Fokus
Sains

Inovasi Teknologi Terbaru untuk Industri Masa Depan

Share

Cerita ini mengulas langkah-langkah inovatif di bidang teknologi, mulai dari proyek DIY motor elektrik berbasis LEGO, inisiatif Meta dalam mengubah persepsi terhadap data center, penemuan alat komposit di China, hingga pergerakan besar dalam penerapan kecerdasan buatan.

15 Feb 2026, 17.58 WIB

Mengenal Motor Listrik Sederhana Buatan LEGO dengan Prinsip Elektromagnetik

Mengenal Motor Listrik Sederhana Buatan LEGO dengan Prinsip Elektromagnetik
Di tengah kemajuan teknologi yang semakin kompleks, Jamie dari channel YouTube Jamie’s Brick Jams mencoba membuat motor listrik yang sederhana dan mudah dipahami. Motor ini dibuat menggunakan sebagian besar bahan LEGO dan komponen elektronik dasar seperti transistor dan kawat tembaga, tanpa menggunakan modul motor yang rumit. Motor yang dibuat Jamie menggunakan dua magnet neodymium yang dipasang berseberangan pada rotor yang berputar di poros. Keseimbangan pemasangan magnet ini sangat penting agar rotor dapat berputar dengan lancar dan stabil tanpa goyangan. Jamie juga membuat dua kumparan kawat tembaga yang berfungsi sebagai penggerak dan sensor. Kumparan penggerak melingkari LEGO dan akan menghasilkan medan magnet saat dialiri listrik dari baterai. Sementara kumparan sensor mendeteksi posisi magnet pada rotor dengan induksi listrik. Kumparan sensor mengirimkan sinyal ke sebuah transistor TIP31C yang bertindak sebagai saklar otomatis. Transistor ini akan memberikan pulsa listrik dengan timing tepat ke kumparan penggerak, memberikan dorongan pada rotor dan menjaga agar putaran motor berlangsung secara kontinu. Saat eksperimen dengan rotor yang memiliki delapan magnet, kecepatannya menurun tetapi torsi dan kelancaran putaran meningkat. Hal ini memungkinkan motor untuk menggerakkan kendaraan LEGO kecil dengan baik, menunjukkan keunggulan desain motor yang sederhana dan terkontrol secara otomatis.
28 Jan 2026, 06.53 WIB

Meta dan Perusahaan Data Hadapi Penolakan Komunitas atas Pusat Data Baru

Meta dan Perusahaan Data Hadapi Penolakan Komunitas atas Pusat Data Baru
Meta baru-baru ini menghabiskan 6,4 juta dolar dalam sebuah kampanye iklan yang menampilkan pusat data mereka di berbagai kota di Amerika Serikat. Kampanye ini bertujuan untuk memenangkan hati masyarakat dengan menunjukkan bagaimana pusat data tersebut membantu menciptakan lapangan pekerjaan dan menghidupkan kembali komunitas pedesaan. Dalam iklan-iklan tersebut, Meta menggambarkan suasana positif di kota Altoona, Iowa, dan Los Lunas, New Mexico, di mana pusat data membawa kesempatan bagi warga untuk tetap tinggal dan terlibat dalam kegiatan sosial seperti pertemuan keluarga dan acara olahraga. Namun, kampanye ini memiliki nada yang cukup idealis dan tidak banyak membahas tantangan lingkungan serta konsumsi energi yang terkait dengan pusat data. Ketegangan seputar penggunaan energi dan air oleh pusat data semakin meningkat di banyak komunitas di seluruh negeri. Badai musim dingin yang baru-baru ini terjadi telah mengungkapkan betapa rapuhnya jaringan listrik yang mendukung pusat data besar. Hal ini menambah kekhawatiran masyarakat tentang beban energi yang berlebihan serta risiko pemadaman listrik yang dapat berdampak luas. Akibat dari penolakan publik yang kuat, beberapa proyek pembangunan pusat data besar di negara bagian seperti Oregon, Arizona, Missouri, Indiana, dan Virginia harus dibatalkan. Hal ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan teknologi dalam memperluas infrastruktur pusat data mereka.
27 Jan 2026, 23.01 WIB

Penemuan Alat Batu Canggih 160 Ribu Tahun Lalu Ubah Sejarah Evolusi Manusia Asia Timur

Penemuan Alat Batu Canggih 160 Ribu Tahun Lalu Ubah Sejarah Evolusi Manusia Asia Timur
Sebuah tim internasional menemukan sekitar 2.600 alat batu di situs Xigou, Henan, Cina, yang menunjukkan tingkat kecanggihan teknologi manusia prasejarah di Asia Timur. Penemuan ini termasuk alat-alat yang dipasang pada tangkai, atau hafted tools, yang merupakan bukti tertua alat komposit di wilayah ini. Temuan ini menggugat pandangan lama yang beranggapan bahwa teknologi manusia di Asia Timur pada periode Pleistosen tengah hingga akhir kurang maju dan tidak inovatif jika dibandingkan dengan Afrika dan Eurasia lainnya. Sebaliknya, hasil penelitian menunjukkan hominin di Cina mampu berinovasi dan beradaptasi jauh lebih baik daripada yang diperkirakan. Alat-alat batu yang ditemukan memiliki fungsi beragam seperti memotong, menusuk, dan menggergaji, yang memperlihatkan kompleksitas dan diversitas budaya material dari hominin di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan kemampuan teknis dan kognitif yang tinggi pada masa tersebut. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari berbagai negara termasuk Australia, Cina, Norwegia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications yang menunjukkan kualitas dan kredibilitas penelitian ini di kalangan ilmiah. Penemuan ini sangat penting karena tidak hanya merevisi peta evolusi teknologi manusia tapi juga memperkuat posisi Asia Timur sebagai wilayah berpengaruh dalam sejarah perkembangan manusia di dunia. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang bagaimana manusia purba berinovasi secara regional.
23 Jan 2026, 09.27 WIB

Masa Depan Energi: Dari Ladang Surya Raksasa Hingga Energi Luar Angkasa untuk AI

Masa Depan Energi: Dari Ladang Surya Raksasa Hingga Energi Luar Angkasa untuk AI
Pertumbuhan pesat teknologi AI menimbulkan tantangan besar terkait kebutuhan energi pusat data yang sangat besar dan bagaimana energi tersebut dihasilkan secara berkelanjutan. Saat ini, konsumsi energi oleh data center AI menjadi fokus utama di tengah keprihatinan terkait perubahan iklim dan jejak karbon yang harus diminimalkan. Salah satu solusi utama yang dibahas di Davos adalah pengembangan tenaga surya sebagai sumber energi yang dapat memenuhi kebutuhan energi negara sebesar Amerika Serikat. Perhitungan menunjukkan bahwa ladang surya seluas sekitar 5.300 hingga 10.0.00 km (000 mil) persegi saja sudah mampu menyalurkan energi yang dibutuhkan. Lebih futuristik lagi, ada konsep penggunaan panel surya yang dipasang di luar angkasa yang akan memanen sinar matahari secara terus-menerus tanpa terpengaruh malam atau cuaca buruk, kemudian menyalurkan energi tersebut ke bumi menggunakan teknologi antena khusus yang disebut rectenna. Selain tenaga surya, teknologi reaktor nuklir kecil juga terus dikembangkan sebagai alternatif bersih untuk menyediakan energi bagi pusat data AI tanpa mengandalkan bahan bakar fosil. Perusahaan-perusahaan besar seperti TerraPower dan Vistra telah menunjukkan komitmen pada pendekatan ini. Dengan gabungan berbagai teknologi ini, masa depan energi dunia bisa jauh lebih bersih dan andal, memungkinkan mobil, peralatan rumah, dan bahkan data center AI untuk berjalan dengan tenaga bersih. Ini adalah harapan besar dalam menghadapi perubahan iklim dan kebutuhan energi dunia.