
Sebuah tim internasional menemukan sekitar 2.600 alat batu di situs Xigou, Henan, Cina, yang menunjukkan tingkat kecanggihan teknologi manusia prasejarah di Asia Timur. Penemuan ini termasuk alat-alat yang dipasang pada tangkai, atau hafted tools, yang merupakan bukti tertua alat komposit di wilayah ini.
Temuan ini menggugat pandangan lama yang beranggapan bahwa teknologi manusia di Asia Timur pada periode Pleistosen tengah hingga akhir kurang maju dan tidak inovatif jika dibandingkan dengan Afrika dan Eurasia lainnya. Sebaliknya, hasil penelitian menunjukkan hominin di Cina mampu berinovasi dan beradaptasi jauh lebih baik daripada yang diperkirakan.
Alat-alat batu yang ditemukan memiliki fungsi beragam seperti memotong, menusuk, dan menggergaji, yang memperlihatkan kompleksitas dan diversitas budaya material dari hominin di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan kemampuan teknis dan kognitif yang tinggi pada masa tersebut.
Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari berbagai negara termasuk Australia, Cina, Norwegia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications yang menunjukkan kualitas dan kredibilitas penelitian ini di kalangan ilmiah.
Penemuan ini sangat penting karena tidak hanya merevisi peta evolusi teknologi manusia tapi juga memperkuat posisi Asia Timur sebagai wilayah berpengaruh dalam sejarah perkembangan manusia di dunia. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang bagaimana manusia purba berinovasi secara regional.