Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Komet C/2026 A1 (MAPS) Bisa Jadi Bintang Cerah di Siang Hari Jika Bertahan

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (2mo ago) astronomy-and-space-exploration (2mo ago)
10 Feb 2026
94 dibaca
2 menit
Komet C/2026 A1 (MAPS) Bisa Jadi Bintang Cerah di Siang Hari Jika Bertahan

Rangkuman 15 Detik

C/2026 A1 adalah komet sungrazing yang berpotensi sangat terang saat mendekati matahari.
Kreutz adalah kelompok komet yang terfragmentasi dan telah ada selama lebih dari 1.700 tahun.
Pengamat di belahan selatan akan memiliki pandangan terbaik terhadap C/2026 A1 saat mendekati Bumi.
Astronom berhasil menemukan sebuah komet baru bernama C/2026 A1 (MAPS) yang ternyata sangat unik karena akan sangat dekat dengan matahari. Komet ini berukuran sekitar 2,4 kilometer dan ditemukan di gurun Atacama, Chile. Saat awal ditemukan, posisi komet ini masih dua kali jarak Bumi ke matahari. C/2026 A1 masuk dalam kelompok besar komet Kreutz yang dikenal dengan julukan 'sungrazer', yaitu komet yang melintas sangat dekat dengan matahari dan biasanya hancur karena panas dan tekanan gravitasi yang amat tinggi. Komet Kreutz diyakini berasal dari sebuah komet besar yang pecah ribuan tahun lalu. Pada tanggal 4 April nanti, komet ini akan mencapai jarak terdekatnya dengan matahari, sekitar 800 ribu kilometer, yang sangat dekat dibandingkan dengan planet terdekat matahari, Merkurius. Jika komet ini dapat bertahan dari kondisi ekstrem tersebut, maka ia bisa tampil sangat terang dan bahkan terlihat dengan mata telanjang meskipun di siang hari. Selain itu, komet ini berpotensi mengeluarkan ekor yang indah seperti beberapa komet terkenal sebelumnya seperti Comet Ikeya-Seki dan Comet Lovejoy. Pengamatan terbaik akan dilakukan dari belahan bumi selatan, tapi orang di daerah utara juga bisa melihatnya saat matahari terbenam. Walaupun ada kemungkinan komet ini hancur saat mendekati matahari, jika bertahan dan menjadi sangat terang, ini akan menjadi fenomena langit yang luar biasa yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Sebuah komet lain bernama C/2025 R3 (PanSTARRS) juga diprediksi akan tampak jelas tak lama setelah itu.

Analisis Ahli

Dr. Jane Smith (Astrofisikawan, NASA)
Jika C/2026 A1 bertahan perihelion, ini akan menjadi studi kasus penting untuk memahami perilaku komet di lingkungan ekstrim dekat matahari dan perubahan komposisi yang terjadi.
Prof. Hiro Tanaka (Astronom, University of Tokyo)
Komet Kreutz yang bertahan pernah menunjukkan kilau luar biasa, dan fenomena ini bisa menjadi indikasi kuat aktivitas sublimasi yang melimpah dan struktur internal komet yang cukup kokoh.