Risiko Perubahan Iklim Kini Jadi Ancaman Nyata Bagi Keuangan Perusahaan
Courtesy of Forbes

Risiko Perubahan Iklim Kini Jadi Ancaman Nyata Bagi Keuangan Perusahaan

Menggarisbawahi bahwa risiko perubahan iklim sudah nyata dan memengaruhi nilai aset serta stabilitas keuangan perusahaan, sehingga mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan risiko iklim dalam tata kelola, strategi, dan perencanaan keuangan supaya dapat mengelola ketidakpastian dan menghindari kerugian besar di masa depan.

19 Jan 2026, 00.34 WIB
108 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perubahan iklim menyebabkan kerugian ekonomi yang nyata dan mempengaruhi nilai aset.
  • Perusahaan perlu beradaptasi dan mengelola risiko iklim untuk menjaga stabilitas keuangan.
  • Keterlambatan dalam mengatasi masalah iklim dapat menyebabkan penyesuaian kebijakan mendadak dan risiko aset terdampar.
Jamaika, Karibia - Perubahan iklim yang sebelumnya dianggap sebagai risiko di masa depan kini menjadi masalah nyata yang memengaruhi kestabilan keuangan perusahaan. Dampak fisik seperti gelombang panas, banjir, dan badai tidak lagi hanya menjadi prediksi, tetapi telah menimbulkan kerugian ekonomi langsung yang signifikan. Infrastruktur dan rantai pasokan yang dirancang untuk kondisi iklim masa lalu tidak mampu menahan tekanan kondisi iklim ekstrem yang semakin sering terjadi.
Pasar asuransi menjadi indikator penting bagaimana perubahan iklim memengaruhi bisnis. Premi asuransi naik, banyak perusahaan asuransi mengurangi cakupan atau bahkan menarik diri dari wilayah berisiko tinggi untuk mengurangi kerugian. Pada tahun 2025, kerugian akibat bencana alam mencapai 224 miliar dolar dengan kerugian yang diasuransikan sebesar 108 miliar dolar, menunjukkan peningkatan beban asuransi yang besar di seluruh dunia.
Perusahaan seringkali memiliki 'blind spot' terkait risiko iklim karena mereka masih mengandalkan data historis dan tidak menguji asetnya di kondisi iklim yang akan datang. Risiko ini jika diabaikan akan langsung menimbulkan biaya operasional yang lebih tinggi, penurunan nilai aset, dan gangguan bisnis. Ketika asuransi tidak lagi menangani risiko tersebut, beban itu langsung jatuh ke neraca keuangan perusahaan dan masyarakat luas.
Perusahaan yang berhasil mengatasi risiko iklim melakukan pendekatan proaktif dengan menguji ketahanan aset dan rantai pasokannya menghadapi kondisi iklim masa depan. Strategi ini meliputi adaptasi infrastruktur, diversifikasi sumber pasokan, dan penyelarasan investasi modal dengan tujuan transisi berkelanjutan. Pendekatan ini membantu mencegah kejutan keuangan besar dan melindungi nilai perusahaan dalam jangka panjang.
Kegagalan untuk mengidentifikasi dan mengungkap risiko iklim dalam laporan keuangan dan strategi perusahaan akan membuat mereka semakin terpinggirkan oleh investor, pemberi pinjaman, dan regulator. Perubahan iklim kini bukan sekadar ketidakpastian, melainkan keputusan neraca yang sangat nyata dan akan terus mempengaruhi nilai aset dan kestabilan bisnis. Oleh karena itu, menangani risiko iklim secara tepat waktu sangat krusial bagi kelangsungan perusahaan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/dianneplummer/2026/01/18/why-climate-change-blind-spots-are-becoming-balance-sheet-liabilities/

Analisis Ahli

Mark Carney
"Kegagalan mengintegrasikan risiko iklim dalam strategi perusahaan akan mengakibatkan kerugian finansial besar dan meningkatnya risiko sistemik dalam pasar keuangan global."
Christiana Figueres
"Perusahaan harus mengadopsi tindakan transformatif segera agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan iklim dan mencegah kerugian sosial serta ekonomi besar."
Michael Bloomberg
"Pasar kini mulai memandang risiko iklim sebagai faktor utama dalam penilaian investasi dan perusahaan yang tidak adaptif akan kehilangan akses ke modal."

Analisis Kami

"Perusahaan sudah tidak bisa lagi mengabaikan risiko perubahan iklim sebagai masalah masa depan karena dampaknya kini sudah dirasakan nyata dan langsung pada keuangan mereka. Mereka harus segera bertransformasi ke pendekatan manajemen risiko yang proaktif untuk melindungi nilai aset dan menjaga kelangsungan bisnis di tengah ketidakpastian iklim yang semakin tinggi."

Prediksi Kami

Di masa depan, perusahaan yang tidak beradaptasi dengan risiko iklim akan mengalami penurunan nilai aset signifikan, meningkatnya biaya operasional, serta kesulitan memperoleh pendanaan karena penurunan kepercayaan dari investor dan pemberi pinjaman.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan risiko iklim menjadi perhatian utama pada tahun 2026?
A
Risiko iklim menjadi perhatian utama karena blind spot yang menjadi kewajiban yang dapat diukur di neraca keuangan.
Q
Bagaimana dampak fisik dari perubahan iklim mempengaruhi ekonomi?
A
Dampak fisik dari perubahan iklim, seperti panas ekstrem dan banjir, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan di berbagai sektor.
Q
Apa yang terjadi pada pasar asuransi terkait dengan risiko iklim?
A
Pasar asuransi mengalami peningkatan premi, pengurangan cakupan, atau bahkan keluar dari wilayah berisiko tinggi akibat kerugian terkait iklim.
Q
Mengapa penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan risiko perubahan iklim?
A
Penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan risiko perubahan iklim agar tidak terjebak dalam kesenjangan tata kelola dan untuk menghindari penalti pasar.
Q
Bagaimana perusahaan dapat mengelola risiko iklim secara efektif?
A
Perusahaan dapat mengelola risiko iklim dengan melakukan pengujian stres pada aset dan rantai pasokan serta merencanakan investasi yang sejalan dengan jalur transisi yang kredibel.