
Pada Januari 2025, sekitar 15.000 perawat di New York City melakukan mogok kerja terbesar dalam sejarah kota, menuntut kenaikan gaji dan perlindungan kerja yang lebih baik. Mereka meninggalkan pekerjaan di beberapa sistem rumah sakit besar seperti Mount Sinai, Montefiore, dan NewYork-Presbyterian karena merasa kondisi kerja tidak adil. Negosiasi antara serikat perawat dan pihak manajemen rumah sakit sempat gagal, memaksa mediasi federal masuk, namun belum ada kesepakatan yang ditemukan.
Situasi ini juga terjadi di California, di mana lebih dari 31.000 tenaga kesehatan di sistem Kaiser Permanente berencana mogok mulai 26 Januari. Mereka mengeluhkan staf yang kurang dan beban kerja yang meningkat tanpa kompensasi yang layak, sementara organisasi memiliki cadangan finansial besar. Pada saat yang sama, gaji para eksekutif rumah sakit meningkat pesat selama dua dekade terakhir, jauh lebih cepat dibandingkan gaji staf medis, menciptakan jurang ketidakadilan yang besar.
Laporan resmi dari U.S. Surgeon General pada 2022 menegaskan bahwa tingkat kelelahan di kalangan tenaga kesehatan sudah mencapai krisis bahkan sebelum pandemi COVID-19. Beban administratif, jam kerja panjang, kurangnya dukungan pimpinan, dan intimidasi turut memperburuk kondisi kerja mereka. Pandemi semakin mengungkap kelemahan sistem yang sudah rapuh ini dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan tanpa diimbangi peningkatan sumber daya.
Kondisi tersebut menyebabkan ketidakhadiran tenaga kesehatan dan mogok kerja yang berdampak negatif langsung pada pasien dan masyarakat luas. Beban kerja yang terbagi ke tenaga kesehatan lain hanya memperparah stres, meningkatkan risiko kesalahan medis, dan mengancam kualitas pelayanan kesehatan secara umum. Namun, para pemimpin politik dan bisnis masih tampak kurang memberikan perhatian serius untuk memperbaiki sistem ini secara menyeluruh.
Krisis ini menjadi pengingat penting bahwa sistem kesehatan Amerika Serikat perlu perubahan fundamental. Kesenjangan gaji yang ekstrem dan terus meningkatnya beban kerja harus segera diatasi demi melindungi tenaga kesehatan yang menjadi tulang punggung pelayanan. Jika tidak, maka kesehatan masyarakat secara keseluruhan akan terus terancam oleh sistem yang tampak rapuh dan tidak adil.