Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Tantangan Lingkungan dan Respons Bencana

Share

Cerita ini mengangkat isu-isu mendesak terkait lingkungan, mulai dari pemadaman jaringan listrik pasca banjir yang menyebabkan penyeimbangan darurat di Aceh, peran rig sebagai sumber harapan energi bagi masyarakat lokal, fenomena cuaca ekstrem seperti salju mendadak di Arab Saudi, hingga tragedi bencana yang menelan banyak korban.

22 Des 2025, 14.40 WIB

Kementerian Komunikasi dan Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Aceh

Kementerian Komunikasi dan Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Aceh
Banjir dan longsor baru-baru ini mempengaruhi sejumlah wilayah di Sumatra, terutama Provinsi Aceh, sehingga menyebabkan gangguan jaringan telekomunikasi. Kondisi ini menghambat komunikasi penting antara tim pemulihan bencana dan masyarakat yang terdampak. Untuk membantu pemulihan, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Telkomsel mengirimkan 100 unit genset dan ratusan perangkat komunikasi ke wilayah yang masih mengalami gangguan, khususnya Aceh. Bantuan ini telah dikirimkan secara bertahap sejak pertengahan Desember 2025. Pemulihan jaringan di Sumatra Utara dan Barat sudah hampir selesai, namun Aceh masih tertinggal dengan pemulihan sekitar 80 persen. Oleh karena itu, fokus utama percepatan ada di wilayah Aceh seperti Aceh Tamiang, Gayo Luwes, dan Bener Meriah. Perangkat yang dikirimkan tidak hanya untuk petugas pemulihan, tetapi juga untuk masyarakat yang kehilangan atau merusak perangkat telekomunikasi akibat bencana. Genset yang dikirim memiliki kapasitas 10 kVA, mudah dipindahkan, dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti pengisian daya ponsel. Dengan dukungan tersebut, diharapkan proses pemulihan jaringan di Aceh bisa berjalan lebih lancar, sehingga koordinasi penanganan bencana dan akses komunikasi masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya.
21 Des 2025, 17.45 WIB

Kesalahan Fatal di Balik Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl 1986

Kesalahan Fatal di Balik Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl 1986
Peristiwa Chernobyl terjadi pada tahun 1986 di Uni Soviet dan merupakan bencana nuklir terbesar di dunia. Saat itu, reaktor nuklir Chernobyl sedang menjalani uji coba penting namun dilakukan dengan prosedur yang tidak aman dan tanpa persiapan yang memadai. Kesalahan teknis dan keputusan buruk para pemimpin teknis membuat situasi memburuk. Uji coba dilakukan dengan mengeluarkan air pendingin dari turbin reaktor untuk menguji daya tahan dan kemampuan generator. Namun, para teknisi yang terlibat kurang kompeten dan tidak ada komunikasi terbuka antara mereka dan pimpinan. Deputi Kepala Teknisi Anatoly Dyatlov dan Kepala Teknisi Nicholai Fomin memaksakan uji coba meskipun kondisi reaktor sangat tidak ideal. Proses uji coba menghasilkan penurunan tenaga turbin yang sangat cepat, sehingga suhu inti reaktor naik drastis hingga mencapai 3.000 derajat Celcius. Usaha para teknisi untuk menekan tombol SCRAM agar mematikan reaktor gagal, dan akhirnya reaktor meledak dengan kekuatan besar. Ledakan ini menyebabkan paparan radiasi yang sangat berbahaya bagi penduduk sekitar. Dampak langsung bencana ini sangat besar, dengan sekitar 60 ribu orang meninggal seketika dan puluhan ribu lainnya terkena paparan radiasi. Data dari BBC mencatat 90 ribu kematian akibat radiasi jangka panjang, dan 600 ribu orang terpapar tanpa kematian. WHO melaporkan bahwa penyebaran radiasi mencapai wilayah Eropa sejauh 200 ribu km. Lokasi Chernobyl hingga kini tidak bisa dihuni selama kurang lebih 20 ribu tahun karena efek radiasi yang masih ada. Bencana ini mengingatkan pentingnya kompetensi teknis, transparansi, dan tata kelola yang baik dalam pengelolaan energi nuklir, sebagai pelajaran berharga bagi dunia untuk mencegah tragedi serupa.
21 Des 2025, 15.40 WIB

Rig Pertamina Bantu Warga Aceh Tamiang Isi Daya dan Terang di Tengah Banjir

Rig Pertamina Bantu Warga Aceh Tamiang Isi Daya dan Terang di Tengah Banjir
Wilayah Kecamatan Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami gangguan serius akibat banjir bandang yang memutus aliran listrik dan sinyal komunikasi. Akibatnya, masyarakat kesulitan menghubungi keluarga dan menghadapi malam yang gelap gulita. Untuk membantu warga tetap terhubung dan mendapatkan penerangan, Rig PDSI#19.1 yang berlokasi di sekitar daerah terdampak membuka layanan pengisian daya untuk ponsel dan menyediakan lampu darurat. Masyarakat dari enam desa datang setiap malam untuk mengisi baterai ponsel mereka. Selain akses listrik, Pertamina Drilling juga mendistribusikan bantuan berupa makanan siap santap, sembako, air bersih, dan air minum kemasan kepada warga terdampak. Bantuan ini membantu meringankan beban dan menumbuhkan rasa solidaritas di antara mereka. Inisiatif ini tidak hanya menjaga komunikasi keluarga di masa sulit, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan di tengah keterbatasan. Rig PDSI#19.1 berperan sebagai ruang singgah yang membawa cahaya di malam gelap akibat bencana. Meski demikian, kondisi seperti ini mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan dan sistem pendukung bencana yang lebih kuat. Kerja sama antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah menjadi kunci mempercepat pemulihan di wilayah Aceh Tamiang.
18 Des 2025, 19.20 WIB

Fenomena Hujan Salju Berkala di Arab Saudi: Fakta dan Peringatan Cuaca

Fenomena Hujan Salju Berkala di Arab Saudi: Fakta dan Peringatan Cuaca
Arab Saudi dikenal sebagai negara dengan iklim panas dan gurun yang sangat kering, sehingga banyak orang menganggap bahwa tidak mungkin di sana terjadi hujan salju. Namun, ternyata fenomena hujan salju sebenarnya terjadi secara berkala di wilayah utara Arab Saudi selama musim dingin, khususnya antara bulan Desember dan Februari. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan iklim yang berubah-ubah. Mohammed bin Reddah Al Thaqafi, seorang astronom dan pakar dari Taif Astronomical Sundial, menyatakan bahwa hujan salju di beberapa daerah utara Arab Saudi bukanlah kejadian yang sepenuhnya langka. Ia menjelaskan bahwa daerah seperti Tabuk, Al-Jouf, dan Arar lebih terpapar sistem cuaca Mediterania yang membawa hujan salju selama musim dingin. Kawasan pegunungan dan dataran tinggi seperti Jabal Al Lawz di Tabuk, Alaqan, dan Jabal Salma sangat memungkinkan terjadi hujan salju jika suhu turun di bawah nol derajat Celcius. Selain salju, kondisi cuaca juga dapat disertai badai petir, hujan es, dan angin kencang yang membuat situasi menjadi lebih berbahaya bagi pengendara dan masyarakat sekitar. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memberikan peringatan akan potensi badai petir hingga banjir bandang di beberapa wilayah dengan salju, dan memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Juru bicara lembaga tersebut juga membantah informasi tidak akurat yang menyebutkan banjir besar terjadi di Riyadh yang sebenarnya tidak terjadi. Al-Thaqafi menekankan pentingnya kewaspadaan bagi semua pihak terutama mereka yang berkendara atau beraktivitas di luar ruangan selama musim dingin. Jalan yang licin dan jarak pandang yang berkurang akibat salju dan cuaca buruk membutuhkan perhatian ekstra untuk mencegah kecelakaan.

Baca Juga

  • Merevolusi Teknologi Komputasi

  • Intrik Teknologi dan Politik

  • Tantangan Lingkungan dan Respons Bencana

  • Penjelajahan Kosmik dan Fenomena Misterius

  • Penemuan Misterius di Indonesia