-union-trump
[1] https://theverge.com/science/884191/ai-data-center-energy-state-of-the-union-trump
Analisis Ahli
Dr. Emily Chen (Ahli Energi Terbarukan)
"Meskipun inisiatif ini berpotensi mengurangi tekanan pada jaringan listrik umum, fokus pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil justru menambah beban lingkungan dan melemahkan upaya transisi energi bersih yang sangat dibutuhkan."
Prof. Jonathan Fields (Ekonom Energi)
"Kebijakan ini bisa mengurangi beban biaya listrik ke konsumen tapi risiko kegagalan implementasi dan kurangnya regulasi yang ketat akan membuat manfaatnya terbatas dan menimbulkan ketidakpastian pasar energi."
Analisis Kami
"Inisiatif ini menunjukkan adanya kesadaran perusahaan teknologi terhadap dampak konsumsi energi mereka, namun tanpa mekanisme pengawasan yang jelas, janji-janji tersebut cenderung menjadi retorika tanpa realisasi signifikan. Selain itu, ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil dapat memperparah masalah lingkungan dan mengabaikan kebutuhan solusi energi terbarukan yang berkelanjutan."
Prediksi Kami
Jika inisiatif ini terlaksana secara nyata, perusahaan teknologi mungkin akan semakin mandiri secara energi, namun tekanan regulasi dan tantangan teknis tetap berpotensi memperlambat realisasi komitmen tersebut sehingga harga listrik bagi konsumen rumah tangga belum tentu segera menurun.





