
SCD, perusahaan farmasi asal Korea Selatan, sedang mendapatkan sorotan besar karena pengembangan pil penurun berat badan yang menggunakan teknologi S-Pass. Teknologi ini memungkinkan obat yang biasanya disuntik menjadi pil yang mudah diminum, menarik perhatian investor dan memicu kenaikan saham perusahaan hingga lebih dari 75% dalam bulan ini.
Yoon Dae-in, chairman perusahaan, kini bergabung dalam jajaran miliarder dengan kekayaan diperkirakan 2,1 miliar USD setelah kenaikan saham SCD. Yoon memiliki 34% saham SCD dan juga memiliki sebagian kecil saham di OPTUS Pharmaceutical, bagian dari grup SCD.
Perusahaan baru saja mengumumkan kemitraan dengan perusahaan Jepang, Daiichi Sankyo, untuk mengembangkan dan memasarkan pil penurun berat badan di pasar Jepang. Kesepakatan ini menambah nilai dan potensi pendapatan SCD dari segmen produk yang dikembangkan menggunakan teknologi S-Pass.
Selain pil, SCD juga mengembangkan teknologi suntikan jangka panjang menggunakan partikel microsphere yang dapat melepaskan obat secara perlahan selama beberapa bulan. Kontrak senilai hingga 2 miliar USD telah ditandatangani untuk mengkomersialkan versi suntikan jangka panjang obat prostat leuprorelin di Amerika Serikat.
Secara finansial, SCD mencatat peningkatan pendapatan sebesar 6,3% menjadi 165,5 miliar won (setara 113 juta USD) dan kenaikan laba bersih sebesar 76% dalam sembilan bulan pertama 2025. Perusahaan terus memperkuat posisinya di industri farmasi dengan inovasi dan kemitraan strategis yang menjanjikan masa depan cerah.