
Ancaman kebakaran hutan semakin meningkat di Amerika Serikat dengan biaya kerugian mencapai ratusan miliar dolar setiap tahun. Sebagai respons, Departemen Dalam Negeri membentuk U.S. Wildland Fire Service sebagai organisasi baru yang menyatukan operasi pemadam kebakaran hutan dari berbagai biro yang sebelumnya beroperasi terpisah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan saat menghadapi kebakaran hutan yang semakin sering terjadi.
Brian Fennessy, mantan kepala pemadam kebakaran di San Diego dan Orange County, ditunjuk sebagai pemimpin organisasi ini karena pengalaman dan keahliannya dalam bidang pemadam kebakaran. Di bawah kepemimpinannya, organisasi ini berusaha menyederhanakan rantai komando, memperbaiki sistem rekrutmen, kompensasi, serta meningkatkan sinergi antara berbagai entitas pemerintah dan komunitas lokal.
Data dari National Centers for Environmental Information menunjukkan bahwa tahun 2025 adalah tahun keempat terpanas dalam catatan 131 tahun, dengan jumlah kebakaran hutan yang melebihi rata-rata 20 tahun sebelumnya. Wilayah seperti Utah dan Nevada mencatat suhu terpanas sepanjang sejarah mereka, yang memperparah risiko kebakaran hutan di kawasan tersebut.
Organisasi baru ini bertujuan untuk meningkatkan respons federal terhadap kebakaran hutan lewat modernisasi teknologi, pengelolaan data terpadu, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan manajemen yang lebih baik, mereka berharap dapat melindungi lebih banyak wilayah publik dan tanah adat yang luas dari dampak kebakaran, serta mendukung ketahanan nasional yang lebih kuat.
Menghadapi tantangan iklim dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan, U.S. Wildland Fire Service diharapkan menjadi model koordinasi pemerintah yang efektif dan efisien. Dengan sumber daya lebih terpusat dan pengelolaan yang terstandarisasi, masa depan pengendalian kebakaran hutan di Amerika Serikat terlihat lebih terorganisir dan berdaya guna.