
NASA baru saja menyelesaikan sebuah pengujian penting bernama wet dress rehearsal untuk misi Artemis 2 yang bertujuan mengirim manusia mengelilingi bulan. Pengujian ini dilakukan di Kennedy Space Center, Florida, selama dua hari dan bertujuan memastikan semua sistem roket dan pesawat ruang angkasa siap untuk peluncuran.
Sebelumnya, NASA menghadapi masalah serius berupa kebocoran hidrogen cair pada roket Space Launch System, yang membuat tes-tes sebelumnya gagal atau terhenti. Kali ini, masalah tersebut berhasil diatasi dengan mengganti segel-segel yang bermasalah, sehingga pengisian bahan bakar roket dengan 730.000 galon berjalan lancar tanpa kebocoran.
Selain pengisian bahan bakar, tim NASA juga memeriksa berbagai sistem penting seperti penutupan pintu kapsul Orion dan sistem pelolosan darurat. Pengujian termasuk simulasi hitungan mundur terakhir yang mereplikasi kondisi peluncuran sebenarnya sampai detik-detik sebelum mesin roket menyala.
Artemis 2 tidak akan mendarat di bulan, melainkan akan mengitari bulan menggunakan lintasan yang memanfaatkan gravitasi bulan agar dapat kembali ke Bumi tanpa perlu dorongan tambahan. Misi ini akan menjadi penerbangan manusia pertama NASA melintasi orbit rendah Bumi sejak era Apollo.
Empat astronot yang akan ikut dalam misi ini berasal dari NASA dan Canadian Space Agency, menunjukkan kerja sama internasional dalam eksplorasi luar angkasa. Peluncuran Artemis 2 direncanakan berlangsung pada awal Maret 2024, dengan peluang peluncuran cadangan di bulan April.