Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Integrasi AI dalam Layanan Bisnis

Share

Perusahaan mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam berbagai layanan, mulai dari kampanye iklan di ajang besar, otomasi pengelolaan situs web, hingga potensi penggunaan AI di bidang hukum, guna meningkatkan efisiensi dan inovasi bisnis.

16 Feb 2026, 00.30 WIB

Glean: Lapisan Intelijen Penting yang Menghubungkan AI dengan Data Perusahaan

Glean: Lapisan Intelijen Penting yang Menghubungkan AI dengan Data Perusahaan
Glean mulai dikenal sebagai mesin pencari untuk berbagai alat SaaS dalam perusahaan, seperti Slack dan Jira. Tujuan awalnya adalah membantu pekerja menemukan informasi dengan lebih mudah di lingkungan kerja digital yang kompleks dan terpisah-pisah. Namun, perkembangan AI dan model bahasa besar membuat Glean bertransformasi menjadi lapisan yang lebih canggih yang menghubungkan berbagai model AI dengan data perusahaan. Menurut CEO Glean, Arvind Jain, model bahasa besar seperti ChatGPT atau Gemini sangat hebat dalam kemampuan generatif dan penalaran, tapi mereka tidak memahami konteks bisnis secara mendalam. Oleh karena itu, Glean menawarkan konektifitas yang dalam dengan sistem kerja perusahaan, sehingga AI bisa bekerja lebih baik dengan data yang relevan dan akses yang terkontrol. Salah satu keunggulan Glean ialah fleksibilitas dalam menggunakan berbagai model AI sebagai lapisan abstraksi. Artinya, perusahaan tidak perlu terpaku pada satu penyedia layanan AI saja. Mereka bisa memilih atau menggabungkan kemampuan model yang berbeda sesuai kebutuhan yang berubah-ubah dengan teknologi yang terus berkembang. Keamanan dan tata kelola data menjadi fokus utama. Glean membangun lapisan governance yang memastikan hanya orang yang berhak bisa mengakses informasi tertentu. Sistem ini juga mencegah model AI menghasilkan jawaban yang salah (halusinasi) dengan selalu memverifikasi berdasarkan sumber asli dan memberikan kutipan setiap barisnya. Glean mendapat dukungan besar dari investor, terbukti dengan pendanaan Seri F sebesar 150 juta dolar yang menaikkan valuasinya hingga 7,2 miliar dolar. Hal ini menunjukkan bahwa model bisnis yang fokus pada lapisan jasa intelijen yang menghubungkan data perusahaan dan model AI memiliki potensi besar di masa depan.
07 Feb 2026, 05.43 WIB

Iklan Super Bowl 2026: AI Jadi Bintang Baru di Dunia Pemasaran Besar

Iklan Super Bowl 2026: AI Jadi Bintang Baru di Dunia Pemasaran Besar
Super Bowl tahun 2026 menunjukkan tren baru dalam industri iklan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara luas. Banyak brand besar seperti Svedka, Anthropic, Meta, dan Amazon menggunakan AI tidak hanya untuk membuat iklan tetapi juga untuk mempromosikan produk AI terbaru mereka. Pendekatan ini memicu perdebatan tentang masa depan pekerjaan kreatif dan dampak teknologi pada industri pemasaran. Svedka Vodka mencuri perhatian dengan iklan yang sebagian besar dihasilkan oleh AI, memperkenalkan karakter robot Fembot dan Brobot. Perusahaan ini menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melatih AI demi meniru ekspresi dan gerakan manusia, walaupun cerita tetap dikembangkan oleh manusia. Ini menegaskan kombinasi kolaborasi antara AI dan kreativitas manusia. Anthropic memilih pendekatan berbeda dengan iklan yang menyoroti persaingan mereka dengan OpenAI, khususnya soal iklan yang akan muncul di chatbot AI. Kontroversi muncul di media sosial setelah iiklan tersebut dikritik oleh Sam Altman dari OpenAI sebagai tidak jujur, menunjukkan betapa sengitnya persaingan di pasar AI. Sementara itu, Meta dan Amazon menampilkan teknologi canggih dan humor gelap dalam iklan mereka yang menarik perhatian dan memancing diskusi. Selain itu, beberapa perusahaan lain turut menampilkan inovasi berbasis AI, seperti Ring dengan fitur Search Party untuk menemukan hewan peliharaan yang hilang, Google dengan teknologi generasi gambar Nano Banana Pro, serta Ramp dan Rippling yang mengangkat otomatisasi kerja melalui AI. Wix juga meluncurkan platform AI untuk pembuatan website yang mempermudah pengguna dengan pendekatan interaktif. Perkembangan ini menandai era baru di mana AI tidak hanya alat pendukung, tetapi bintang utama di dalam iklan dan produk teknologi. Meskipun ada pro dan kontra tentang dampak AI terhadap pekerjaan kreatif, jelas bahwa AI akan terus mengambil peran penting dalam pemasaran dan teknologi di masa mendatang.
07 Feb 2026, 05.04 WIB

WordPress Hadirkan Konektor Claude untuk Analisis Data Situs Melalui Chatbot

WordPress Hadirkan Konektor Claude untuk Analisis Data Situs Melalui Chatbot
WordPress baru saja meluncurkan sebuah konektor baru yang menghubungkan situs WordPress dengan chatbot Claude dari Anthropic. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berbagi data backend situs mereka dengan chatbot, di mana pengguna dapat mengatur data apa saja yang ingin dibagikan serta kapan ingin mencabut akses tersebut. Yang menarik, Claude hanya mendapat akses baca sehingga tidak dapat melakukan perubahan apapun di dalam sistem pengelolaan konten WordPress. Ini memberikan rasa aman bagi pengguna karena data mereka tetap terlindungi dari perubahan yang tidak diinginkan. Sebagai tambahan, tahun lalu WordPress pernah mengumumkan rencana untuk memberikan akses tulis kepada integrasi chatbot, yang berarti ke depannya pengguna dapat melibatkan chatbot dalam tugas editorial maupun manajemen konten secara langsung dari dalam platform. Dengan koneksi ini, pengguna dapat meminta chatbot untuk melakukan berbagai analisis, seperti merangkum trafik bulanan situs, memeriksa posting dengan keterlibatan pengguna rendah, serta fungsi lain seperti melihat komentar yang tertunda atau daftar plugin yang terpasang di situs utama. Fitur konektor Claude ini diharapkan dapat membantu pemilik situs dalam menganalisa dan mengelola situs mereka dengan lebih mudah dan efisien, khususnya bagi pengguna yang ingin memanfaatkan kecerdasan buatan tanpa harus terlibat langsung dalam pengelolaan teknis.
07 Feb 2026, 03.26 WIB

Kemajuan Pesat AI Opus 4.6 Guncang Dunia Hukum dengan Skor Meningkat Tajam

Kemajuan Pesat AI Opus 4.6 Guncang Dunia Hukum dengan Skor Meningkat Tajam
Baru-baru ini, Mercor meluncurkan sebuah tolok ukur baru yang dirancang untuk menguji kemampuan AI dalam menyelesaikan tugas-tugas profesional seperti hukum dan analisis korporasi. Pada awalnya, hasil dari berbagai laboratorium besar menunjukkan skor yang sangat rendah, yaitu kurang dari 25%, yang menandakan bahwa AI masih jauh dari mampu menggantikan peran manusia di bidang ini. Namun, dalam beberapa minggu terakhir terjadi kemajuan signifikan di bidang AI. Anthropic, sebuah perusahaan pengembang AI, mengeluarkan model baru bernama Opus 4.6 yang berhasil meningkatkan skor kinerja mereka mendekati 30% dalam pengujian satu kali percobaan. Selain itu, dengan memberikan beberapa kesempatan lebih, skor rata-rata yang dicapai bahkan mencapai 45%. Salah satu faktor utama meningkatkan kemampuan model baru ini adalah penambahan fitur agentic seperti “agent swarms,” yang memungkinkan AI bekerja dalam bentuk kelompok untuk menyelesaikan masalah multistep dengan lebih efektif dan efisien. Ini menunjukkan kemajuan bukan hanya dalam kemampuan dasar, tetapi juga dalam strategi pemecahan masalah AI. Meskipun skor terbaru ini merupakan lompatan besar dari standar sebelumnya, yaitu dari sekitar 18,4% ke hampir 30%, masih jauh dari sempurna dan belum otomatis mengancam posisi para profesional hukum dalam waktu dekat. Namun, hal ini merupakan sinyal bahwa perubahan besar di bidang ini bisa terjadi cepat dan para praktisi hukum harus lebih waspada dari sebelumnya. Brendan Foody, CEO Mercor, memberikan komentar tentang kemajuan ini dengan mengatakan bahwa lonjakan sebesar ini dalam beberapa bulan adalah luar biasa dan menandakan bahwa perkembangan teknologi AI tidak akan melambat dalam waktu dekat. Dengan demikian, masa depan kerja di sektor profesional seperti hukum harus mulai memikirkan bagaimana beradaptasi dengan kemajuan AI yang pesat.
06 Feb 2026, 19.35 WIB

Alibaba Bikin Heboh dengan 10 Juta Pesanan Gratis Lewat Aplikasi AI Qwen

Alibaba Bikin Heboh dengan 10 Juta Pesanan Gratis Lewat Aplikasi AI Qwen
Alibaba Group Holding meluncurkan aplikasi kecerdasan buatan bernama Qwen yang menarik perhatian besar di pasar Tiongkok. Dalam waktu singkat, lebih dari 10 juta pesanan gratis dengan nilai total 250 juta yuan telah diajukan menggunakan voucher yang tersedia di aplikasi ini. Strategi ini berhasil menarik perhatian banyak pengguna baru dan mendorong unduhan aplikasi secara signifikan. Perangkat lunak Qwen berhasil mengalahkan pesaing kuat dari Tencent, Yuanbao, dengan meraih peringkat teratas di Apple App Store China. Pendekatan pemasaran yang memanfaatkan voucher belanja gratis adalah faktor utama lonjakan popularitas aplikasi ini. Namun, lonjakan trafik ini juga sempat menyebabkan gangguan pada beberapa toko yang melayani pesanan melalui aplikasi. Perusahaan teknologi besar lainnya di China, seperti Tencent dan Baidu, juga menggelontorkan dana besar untuk hadiah digital menjelang Festival Musim Semi. Mereka mengalokasikan total dana sekitar 1,5 miliar yuan untuk meningkatkan penggunaan asisten AI mereka melalui berbagai program promosi. Kompetisi ini menunjukkan bagaimana teknologi AI menjadi fokus utama dalam menarik konsumen. Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa langkah Alibaba sangat strategis karena tidak hanya mendongkrak penggunaan aplikasi AI, tetapi juga mendorong pertumbuhan layanan e-commerce dan pengiriman on-demand. Hal ini menjadikan Qwen sebagai bagian penting dari ekosistem bisnis digital Alibaba yang lebih luas, memadukan teknologi canggih dengan strategi bisnis yang efektif. Namun, lonjakan pesanan yang sangat besar juga menimbulkan tantangan operasional pada toko-toko yang bekerja sama dengan Alibaba. Masalah ini menandai kebutuhan akan peningkatan kapasitas infrastruktur guna mengantisipasi permintaan tinggi di masa depan dan menjaga pengalaman pengguna yang baik.

Baca Juga

  • Ancaman Siber dan Pengawasan

  • Inovasi dan Risiko AI di Sektor Perusahaan dan Konsumen

  • Ekosistem Elektronik Konsumen yang Berkembang

  • Guncangan Politik dan Ekonomi China

  • Tantangan Mobilitas Otonom