
Infosys, raksasa teknologi informasi asal India, baru-baru ini menjalin kemitraan dengan perusahaan AI Anthropic untuk mengembangkan agen AI yang dapat bekerja secara mandiri menangani proses bisnis yang rumit. Kerja sama ini bertujuan untuk membawa teknologi AI ke dalam sektor seperti perbankan, telekomunikasi, dan manufaktur yang membutuhkan otomatisasi tingkat tinggi.
Dalam kemitraan ini, Infosys akan mengintegrasikan model Claude milik Anthropic ke dalam platform AI mereka yang bernama Topaz. Mereka berharap dengan teknologi ini dapat membangun sistem ‘agentic’ yang mampu melakukan tugas kompleks tanpa campur tangan manusia secara langsung, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan-perusahaan besar.
AI sendiri sudah mulai memberikan kontribusi nyata bagi Infosys. Pada kuartal Desember, pendapatan dari layanan terkait AI mencapai sekitar 25 miliar rupee, atau kira-kira 5,5% dari total pendapatan sebesar 454,8 miliar rupee. Layanan AI juga menjadi sumber pendapatan utama bagi rival seperti Tata Consultancy Services yang mengklaim sekitar 6% dari total pendapatannya berasal dari AI.
Anthropic, sebagai perusahaan pengembang AI, melihat kemitraan ini sebagai peluang untuk menjangkau pasar korporasi yang sangat diatur dan memerlukan tingkat pengawasan tinggi dalam penerapan AI. Mereka pun telah membuka kantor pertama di Bengaluru untuk memperkuat kehadirannya di India yang kini menjadi pasar pengguna Claude terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Pengumuman kemitraan ini disampaikan di AI Impact Summit di New Delhi, sebuah acara yang mengumpulkan para eksekutif dari berbagai perusahaan teknologi besar. Meskipun belum diumumkan kapan sistem AI ini akan diluncurkan secara luas, langkah ini memperlihatkan bagaimana industri IT India mulai mengadopsi AI demi menghadapi tantangan dan peluang di era digital baru.