
Baru-baru ini, sebuah tren di TikTok yang menggunakan istilah 'The white rabbit got me' makin ramai diperbincangkan. Tren ini memuat kisah-kisah nyata orang-orang yang mengalami kejadian hidup yang sangat drastis dan tidak terduga, terutama yang bersifat buruk, seperti kecelakaan atau penyakit parah. Unggahan ini menggambarkan momen sebelum dan sesudah peristiwa besar terjadi, menunjukkan perbedaan yang sangat terlihat dan menggugah emosi.
Tren ini sendiri berasal dari konsep dalam buku Alice’s Adventures in Wonderland karya Lewis Carroll di mana karakter Alice mengikuti kelinci putih yang membawa perubahan besar dalam hidupnya. Artinya, istilah 'white rabbit' menjadi simbol bagaimana hidup bisa berubah dengan cepat tanpa peringatan. Di TikTok, fenomena ini tidak hanya sekadar viral dan lucu, tetapi menjadi cara untuk berbagi pengalaman sulit dan mengekspresikan perasaan yang kadang sulit diungkap.
Salah satu pelajaran penting dari tren ini adalah kenyataan bahwa hidup penuh dengan ketidakpastian. Tidak peduli seberapa rutin dan stabil kehidupan sehari-hari kita, perubahan besar dapat datang setiap saat, baik itu hal buruk maupun kejutan yang baik. Oleh sebab itu, penting untuk menghargai apa yang kita miliki sekarang dan tidak terlalu terfokus hanya pada rencana jangka panjang tanpa menyadari keberadaan hal-hal berharga di sekitar kita.
Selain itu, tren ini juga menyoroti masalah yang berkaitan dengan media sosial saat ini yang sering kali menampilkan kehidupan yang sudah diedit dan dibuat sempurna. Hal ini justru memperdalam rasa kesepian dan keterasingan sosial banyak orang. Dengan membagikan kisah nyata mereka, para TikTokers membuka ruang untuk koneksi yang lebih nyata dan mendalam, yang mana sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya masalah kesehatan mental dan sosial.
Organisasi kesehatan dunia seperti WHO dan lembaga kesehatan AS bahkan sudah memperingatkan tentang bahaya meningkatnya kesepian sosial sebagai masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, tren 'The white rabbit' ini bukan hanya sekadar tren internet, tetapi juga refleksi penting dari kebutuhan manusia untuk terhubung secara otentik. Kita memiliki peluang untuk belajar banyak tentang pentingnya kejujuran, fleksibilitas dalam menghadapi hidup, dan memperkuat hubungan dengan orang-orang dekat.