Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Terobosan dalam Astronomi dan Observasi Luar Angkasa

Share

Berita ini menggabungkan penemuan dan inovasi dalam astronomi, termasuk penemuan galaksi purba, peluncuran teleskop baru NASA, fenomena gerhana matahari total, dan pengamatan objek langit seperti Saturn dan bulan.

19 Jan 2026, 17.30 WIB

Gerhana Matahari Total 2027: Fenomena Langka dengan Durasi Terpanjang Abad Ini

Gerhana Matahari Total 2027: Fenomena Langka dengan Durasi Terpanjang Abad Ini
Gerhana matahari total yang terjadi pada 2 Agustus 2027 diprediksi akan menjadi salah satu peristiwa astronomi paling menarik di abad ini. Gerhana ini muncul ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari, menciptakan kegelapan singkat di siang hari di wilayah jalur totalitas. Durasi gerhana ini mencapai 6 menit 23 detik, yang sangat lama jika dibandingkan dengan gerhana sebelumnya seperti April 2024 yang hanya mencapai sekitar 4 menit 28 detik. Durasi panjang ini terjadi karena Bulan berada sangat dekat dengan Bumi dan Matahari dalam posisi terjauh dari Bumi. Jalur gerhana akan melewati beberapa negara di Afrika Utara dan Timur Tengah, termasuk Maroko, Spanyol bagian selatan, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan akhirnya Somalia. Kota-kota seperti Luxor dan Aswan di Mesir akan mengalami durasi gerhana terlama. Selain gerhana total ini, ada juga fenomena lain yang menarik, seperti gerhana matahari cincin di Antartika pada Februari 2026, serta dua gerhana bulan pada tahun yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena astronomi ini menjadi peristiwa yang layak dinantikan bagi pengamat langit di seluruh dunia. Pengamatan gerhana harus dilakukan dengan alat pelindung khusus karena melihat langsung ke Matahari tanpa perlindungan berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada mata. Masyarakat dihimbau untuk menghormati aturan keamanan ini saat menikmati fenomena alam langka ini.
19 Jan 2026, 14.00 WIB

Panduan Menakjubkan Melihat Bulan Sabit dan Konstelasi Cerah Minggu Ini

Panduan Menakjubkan Melihat Bulan Sabit dan Konstelasi Cerah Minggu Ini
Minggu ini, para pengamat bintang dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari bulan sabit yang sangat tipis langsung setelah matahari terbenam. Fenomena Earthshine membuat sisi gelap bulan terlihat bercahaya, memberikan keindahan yang luar biasa di langit senja. Seiring berjalannya hari, bentuk bulan sabit mulai membesar dan akan tampak melewati planet Saturnus yang juga terlihat di langit. Ini adalah kesempatan sempurna bagi pengamat menggunakan teropong atau teleskop kecil untuk melihat dua benda langit ini bersama-sama. Pada akhir pekan, bulan akan mencapai fase kuartal pertama yang dikenal sebagai momen tepat untuk pengamatan bulan melalui alat bantu optik. Selain bulan, bintang terang seperti Sirius dan bintang di konstelasi Canis Major juga dapat terlihat jelas. Konstelasi Orion dan Canis Major, yang salah satu bintangnya adalah Sirius, berada dalam posisi terbaik untuk disaksikan pada musim dingin ini. Bentuk dan posisi bintang-bintang ini membentuk pola yang mudah dikenali dan menjadi favorit pecinta astronomi. Bagi yang tertarik dengan informasi lebih detil dan lokasi observasi yang lebih tepat, disarankan menggunakan aplikasi planetarium online seperti Stellarium. Dengan demikian, pengalaman pengamatan langit malam bisa semakin menyenangkan dan edukatif.
19 Jan 2026, 03.00 WIB

Penemuan Galaksi Spiral Berpalang Tertua Mengungkap Evolusi Alam Semesta Awal

Penemuan Galaksi Spiral Berpalang Tertua Mengungkap Evolusi Alam Semesta Awal
Para astronom terus mengembangkan teknologi observasi yang memungkinkan mereka melihat jauh ke masa lalu alam semesta. Dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb dan alat-alat canggih lainnya, mereka berhasil menemukan galaksi spiral berpalang tertua yang pernah dikonfirmasi secara spektroskopi. Galaksi tersebut dinamakan COSMOS-74706 dan ditemukan oleh tim dari Universitas Pittsburgh yang dipimpin oleh Daniel Ivanov. Galaksi ini diperkirakan sudah ada lebih dari 11,5 miliar tahun yang lalu, yaitu sekitar 2 miliar tahun setelah terjadinya Big Bang. Galaksi spiral berpalang adalah galaksi yang memiliki struktur bar berbentuk garis yang membentang di pusatnya. Struktur ini penting karena mempengaruhi proses evolusi galaksi, seperti menyalurkan gas ke pusat galaksi dan memengaruhi pembentukan bintang dan pertumbuhan lubang hitam supermasif. Sebelumnya, galaksi spiral berpalang tertua hanya diindikasikan melalui metode yang kurang pasti seperti lensa gravitasi dan pengukuran redshift yang memiliki tingkat kesalahan cukup tinggi. Namun, melalui spektroskopi, tim peneliti berhasil mengonfirmasi usia galaksi COSMOS-74706 dengan lebih akurat. Penemuan ini sangat penting karena membantu mempersempit waktu mulai munculnya struktur bar di galaksi dan memberikan pemahaman lebih baik tentang bagaimana galaksi berkembang pada masa awal alam semesta. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menemukan lebih banyak galaksi serupa dan memperdalam ilmu kosmologi.
18 Jan 2026, 20.00 WIB

Pandora: Teleskop Baru NASA untuk Mengungkap Misteri Atmosfer Eksoplanet

Pandora: Teleskop Baru NASA untuk Mengungkap Misteri Atmosfer Eksoplanet
Pada 11 Januari 2026, sebuah teleskop baru bernama Pandora diluncurkan oleh SpaceX dari Vandenberg Space Force Base di California. Teleskop ini dirancang khusus untuk membantu mempelajari planet di luar tata surya, atau yang dikenal sebagai eksoplanet, yang sangat sulit diamati karena cahaya bintang yang sangat terang mengaburkan tampilan mereka. Para astronom telah mengetahui bahwa aktivitas di permukaan bintang, seperti bintik bintang yang lebih gelap dan wilayah yang sangat aktif, dapat mengganggu pengukuran atmosfer eksoplanet ketika planet itu lewat di depan bintangnya. Masalah ini disebut efek sumber cahaya transit dan mengacaukan data yang diambil, bahkan untuk teleskop yang sangat canggih seperti James Webb. Pandora dibuat dengan metode yang lebih cepat dan biaya lebih rendah dibanding misi NASA biasanya. Teleskop ini fokus pada pemantauan jangka panjang terhadap bintang dengan kamera yang dapat melihat dalam cahaya tampak dan inframerah, mempelajari bagaimana variasi bintang memengaruhi pengukuran planet yang melewati di depannya. Dengan observasi berulang selama setahun dan total 200 jam pada bintang-bintang target, Pandora dan James Webb akan bekerja bersama untuk membedakan sinyal sejati dari atmosfer planet dengan gangguan yang datang dari permukaan bintang itu sendiri. Setelah pengujian sistem awal, kontrol Pandora akan diambil alih oleh University of Arizona, tempat tim ilmuwan yang mengelola misi ini berada. Misi ini akan memberikan pandangan yang lebih jelas dan stabil tentang planet-planet jauh dan membuka jalur baru untuk pencarian kehidupan di luar bumi.

Baca Juga

  • Terobosan dalam Pengamatan Luar Angkasa dan Astronomi

  • Fenomena Evolusi Unik dan Hibridisasi Spesies

  • Inovasi dan Tantangan Kesehatan

  • Kemajuan Kuantum dan Semikonduktor

  • Terobosan dalam Astronomi dan Observasi Luar Angkasa