Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Tantangan Mobilitas Otonom

Share

Perusahaan otomotif dan teknologi seperti Tesla dan Waymo menghadapi tantangan signifikan mulai dari kondisi ekstrem hingga persaingan ketat di pasar global, termasuk di China dan Eropa, demi meningkatkan keandalan kendaraan otonom.

06 Feb 2026, 23.00 WIB

Waymo Pakai AI Google Simulasikan Situasi Ekstrem Untuk Mobil Otonom

Waymo Pakai AI Google Simulasikan Situasi Ekstrem Untuk Mobil Otonom
Waymo, perusahaan pengembangan kendaraan otonom, kini menggunakan teknologi AI dari Google DeepMind yang bernama Genie 3 untuk membuat simulasi dunia virtual hiper-realistis. Simulasi ini memungkinkan pembuat kendaraan menguji respons mobil mereka dalam berbagai situasi jalan yang biasa hingga sangat jarang dan berbahaya. Dalam simulasi tersebut, Waymo dapat menciptakan berbagai kondisi seperti tornado besar, jembatan tertutup salju, banjir dengan furniture terapung, hingga kebakaran hutan. Bahkan ada simulasi bertemu dengan hewan liar seperti gajah di jalan. Hal ini memungkinkan sensor lidar kendaraan untuk memetakan lingkungan dan rintangan secara presisi dalam dunia virtual. Genie 3 memiliki tiga fitur unggulan yaitu pengendalian tindakan berkendara, pengaturan tata letak jalan, dan kontrol bahasa yang memungkinkan pengaturan waktu, cuaca, dan kondisi lingkungan. Dengan fitur ini, pengembang dapat membuat berbagai skenario "what if" yang fleksibel dan realistik bagi latihan kendaraan otonom. Waymo juga mengubah rekaman asli dari dashcam menjadi simulasi yang sangat akurat agar kendaraan bisa dilatih menghadapi situasi nyata. Simulasi ini bahkan dapat dipercepat hingga 4 kali lipat tanpa kehilangan kualitas visual, sehingga uji coba bisa dilakukan lebih efisien dengan data yang kaya. Dengan metode ini, Waymo berharap agar kendaraannya bisa lebih siap menghadapi kejadian langka dan rumit di jalan raya. Simulasi canggih dari Genie 3 membantu memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang sekaligus mempercepat kemajuan teknologi kendaraan otonom.
06 Feb 2026, 22.07 WIB

Tesla Buka Pusat AI di China Hadapi Persaingan Mobil Otonom L3

Tesla Buka Pusat AI di China Hadapi Persaingan Mobil Otonom L3
Tesla telah membuka pusat pelatihan kecerdasan buatan yang khusus berfokus pada pasar China. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mobil listrik Tesla dalam fitur Full Self-Driving (FSD) atau kemampuan mengemudi otomatis sepenuhnya, yang kini paling banyak diminati di pasar mobil listrik terbesar di dunia. Langkah Tesla ini mengikuti pelonggaran regulasi dari pemerintah Beijing mengenai teknologi mengemudi otonom. Pemerintah China kini lebih mendukung pengembangan teknologi otonom ini sehingga banyak produsen mobil listrik domestik berlomba untuk mengembangkan kemampuan level 3 (L3) pada kendaraan mereka. Grace Tao, Wakil Presiden Tesla, mengungkapkan bahwa pusat pelatihan ini memiliki daya komputasi yang cukup untuk mendukung pengembangan fitur bantuan mengemudi yang lebih canggih. Namun, dia tidak menjelaskan lokasi pasti maupun besaran investasinya dalam proyek tersebut. Persaingan antara Tesla dan para produsen mobil listrik lokal China diprediksi akan semakin ketat. Ribuan mobil dengan teknologi mengemudi otomatis Level 3 diperkirakan akan mulai beredar di jalan-jalan China pada tahun 2026, yang akan memicu perang teknologi dalam menyediakan sistem mengemudi otonom yang efisien dan terjangkau. Walau demikian, Tesla menghadapi kendala regulasi, seperti larangan memindahkan data jalanan China ke Amerika Serikat dan pembatasan pelatihan AI di China akibat aturan yang berlaku di kedua negara. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan sistem Full Self-Driving di pasar China secara maksimal.
06 Feb 2026, 19.00 WIB

Volkswagen Lampaui Tesla dalam Penjualan Mobil Listrik di Eropa Tahun 2025

Volkswagen Lampaui Tesla dalam Penjualan Mobil Listrik di Eropa Tahun 2025
Pada tahun 2025, pasar mobil listrik di Eropa menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Menurut data dari JATO Dynamics, Volkswagen berhasil melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di wilayah ini. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa persaingan di pasar mobil listrik semakin ketat. Penjualan BEV Volkswagen meningkat sebesar 56% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh popularitas model baru mereka, ID.7. Volkswagen berhasil menjual sebanyak 274.278 unit mobil listrik di Eropa sepanjang tahun 2025. Sementara itu, Tesla justru mengalami penurunan registrasi mobil listrik di Eropa sebesar 27%. Tesla hanya berhasil menjual 236.357 unit mobil listrik di Eropa selama 2025, menunjukkan adanya tantangan yang signifikan bagi perusahaan tersebut di pasar Eropa. Selain persaingan dari produsen otomotif tradisional seperti Volkswagen, Tesla juga menghadapi persaingan ketat dari produsen mobil listrik asal China yang semakin berkembang. Selain faktor persaingan, citra Tesla juga terdampak oleh kontroversi yang menyangkut dukungan CEO Elon Musk terhadap partai sayap kanan di Eropa. Hal ini memicu penolakan konsumen di kawasan tersebut, yang menjadi tantangan tambahan bagi Tesla dalam mempertahankan pangsa pasar mereka. Secara keseluruhan, pasar mobil listrik di Eropa tumbuh sebesar 29% pada 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar otomotif secara total yang hanya naik 2,3%. Data ini mencakup 28 negara Eropa, termasuk beberapa negara selain Uni Eropa seperti Norwegia, Swiss, dan Inggris.

Baca Juga

  • Ancaman Siber dan Pengawasan

  • Inovasi dan Risiko AI di Sektor Perusahaan dan Konsumen

  • Ekosistem Elektronik Konsumen yang Berkembang

  • Guncangan Politik dan Ekonomi China

  • Tantangan Mobilitas Otonom