Setelah serangan militer antara AS dan Israel terhadap Iran, banyak gambar dan video palsu beredar secara luas di media sosial terkait perang tersebut. Organisasi investigasi digital seperti The New York Times, Indicator, dan Bellingcat berperan penting dalam memverifikasi keaslian konten untuk mencegah misinformasi. Verifikasi ini penting agar publik mendapatkan informasi yang benar dan menghindari penyebaran kebohongan.
Proses verifikasi meliputi pemeriksaan detail visual, analisa sumber dan reputasinya, serta pengecekan jejak digital menggunakan alat seperti pencarian gambar terbalik. Selain itu, penentuan waktu dan lokasi gambar juga dianalisa menggunakan teknologi seperti Google Maps dan SunCalc untuk memastikan keaslian. Langkah tersebut belum sempurna, namun mampu meminimalisir penyebaran konten palsu dengan efektif.
Mengingat kemudahan pembuatan konten deepfake dan manipulasi digital, masyarakat harus lebih waspada dan sabar sebelum membagikan informasi yang viral atau emosional. Dengan melakukan cross-check ke beberapa sumber independen dan memanfaatkan berbagai alat verifikasi yang tersedia gratis, publik bisa ikut berperan aktif dalam melawan misinformasi. Kesadaran dan ketelitian menjadi kunci utama untuk menjaga kebenaran informasi di era digital.