
AutoFlight, perusahaan penerbangan asal Shanghai dan didukung oleh raksasa baterai CATL, baru saja memperkenalkan Matrix, pesawat eVTOL terbesar di dunia. Pesawat ini memiliki bobot sekitar 5 ton dan bisa membawa hingga 10 penumpang, jauh lebih besar dibandingkan kendaraan terbang lain yang umumnya bisa mengangkut sekitar empat sampai enam orang.
Matrix memiliki fitur sayap selebar 20 meter dan panjang mencapai 17,1 meter dengan tinggi 3,3 meter. Pesawat ini hadir dalam dua varian, yaitu untuk transportasi penumpang dan pengangkutan barang berat, yang menunjukkan kecanggihan dan fleksibilitas teknologi yang dikembangkan AutoFlight.
China tengah bergerak cepat untuk mengatur standar bagi industri eVTOL domestik. Pada tahun 2027, pemerintah menargetkan untuk menyelesaikan standar dasar dan pada 2030 akan menetapkan lebih dari 300 standar yang mencakup berbagai aspek, seperti manajemen lalu lintas udara, keselamatan, hingga infrastruktur pendukung.
Awalnya, AutoFlight lebih fokus pada pengiriman kargo menggunakan teknologi eVTOL. Namun, dengan peluang besar dalam bidang penerbangan penumpang, perusahaan kini tengah mengembangkan model yang lebih besar dan mampu melayani banyak penumpang secara sekaligus.
Selain AutoFlight, beberapa perusahaan lain di China seperti Ehang, Xpeng, Aridge, dan Aerofugia juga aktif mengembangkan pesawat terbang listrik vertikal. Semua ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan terbang di China sedang tumbuh pesat dan menjadi salah satu pusat inovasi utama di dunia.