Fokus
Sains

Penelitian Inovatif dalam Ilmu Iklim dan Pemantauan Lingkungan

Share

Berita ini mengumpulkan studi dan pengamatan mengenai perubahan iklim dan lingkungan, meliputi studi isotop hujan, penyelidikan dampak perubahan iklim terhadap neraca keuangan, dan perubahan warna laut yang tercatat oleh NASA.

17 Feb 2026, 18.23 WIB

Menguak Siklus Air Global dengan Isotop: Cara Baru Melacak Pergerakan Kelembapan

Menguak Siklus Air Global dengan Isotop: Cara Baru Melacak Pergerakan Kelembapan
Ilmuwan telah lama ingin memahami dari mana kelembapan di atmosfer berasal dan bagaimana ia bergerak di seluruh siklus air global. Namun, metode yang ada seringkali kurang tepat karena kompleksnya sifat atmosfer. Kini, sebuah tim peneliti dari Universitas Tokyo menggunakan tanda tangan isotop yang ada pada molekul air untuk melacak pergerakan kelembapan dengan akurasi tinggi. Tanda tangan yang dimaksud berasal dari isotop deuterium dan oksigen-18, yang berbeda dari isotop ringan biasa dalam molekul air. Karena molekul ini menguap dan mengembun dengan kecepatan berbeda, perbandingan isotop tersebut menciptakan pola unik yang menunjukkan wilayah asal hujan dan jejak perjalanan kelembapan itu. Untuk meningkatkan ketepatan sekaligus menyingkirkan kesalahan yang biasanya muncul dari satu model iklim, para peneliti membuat framework ensemble. Mereka menggabungkan delapan model iklim berbeda yang menggunakan data selama 45 tahun. Cara ini memungkinkan mereka mendapatkan hasil yang lebih konsisten dan akurat. Data hasil penelitian juga mengungkapkan keterkaitan erat antara pola isotop air dengan fenomena iklim besar seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO), North Atlantic Oscillation (NAO), dan Southern Annular Mode (SAM). Hubungan ini sangat penting karena pola tersebut memengaruhi ketersediaan air bagi milyaran orang di seluruh dunia. Dengan memahami pola ini lebih baik, kita dapat menginterpretasi perubahan iklim masa lalu dan membuat prediksi yang lebih baik tentang bagaimana siklus air dan kondisi cuaca akan berubah di masa depan. Penelitian ini menjadi pijakan penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga ketersediaan air global.
19 Jan 2026, 00.34 WIB

Risiko Perubahan Iklim Kini Jadi Ancaman Nyata Bagi Keuangan Perusahaan

Risiko Perubahan Iklim Kini Jadi Ancaman Nyata Bagi Keuangan Perusahaan
Perubahan iklim yang sebelumnya dianggap sebagai risiko di masa depan kini menjadi masalah nyata yang memengaruhi kestabilan keuangan perusahaan. Dampak fisik seperti gelombang panas, banjir, dan badai tidak lagi hanya menjadi prediksi, tetapi telah menimbulkan kerugian ekonomi langsung yang signifikan. Infrastruktur dan rantai pasokan yang dirancang untuk kondisi iklim masa lalu tidak mampu menahan tekanan kondisi iklim ekstrem yang semakin sering terjadi. Pasar asuransi menjadi indikator penting bagaimana perubahan iklim memengaruhi bisnis. Premi asuransi naik, banyak perusahaan asuransi mengurangi cakupan atau bahkan menarik diri dari wilayah berisiko tinggi untuk mengurangi kerugian. Pada tahun 2025, kerugian akibat bencana alam mencapai 224 miliar dolar dengan kerugian yang diasuransikan sebesar 108 miliar dolar, menunjukkan peningkatan beban asuransi yang besar di seluruh dunia. Perusahaan seringkali memiliki 'blind spot' terkait risiko iklim karena mereka masih mengandalkan data historis dan tidak menguji asetnya di kondisi iklim yang akan datang. Risiko ini jika diabaikan akan langsung menimbulkan biaya operasional yang lebih tinggi, penurunan nilai aset, dan gangguan bisnis. Ketika asuransi tidak lagi menangani risiko tersebut, beban itu langsung jatuh ke neraca keuangan perusahaan dan masyarakat luas. Perusahaan yang berhasil mengatasi risiko iklim melakukan pendekatan proaktif dengan menguji ketahanan aset dan rantai pasokannya menghadapi kondisi iklim masa depan. Strategi ini meliputi adaptasi infrastruktur, diversifikasi sumber pasokan, dan penyelarasan investasi modal dengan tujuan transisi berkelanjutan. Pendekatan ini membantu mencegah kejutan keuangan besar dan melindungi nilai perusahaan dalam jangka panjang. Kegagalan untuk mengidentifikasi dan mengungkap risiko iklim dalam laporan keuangan dan strategi perusahaan akan membuat mereka semakin terpinggirkan oleh investor, pemberi pinjaman, dan regulator. Perubahan iklim kini bukan sekadar ketidakpastian, melainkan keputusan neraca yang sangat nyata dan akan terus mempengaruhi nilai aset dan kestabilan bisnis. Oleh karena itu, menangani risiko iklim secara tepat waktu sangat krusial bagi kelangsungan perusahaan.