Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Psikologi dan Tren Sosial

Share

Sekumpulan berita yang mengeksplorasi dinamika psikologi dan perilaku sosial, mulai dari horoskop berbasis sains, kuis kepribadian, hingga tren media sosial dan pencarian keaslian dalam interaksi tatap muka.

25 Jan 2026, 20.53 WIB

Mengapa Acara 'In Real Life' Jadi Jawaban Atasi Kesepian dan Digital Fatigue

Mengapa Acara 'In Real Life' Jadi Jawaban Atasi Kesepian dan Digital Fatigue
Istilah IRL yang dulunya jarang dipakai kini semakin populer karena menunjukkan pertemuan atau aktivitas langsung, bukan virtual. Di era digital yang serba online, banyak orang, terutama kaum muda, ingin kembali merasakan interaksi tatap muka yang lebih bermakna dan autentik. Loneliness epidemic sendiri sudah menjadi masalah sebelum munculnya pandemi COVID-19. Di berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, tingkat keterasingan sosial meningkat akibat interaksi yang lebih banyak terjadi secara online dan penggunaan media sosial yang masif. Pertemuan langsung memberikan banyak manfaat, mulai dari komunikasi yang lebih lengkap lewat bahasa tubuh dan kontak fisik, hingga kesehatan mental yang lebih baik. Penelitian juga menunjukkan bahwa sentuhan fisik bisa meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, sesuatu yang tidak mungkin didapat dari pertemuan virtual. Eventbrite melakukan survei pada usia 18-35 tahun di AS dan Inggris yang menunjukkan preferensi kuat terhadap acara IRL yang autentik—bukan yang terkesan dipoles atau palsu. Mereka ingin pertemuan yang spontan dan jujur, berbeda dengan citra yang biasanya terlihat di media sosial. Selain itu, rasa lelah akibat sering menatap layar dan bekerja secara digital membuat banyak orang mencari kesempatan beristirahat dari dunia maya. Acara secara langsung menawarkan peluang untuk menyegarkan diri tanpa gangguan teknologi, sehingga sangat diperlukan di era modern ini.
25 Jan 2026, 01.12 WIB

Tes Zodiak Ilmiah: Memadukan Psikologi dan Horoskop untuk Pengembangan Diri

Tes Zodiak Ilmiah: Memadukan Psikologi dan Horoskop untuk Pengembangan Diri
Setiap minggu, jutaan orang membaca horoskop untuk mencari arahan dan inspirasi, meski tidak selalu mempercayai ramalan bintang. Horoskop membantu kita merefleksikan siapa kita dan potensi masa depan kita. Namun, horoskop tradisional sering kali tidak berbasis ilmu yang kuat. Oleh karena itu, dibuatlah Scientific Zodiac Test yang mengukur sifat psikologi yang terkait dengan arketipe zodiak tanpa bergantung pada tanggal lahir atau posisi bintang. Scientific Zodiac Test memberikan gambaran kepribadian yang ilmiah dan akurat, memungkinkan seseorang mengetahui arketipe zodiak yang paling sesuai dengan diri mereka. Namun, horoskop yang disajikan bukan sekadar hiburan atau ramalan biasa, melainkan berisi tantangan kecil yang mendorong pembaca keluar dari zona nyaman untuk pertumbuhan pribadi yang nyata dan terukur. Misalnya, orang yang suka bertindak cepat diajak untuk berlatih menahan diri dan merencanakan secara matang sebelum melangkah. Sementara orang yang empati tinggi didorong untuk menjaga keseimbangan dengan memberi waktu untuk diri sendiri agar tidak kelelahan. Pendekatan berbasis riset ini memudahkan seseorang memahami potensi dan tantangan dalam karakter mereka. Tidak hanya itu, bacaan juga mendorong untuk menyeimbangkan antara fokus dan kelonggaran, keberanian mengambil sikap, hingga mempraktikkan rasa ingin tahu dan penyelesaian tugas. Dengan begitu, setiap individu diharapkan bisa mengelola energi, emosi, dan tanggung jawab sosial secara lebih sehat dan produktif sesuai karakter mereka yang unik. Penulis mengajak pembaca mencoba Scientific Zodiac Test sebagai alat refleksi diri yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan tes ini, orang bisa lapar akan pengembangan diri berbasis psikologi, bukan ramalan yang sifatnya kurang ilmiah. Pendekatan ini berpotensi menggantikan horoskop konvensional dan menjadi panduan efektif bagi orang yang ingin tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.
24 Jan 2026, 23.11 WIB

Tren 'The White Rabbit' di TikTok: Menghadapi Perubahan Hidup Dengan Kejujuran

Tren 'The White Rabbit' di TikTok: Menghadapi Perubahan Hidup Dengan Kejujuran
Baru-baru ini, sebuah tren di TikTok yang menggunakan istilah 'The white rabbit got me' makin ramai diperbincangkan. Tren ini memuat kisah-kisah nyata orang-orang yang mengalami kejadian hidup yang sangat drastis dan tidak terduga, terutama yang bersifat buruk, seperti kecelakaan atau penyakit parah. Unggahan ini menggambarkan momen sebelum dan sesudah peristiwa besar terjadi, menunjukkan perbedaan yang sangat terlihat dan menggugah emosi. Tren ini sendiri berasal dari konsep dalam buku Alice’s Adventures in Wonderland karya Lewis Carroll di mana karakter Alice mengikuti kelinci putih yang membawa perubahan besar dalam hidupnya. Artinya, istilah 'white rabbit' menjadi simbol bagaimana hidup bisa berubah dengan cepat tanpa peringatan. Di TikTok, fenomena ini tidak hanya sekadar viral dan lucu, tetapi menjadi cara untuk berbagi pengalaman sulit dan mengekspresikan perasaan yang kadang sulit diungkap. Salah satu pelajaran penting dari tren ini adalah kenyataan bahwa hidup penuh dengan ketidakpastian. Tidak peduli seberapa rutin dan stabil kehidupan sehari-hari kita, perubahan besar dapat datang setiap saat, baik itu hal buruk maupun kejutan yang baik. Oleh sebab itu, penting untuk menghargai apa yang kita miliki sekarang dan tidak terlalu terfokus hanya pada rencana jangka panjang tanpa menyadari keberadaan hal-hal berharga di sekitar kita. Selain itu, tren ini juga menyoroti masalah yang berkaitan dengan media sosial saat ini yang sering kali menampilkan kehidupan yang sudah diedit dan dibuat sempurna. Hal ini justru memperdalam rasa kesepian dan keterasingan sosial banyak orang. Dengan membagikan kisah nyata mereka, para TikTokers membuka ruang untuk koneksi yang lebih nyata dan mendalam, yang mana sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya masalah kesehatan mental dan sosial. Organisasi kesehatan dunia seperti WHO dan lembaga kesehatan AS bahkan sudah memperingatkan tentang bahaya meningkatnya kesepian sosial sebagai masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, tren 'The white rabbit' ini bukan hanya sekadar tren internet, tetapi juga refleksi penting dari kebutuhan manusia untuk terhubung secara otentik. Kita memiliki peluang untuk belajar banyak tentang pentingnya kejujuran, fleksibilitas dalam menghadapi hidup, dan memperkuat hubungan dengan orang-orang dekat.
24 Jan 2026, 21.59 WIB

Memahami Kepribadian Aquarius Lewat Lensa Psikologi Modern

Memahami Kepribadian Aquarius Lewat Lensa Psikologi Modern
Meskipun astrologi tidak memiliki dasar ilmiah, sifat-sifat yang diasosiasikan dengan tanda zodiak seperti Aquarius sering mencerminkan konsep kepribadian yang sudah lama dikenal oleh psikologi. Contohnya, Aquarius dikenal mandiri, penasaran secara intelektual, dan peduli pada kemanusiaan. Sifat-sifat ini sejajar dengan dimensi kepribadian seperti keterbukaan terhadap pengalaman dan orientasi kemanusiaan universal. Model kepribadian Big Five menjelaskan bahwa orang dengan skor tinggi pada keterbukaan terhadap pengalaman biasanya suka mengeksplorasi ide baru, kreatif, dan tidak takut menantang norma sosial. Ini sesuai dengan karakteristik Aquarius yang dikenal kritis dan visioner. Selain itu, kebutuhan Aquarius pada otonomi mengacu pada kebutuhan psikologis untuk membuat keputusan sesuai nilai internal, bukan tekanan dari luar. Sisi kemanusiaan Aquarius terhubung dengan riset moralitas yang menunjukkan bahwa individu tertentu memiliki empati universal—mereka peduli pada seluruh umat manusia, bukan hanya kelompok dekat. Ini menjelaskan mengapa orang dengan karakter Aquarian sering terlibat dalam aktivitas sosial dan advokasi keadilan. Namun, ada paradoks sosial karena mereka bisa merasa sulit untuk membuka diri secara emosional dalam hubungan dekat. Karakteristik kognitif Aquarius juga penting, yakni kemampuan berpikir prospektif yang membantu mereka membayangkan berbagai kemungkinan masa depan dan merancang solusi inovatif. Tingkat rasa ingin tahu yang tinggi juga terkait dengan aktivitas otak yang menguatkan memori melalui keinginan untuk memahami hal baru dari segi pengetahuan. Ini menjelaskan mengapa orang dengan sifat Aquarian tampak jenius sekaligus terkadang terkesan dingin atau jauh. Memahami sejauh mana seseorang memiliki sifat Aquarian membantu dalam memilih karier dan hubungan yang sesuai. Orang yang tinggi kemandirian dan rasa ingin tahu mungkin cocok bekerja di bidang penelitian, advokasi, atau inovasi yang memberi kebebasan dan tantangan intelektual. Sedangkan dalam hubungan, kesadaran atas kebutuhan akan ruang emosional penting agar interaksi berjalan lancar dan saling menghargai.
24 Jan 2026, 21.30 WIB

Cinta Sejati Tidak Selalu Nyaman: Mengapa Ketegangan Itu Penting Dalam Hubungan

Cinta Sejati Tidak Selalu Nyaman: Mengapa Ketegangan Itu Penting Dalam Hubungan
Ketika berbicara tentang cinta, banyak orang mengasosiasikannya dengan perasaan nyaman seperti diterima dan disayangi tanpa harus merasa terganggu. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya tepat menurut penelitian psikologis. Cinta yang mendalam dan tahan lama sering kali melibatkan ketidaknyamanan yang muncul karena pasangan tidak menghindari masalah, melainkan menghadapinya dengan serius demi kebaikan hubungan. Salah satu tanda cinta sejati adalah kemampuan pasangan untuk kembali membicarakan masalah yang belum benar-benar selesai, meskipun itu terasa melelahkan dan mengganggu. Ini menandakan bahwa mereka menganggap hubungan sebagai sesuatu yang layak diperjuangkan dan diperbaiki dengan benar, bukan sekadar dihindari agar suasana tetap nyaman sementara. Menurut teori psikologi, cinta juga terkait dengan perkembangan diri. Pasangan yang saling mendorong keluar dari zona nyaman melalui tantangan bersama justru memperkuat ikatan mereka. Walaupun pada awalnya terasa mengganggu dan sulit, tantangan tersebut membantu tumbuhnya rasa kebersamaan yang lebih dalam dan memuaskan dalam hubungan. Penelitian mengungkapkan bahwa pasangan yang lebih memilih menghindari konflik demi rasa nyaman sesaat justru bisa mengalami jarak emosional dan ketidakpuasan yang meningkat seiring waktu. Sebaliknya, pasangan yang berani bertanggung jawab dan saling menantang tanpa kontrol akan membangun rasa percaya dan saling menghormati yang kuat. Dengan demikian, cinta bukanlah tentang selalu terasa baik saat itu juga, tetapi tentang keberanian untuk menghadapi ketidaknyamanan demi kebaikan bersama dalam jangka panjang. Pasangan yang memiliki kebiasaan 'mengganggu' ini layak dianggap mencintai secara tulus karena mereka peduli bukan hanya pada perasaan sekarang, tetapi juga pada pertumbuhan dan masa depan bersama.

Baca Juga

  • Inovasi Teknologi Terbaru untuk Industri Masa Depan

  • Psikologi dan Tren Sosial

  • Krisis Iklim dan Bencana Alam

  • Seri Teka-teki NYT

  • Revolusi Kesehatan: Inovasi Medis dan Bioteknologi