Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Inovasi Mobilitas Otonom dan Listrik

Share

Terobosan dalam teknologi mobilitas, mulai dari kendaraan listrik, pesawat hibrida, hingga mobil otonom yang mendefinisikan masa depan transportasi.

17 Feb 2026, 21.05 WIB

Rolls-Royce dan SINTEF Kembangkan Mesin Pesawat Hibrida untuk Penerbangan Ramah Lingkungan

Rolls-Royce dan SINTEF Kembangkan Mesin Pesawat Hibrida untuk Penerbangan Ramah Lingkungan
Industri penerbangan kini mengadopsi teknologi hibrida dari dunia otomotif untuk memerangi emisi karbon yang dihasilkan oleh pesawat. Rolls-Royce dan organisasi penelitian Norwegia SINTEF bekerja sama mengembangkan mesin pesawat yang menggabungkan tenaga listrik dan bahan bakar untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi. Mesin hibrida ini menggunakan motor listrik dan mesin pembakaran yang bersama-sama menggerakkan baling-baling pesawat. Dengan teknologi ini, emisi CO2 bisa ditekan hingga 30 persen, terutama pada penerbangan jarak pendek seperti rute Trondheim ke Oslo di Norwegia. Salah satu tantangan terbesar adalah pada isolasi listrik stator mesin yang harus tahan terhadap tegangan dan frekuensi tinggi hingga 50 kHz, tetapi saat ini belum ada standar industri yang mengaturnya. Isolasi yang baik sangat penting untuk mencegah korsleting dan menjaga umur mesin agar aman dan kuat. Selain Rolls-Royce dan SINTEF, perusahaan seperti GE Aerospace juga membuat kemajuan dengan menguji mesin turbofan yang bisa memanfaatkan energi listrik saat mesin berjalan. Ini menandai era baru dalam teknologi mesin pesawat yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun, baterai masih menjadi kendala berat untuk penerbangan jarak jauh karena bobotnya yang besar. Oleh karena itu, fokus utama pengembangan mesin hibrida ini adalah untuk penerbangan jarak pendek yang lebih mudah di-elektrifikasi sekaligus membantu mengurangi emisi di sektor penerbangan yang saat ini menyumbang sekitar empat persen emisi karbon Uni Eropa.
10 Feb 2026, 00.45 WIB

Ferrari Luce: Supercar Listrik dengan Sentuhan Desain Minimalis Jony Ive

Ferrari Luce: Supercar Listrik dengan Sentuhan Desain Minimalis Jony Ive
Ferrari akhirnya memperlihatkan interior dari supercar listrik pertamanya, Ferrari Luce, yang didesain oleh Jony Ive dan Marc Newson dari LoveFrom. Ini adalah langkah yang berbeda bagi Ferrari, karena mereka selama ini merancang sendiri interior mobil mereka. Kolaborasi ini menandai pertemuan dunia otomotif mewah dengan desain teknologi minimalis yang biasa dilihat di produk Apple. Desain interior Ferrari Luce menggabungkan kemewahan dan teknologi, seperti tiga layar OLED inovatif yang menjadi pusat pengontrol utama. Salah satunya adalah kluster instrumen yang bisa bergerak bersama stir dan layar tengah yang bisa berputar sesuai dengan penumpang atau pengemudi. Bahkan, panel kontrol belakang di dalam kabin juga dilengkapi dengan teknologi terkini. Ferrari menggunakan bahan seperti aluminium anodized ringan dan kaca tahan gores dari perusahaan Corning yang juga terkenal di industri teknologi. Stir yang digunakan mengadopsi desain klasik tahun 1950an dan 60an, tetapi dibuat dengan material daur ulang serta lebih ringan. Semua detail ini memberikan nuansa klasik sekaligus modern yang sempurna. Selain aspek material dan teknologi, fitur-fitur kecil seperti kunci mobil dengan layar E Ink, yang hanya menggunakan daya saat berubah tampilannya, juga menjadi inovasi pertama di dunia otomotif. Penggunaan kaca Gorilla tersebar di bagian kabin dengan grafik yang dibuat menggunakan teknologi laser, menunjukkan perhatian extrim pada detail dan ketahanan. Ferrari dan LoveFrom telah bekerjasama selama lima tahun dalam proyek ini, menandai komitmen jangka panjang untuk merancang supercar listrik masa depan. Porsche akan mengumumkan eksterior dan teknologi kendaraan secara resmi pada Mei 2026, dan mobil ini diprediksi menjadi trendsetter untuk desain otomotif yang memadukan gaya, fungsi, dan teknologi mutakhir.
09 Feb 2026, 19.28 WIB

Pony AI Mulai Produksi Massal 1.000 Robotaxi Otonom Bersama Toyota

Pony AI Mulai Produksi Massal 1.000 Robotaxi Otonom Bersama Toyota
Pony AI, perusahaan teknologi kendaraan otonom yang berbasis di Guangzhou, Tiongkok, telah mengumumkan bahwa mereka mulai memproduksi 1.000 robotaxi otonom tahun ini. Robotaxi ini dikembangkan bersama Toyota, sebuah perusahaan mobil besar dengan keahlian manufaktur yang kuat, dengan tujuan untuk memperluas layanan mobil tanpa pengemudi. Robotaxi yang diproduksi memiliki kemampuan self-driving Level 4, artinya mereka bisa beroperasi tanpa intervensi manusia dalam sebagian besar situasi. Ini adalah teknologi canggih yang menunjukkan kemajuan besar dibandingkan kendaraan otonom sebelumnya yang memerlukan perhatian dari pengemudi. Pony AI menargetkan armada robotaxi mereka akan mencapai 3.000 unit pada akhir tahun 2026. Angka ini mencakup kendaraan yang akan beroperasi tidak hanya di kota-kota besar di Tiongkok, tetapi juga di pasar internasional, menandai ekspansi global perusahaan ini. Kolaborasi antara Pony AI dan Toyota tidak hanya memadukan teknologi self-driving tetapi juga memperkuat sinergi dalam aspek manufaktur dan integrasi rantai pasokan. Sinergi ini menguatkan posisi mereka dalam menghadapi persaingan pasar kendaraan otonom yang semakin ketat. Para ahli mengatakan bahwa dengan semakin banyaknya robotaxi yang beroperasi di jalanan, masyarakat Tiongkok dan pengguna internasional akan lebih akrab dan menerima layanan kendaraan otonom sebagai alternatif transportasi yang aman dan nyaman.
08 Feb 2026, 20.00 WIB

Kolaborasi Besar untuk Menguji dan Tingkatkan Kunci Digital Mobil Masa Depan

Kolaborasi Besar untuk Menguji dan Tingkatkan Kunci Digital Mobil Masa Depan
Bulan lalu, lebih dari selusin produsen mobil dan perangkat pintar berkumpul di Palo Alto, Amerika Serikat, dalam acara Plugfest tahunan ke-16 yang diselenggarakan oleh Car Connectivity Consortium (CCC). Acara ini bertujuan untuk menguji teknologi kunci digital yang memungkinkan akses mobil menggunakan smartphone atau perangkat digital lainnya. Plugfest menjadi tempat yang penting untuk memastikan teknologi ini bisa berjalan baik pada berbagai kendaraan dan perangkat yang berbeda. Teknologi kunci digital memungkinkan pemilik kendaraan untuk mengunci, membuka, dan menyalakan mobil dengan menggunakan aplikasi di ponsel mereka. Namun, karena banyaknya model kendaraan dan variasi sistem operasi pada ponsel, mengembangkan teknologi yang bisa berjalan lancar dan aman di semua perangkat menjadi tantangan yang besar. Oleh karena itu, CCC mengajak banyak perusahaan otomotif dan teknologi untuk bekerja sama dan membuat standar bersama. Salah satu perkembangan penting adalah fitur pembagian akses yang memungkinkan pemilik mobil mengirimkan kunci digital sementara kepada orang lain lewat pesan teks tanpa harus memiliki aplikasi khusus atau jenis ponsel yang sama. Fitur-fitur baru ini membuat penggunaan kunci digital menjadi lebih fleksibel dan praktis, misalnya untuk meminjamkan mobil kepada tetangga atau teman dengan cepat dan aman. Teknologi Ultra Wideband (UWB) dianggap sebagai yang paling andal dalam memberikan akurasi dan keamanan yang tinggi pada kunci digital, apalagi jika dikombinasikan dengan teknologi Bluetooth Low Energy (BLE). Perusahaan seperti Rivian percaya bahwa integrasi vertikal dan standarisasi dari CCC sangat penting untuk menghadapi kerumitan teknologi yang berbeda-beda pada perangkat pengguna dan kendaraan. Dengan partisipasi dari perusahaan besar seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi, serta pertumbuhan sertifikasi digital key yang pesat, masa depan kunci digital terlihat semakin cerah. Tidak hanya untuk pemilik mobil pribadi, tapi juga untuk operasi armada dan layanan rental yang membutuhkan pengelolaan akses kendaraan yang efisien dan aman.
08 Feb 2026, 13.30 WIB

AutoFlight Luncurkan Pesawat Terbang Listrik Terbesar, Tanda Ambisi China

AutoFlight Luncurkan Pesawat Terbang Listrik Terbesar, Tanda Ambisi China
AutoFlight, perusahaan penerbangan asal Shanghai dan didukung oleh raksasa baterai CATL, baru saja memperkenalkan Matrix, pesawat eVTOL terbesar di dunia. Pesawat ini memiliki bobot sekitar 5 ton dan bisa membawa hingga 10 penumpang, jauh lebih besar dibandingkan kendaraan terbang lain yang umumnya bisa mengangkut sekitar empat sampai enam orang. Matrix memiliki fitur sayap selebar 20 meter dan panjang mencapai 17,1 meter dengan tinggi 3,3 meter. Pesawat ini hadir dalam dua varian, yaitu untuk transportasi penumpang dan pengangkutan barang berat, yang menunjukkan kecanggihan dan fleksibilitas teknologi yang dikembangkan AutoFlight. China tengah bergerak cepat untuk mengatur standar bagi industri eVTOL domestik. Pada tahun 2027, pemerintah menargetkan untuk menyelesaikan standar dasar dan pada 2030 akan menetapkan lebih dari 300 standar yang mencakup berbagai aspek, seperti manajemen lalu lintas udara, keselamatan, hingga infrastruktur pendukung. Awalnya, AutoFlight lebih fokus pada pengiriman kargo menggunakan teknologi eVTOL. Namun, dengan peluang besar dalam bidang penerbangan penumpang, perusahaan kini tengah mengembangkan model yang lebih besar dan mampu melayani banyak penumpang secara sekaligus. Selain AutoFlight, beberapa perusahaan lain di China seperti Ehang, Xpeng, Aridge, dan Aerofugia juga aktif mengembangkan pesawat terbang listrik vertikal. Semua ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan terbang di China sedang tumbuh pesat dan menjadi salah satu pusat inovasi utama di dunia.

Baca Juga

  • Ancaman Siber dan Pengawasan

  • Inovasi dan Risiko AI di Sektor Perusahaan dan Konsumen

  • Ekosistem Elektronik Konsumen yang Berkembang

  • Guncangan Politik dan Ekonomi China

  • Tantangan Mobilitas Otonom