Fokus
Sains

Intrik Teknologi dan Politik

Share

Cerita ini mengulas persimpangan antara dunia teknologi dan ranah politik, mulai dari pengungkapan rahasia negara oleh figur politik, tuntutan hukum internasional terkait peran sejarah, keputusan legislatif AS terhadap kolaborasi sains dengan China, hingga dinamika kebijakan antara China dan Jepang.

20 Feb 2026, 16.25 WIB

Kontroversi Pernyataan Obama dan Reaksi Trump soal Keberadaan Alien

Kontroversi Pernyataan Obama dan Reaksi Trump soal Keberadaan Alien
Barack Obama, Presiden Amerika Serikat ke-44, menjadi sorotan setelah pernyataannya dalam sebuah podcast yang viral di media sosial. Ia menyebutkan bahwa alien atau makhluk luar angkasa itu nyata, meskipun dia sendiri belum pernah melihatnya secara langsung. Obama juga menyatakan tidak ada penampungan alien di tempat rahasia seperti Area 51. Setelah ucapan itu menimbulkan kehebohan, Obama menjelaskan bahwa ia hanya mencoba menjawab pertanyaan dengan santai dalam sesi tanya jawab cepat. Ia menegaskan bahwa selama masa jabatannya sebagai Presiden, ia tidak pernah melihat bukti pasti mengenai alien. Reaksi datang dari Presiden AS saat ini, Donald Trump, yang menganggap Obama telah membocorkan informasi rahasia terkait alien. Trump menganggap apa yang diucapkan Obama adalah kesalahan besar dan tidak seharusnya diungkapkan secara terbuka. Di sisi lain, isu keberadaan alien dan UAP memang menjadi perhatian serius di pemerintahan Amerika Serikat. Ada laporan dan kesaksian mantan intelijen militer yang mengklaim bahwa pemerintah telah menyembunyikan informasi penting tentang fenomena ini. Meski demikian, Pentagon membantah klaim tersebut. Perdebatan mengenai alien dan UAP masih berlangsung, dan pernyataan publik tokoh-tokoh penting seperti Obama dan Trump turut memperkuat spekulasi masyarakat dan penggemar teori konspirasi. Topik ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian dalam wacana politik dan ilmiah di masa yang akan datang.
19 Des 2025, 11.12 WIB

Putusan Jimmy Lai dan Terobosan Teknologi Panas: Isu Panas Asia Saat Ini

Putusan Jimmy Lai dan Terobosan Teknologi Panas: Isu Panas Asia Saat Ini
Berita kali ini menyajikan berbagai perkembangan penting di Hong Kong, Cina daratan, dan wilayah Asia yang mendapatkan perhatian luas. Pertama adalah putusan pengadilan yang menvonis Jimmy Lai, seorang tokoh media dan pejuang demokrasi, dinyatakan bersalah atas semua tuduhan yang terkait dengan keamanan nasional setelah persidangan yang berlangsung lebih dari satu setengah tahun. Selain itu, kabar dari dunia teknologi menunjukkan keberhasilan tim peneliti China menciptakan sebuah teknologi yang mampu mengkonsentrasikan panas rendah menjadi panas tinggi mencapai suhu lebih dari 200 derajat Celsius, suatu terobosan yang selama ini menjadi batasan dalam pemanfaatan energi industri. Di sisi lain, pemerintah Jepang kembali menegaskan posisi mereka tentang Taiwan, mengacu pada perjanjian tahun 1972 yang mendasari hubungan diplomatik mereka dengan Cina, sambil menekankan bahwa masalah Taiwan harus diselesaikan secara damai melalui dialog. Ketiga isu utama ini menyoroti bagaimana dinamika politik, teknologi, dan diplomasi di kawasan Asia saling terkait dan memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas regional dan perkembangan ekonomi. Terobosan teknologi dari China berpotensi mengubah industri energi sementara isu-isu politik menimbulkan ketegangan diplomatik. Pembaca diharapkan dapat memahami kompleksitas isu-isu ini dan dampaknya tidak hanya bagi kawasan Asia, tapi juga bagi hubungan internasional yang lebih luas di masa depan.
18 Des 2025, 20.00 WIB

US Congress Batalkan Larangan Kerja Sama Riset dengan China Di Tengah Kontroversi

US Congress Batalkan Larangan Kerja Sama Riset dengan China Di Tengah Kontroversi
Kongres Amerika Serikat baru-baru ini mengesahkan RUU pertahanan tahunan senilai 901 miliar dolar AS yang mencakup berbagai kebijakan terkait keamanan nasional dan penelitian. Dalam prosesnya, terdapat rencana kontroversial yang bertujuan membatasi kerjasama ilmiah antara peneliti AS dengan China dan beberapa negara lain melalui SAFE Research Act. Proposal tersebut awalnya berencana untuk melarang pendanaan federal bagi peneliti AS yang bekerja sama dengan ilmuwan China. Namun, usul ini mendapat kritik luas dari komunitas ilmiah AS karena dikhawatirkan akan merusak hubungan dan kepercayaan yang telah terbentuk di dunia penelitian internasional. Sejumlah akademisi terkemuka dan organisasi ilmiah, termasuk sejumlah pemenang hadiah Nobel, menyuarakan kekhawatiran mereka dalam surat terbuka yang menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk menjaga daya saing penelitian AS agar tetap unggul di dunia. Sebagai akibatnya, Kongres akhirnya menghapus ketentuan terkait SAFE Research Act dalam RUU pertahanan tersebut. Meski demikian, pemerintah AS tetap memperketat aturan dan pembatasan terhadap perusahaan bioteknologi asal China yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional. Keputusan ini dianggap sebagai langkah bijaksana yang menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan kebutuhan akan penelitian ilmiah yang terbuka dan inklusif, demi memastikan kemajuan teknologi dan inovasi tetap berlanjut tanpa terhambat oleh ketegangan geopolitik.