Samsung Gunakan AI untuk Promosi Galaxy S26, Tapi Transparansi Masih Diragukan
Courtesy of TheVerge

Samsung Gunakan AI untuk Promosi Galaxy S26, Tapi Transparansi Masih Diragukan

Mengungkap bagaimana Samsung menggunakan AI dalam promosi produk tanpa transparansi penuh, menyoroti masalah potensi misrepresentasi fitur dan standar pelabelan AI di media sosial.

17 Feb 2026, 17.55 WIB
297 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Samsung semakin mengintegrasikan AI dalam pemasaran dan produk mereka.
  • Video promosi Galaxy S26 menunjukkan potensi masalah dalam presentasi kualitas gambar.
  • Keterbatasan dalam pelabelan AI di platform media sosial menunjukkan tantangan dalam transparansi.
Tidak spesifik, Korea Selatan - Samsung kini semakin mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempromosikan produknya, termasuk smartphone dan perangkat rumah tangga. Baru-baru ini mereka mengunggah video teaser untuk Galaxy S26 yang seluruhnya dibuat atau diedit dengan bantuan AI generatif untuk menunjukkan kemampuan kamera low-light-nya.
Di video tersebut, terlihat beberapa objek yang tampak tidak alami, misalnya kantong belanjaan yang aneh dan batu di cobblestone jalan yang bergerak. Meskipun ada tulisan kecil yang menunjukkan video dihasilkan dengan bantuan AI, video itu tetap tidak sepenuhnya menjelaskan apakah menggunakan kamera Galaxy S26 asli atau model AI sebagai sumber konten.
Samsung bukan pertama kalinya dikritik karena menyajikan klaim berlebihan terkait kemampuan kamera ponselnya dalam iklan. Selain video teaser, Samsung juga mengupload kartun dan konten lain yang dibuat dengan AI untuk menunjukkan fitur produk AI mereka, seperti alat rumah tangga pintar.
Menariknya, YouTube dan Instagram belum menempatkan label AI pada video teaser Galaxy S26, walaupun Google, Meta, dan Samsung sudah mengadopsi standar C2PA yang bertujuan melabeli konten yang melibatkan AI. Hal ini menimbulkan pertanyaan soal implementasi transparansi AI di platform media sosial.
Situasi ini menggarisbawahi betapa pentingnya kejelasan dan kejujuran dalam menyampaikan bagaimana teknologi AI digunakan dalam materi promosi agar konsumen tidak merasa tertipu oleh kemampuan asli produk yang dijual Samsung.
Referensi:
[1] https://theverge.com/tech/879864/samsung-ai-generated-edited-video-ads-slop

Analisis Ahli

Ahmad Fauzi (Pengamat Teknologi)
"Penggunaan AI dalam pemasaran harus transparan agar tidak menimbulkan kebingungan konsumen; Samsung perlu lebih jujur soal konten yang dihasilkan AI agar etika pemasaran tetap terjaga."

Analisis Kami

"Samsung tampaknya memanfaatkan AI sebagai alat pemasaran dengan cara yang agak tidak jelas dan bisa menyesatkan konsumen mengenai kemampuan sebenarnya dari produknya. Ini bisa merusak kepercayaan publik jika praktik transparansi tidak diperbaiki dan standar pelabelan AI tidak diikuti secara konsisten oleh platform sosial media."

Prediksi Kami

Penggunaan AI dalam pemasaran produk akan meningkat dan mungkin memicu regulasi lebih ketat terkait transparansi penggunaan AI untuk memastikan konsumen tidak tertipu oleh klaim yang berlebihan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan Samsung dengan teknologi AI baru-baru ini?
A
Samsung mulai menggunakan alat AI generatif dalam pemasaran produk dan video promosi.
Q
Apa yang ditampilkan dalam video teaser Galaxy S26?
A
Video teaser Galaxy S26 menampilkan dua orang yang berseluncur di malam hari, menunjukkan kemampuan video dalam kondisi pencahayaan rendah.
Q
Bagaimana Samsung mengungkapkan penggunaan AI dalam video mereka?
A
Samsung mencantumkan pengungkapan kecil di video bahwa konten tersebut dihasilkan dengan bantuan alat AI.
Q
Apa masalah yang dihadapi Samsung dalam pemasaran fitur kameranya?
A
Samsung pernah misrepresentasikan kemampuan kamera smartphone dalam materi pemasaran sebelumnya.
Q
Platform mana yang tidak menambahkan label AI pada video Samsung?
A
YouTube dan Instagram tidak menambahkan label AI pada video Samsung meskipun ada pengungkapan dari perusahaan.