Fokus
Sains

Penemuan Misterius di Indonesia

Share

Menggali penemuan unik dan misterius di Indonesia, mulai dari organisme besar yang awalnya disangka jamur, penemuan dunia hilang oleh para ilmuwan, hingga batu yang ternyata menyimpan harta karun senilai jutaan rupiah.

20 Feb 2026, 08.20 WIB

Prototaxites Bukan Jamur, Organisme Purba Ini Punya Garis Keturunan Unik

Prototaxites Bukan Jamur, Organisme Purba Ini Punya Garis Keturunan Unik
Prototaxites adalah organisme raksasa purba yang menghuni daratan Bumi sekitar 420 hingga 370 juta tahun lalu, pada periode Silur Akhir hingga Devon. Organisme ini dikenal karena fosilnya yang berbentuk tiang besar dan dapat mencapai tinggi sampai 8 meter. Selama ini, Prototaxites dianggap sebagai jamur raksasa yang mendominasi daratan jauh sebelum kemunculan pohon. Penelitian terbaru yang dipimpin oleh para paleontolog dari University of Edinburgh dan National Museums Scotland mengkaji spesies Prototaxites taiti yang fosilnya ditemukan dalam kondisi sangat baik di situs fosil Rhynie chert, Skotlandia. Spesimen terbesar dan terbaik ini memberi kesempatan unik untuk studi yang mendalam menggunakan metode terbaru seperti pembelajaran mesin dan analisis kimia spektroskopi inframerah. Hasil studi menunjukkan bahwa struktur internal Prototaxites sangat berbeda dengan jamur yang dikenal saat ini. Organisme ini memiliki tiga tipe tabung dengan pola percabangan unik yang tidak mirip jamur. Analisis kimia juga tidak menemukan komponen khas jamur seperti kitin atau biomarker perylene yang biasanya ditemukan pada fosil jamur lain di lokasi yang sama. Berdasarkan bukti anatomi dan molekuler ini, para peneliti menyimpulkan bahwa Prototaxites bukanlah jamur maupun organisme kompleks lain yang diketahui saat ini. Organisme ini mewakili cabang evolusi unik dan kini telah punah sepenuhnya, yang menunjukkan bahwa kehidupan pada masa lalu bereksperimen dengan cara berbeda untuk membentuk organisme besar dan kompleks. Temuan ini penting karena menggambarkan bahwa sejarah evolusi kehidupan masih menyimpan banyak rahasia dan keberagaman yang tidak terduga. Prototaxites adalah contoh bagaimana fosil bisa membuka wawasan baru tentang eksperimen evolusi yang kini hilang, serta mendorong penelitian lebih lanjut untuk memahami ekosistem kuno di bumi.
21 Des 2025, 08.00 WIB

Sumba, Dunia Hilang dengan Fosil Hewan Langka dan Misteri Evolusi

Sumba, Dunia Hilang dengan Fosil Hewan Langka dan Misteri Evolusi
Pulau Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur ternyata menyimpan rahasia besar dari dunia masa lalu yang kini disebut sebagai 'dunia hilang'. Di pulau ini, para ilmuwan menemukan fosil berbagai hewan unik seperti gajah mini, tikus, kadal raksasa, dan komodo yang hidup sekitar 12.000 tahun yang lalu. Penemuan ini menunjukkan bahwa Sumba memiliki ekosistem yang kaya dan berbeda saat itu. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Zoological Society of London selama kurun waktu 2011 hingga 2014 sebagai bagian dari eksplorasi kepulauan Wallacea, wilayah yang unik secara biologis karena isolasi geografisnya. Fosil hewan di Sumba memberikan bukti bahwa banyak jenis fauna yang telah punah atau sangat langka sekarang ini, memperlihatkan perubahan besar yang terjadi dalam sejarah alam di kawasan tersebut. Wallacea sendiri adalah batas biologis yang diciptakan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 berdasarkan persebaran spesies di Indonesia. Pulau Sumba termasuk dalam wilayah ini bersama dengan beberapa pulau lain seperti Sulawesi, Lombok, dan Flores. Penemuan fosil Homo Floresiensis di Flores pada tahun 2004 juga menambah ketertarikan terhadap kawasan ini sebagai tempat asal-usul spesies manusia dan hewan yang unik. Sayangnya, penelitian tentang Sumba masih kurang karena banyak pulau di Indonesia yang belum banyak diselidiki. Para ilmuwan berharap studi lebih lanjut bisa dilakukan agar kita bisa lebih memahami bagaimana fauna di daerah tersebut berevolusi dan bagaimana peradaban manusia modern mungkin berkontribusi pada kepunahan beberapa spesies di masa lalu. Penemuan ini membuka wawasan baru tidak hanya untuk para ilmuwan tapi juga masyarakat umum mengenai kekayaan sejarah alam Indonesia yang masih tersembunyi. Sumba, dengan segala misterinya, kini menjadi salah satu destinasi wisata menarik sekaligus lokasi penting untuk penelitian ilmiah yang bisa mengungkap sejarah dunia yang hilang.